CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
Semakin seru


__ADS_3

Semakin lama semakin rame rombongan muda mudi berdatangan untuk melihat pertandingan. Sementara Leon dan Erik masih dalam perlombaan tersebut.


"Ayo Rik ayo Le pasti kalian bisa." Melisa menyemangati kedua temannya.


Sementara Erik dan Leo masih saja tancap gasnya tak perduli apapun yang penting bagi mereka adalah sebuah kemenangan .


Sementara itu Ja'far masih berada di dekat Feliska. Tanpa mereka sadari Melisa meninggalkan mereka berdua untuk memberi semangat terhadap Leon dan Erik.


Dan kesempatan itu takkan di sia siakan bagi Ja'far untuk mendekati dan mengenal Lebih jauh Feliska.


"Fel aku belikan minum ya?" tawar Ja'far.


sementara Feliska cuman mengangguk memberi tanda bahwa dia mau.


"Boleh." Jawab Feliska.


"Kamu mau Minum apa?" Ja'far.


"Hemz Feliska mau jus Jeruk aja Mas." Feliska.


Jatung Ja'far semakin berdetak seakan akan mau terbang mendengar tutur kata Feliska yang lembut padanya.


"Ya tunggu bentar Mas belikan." Ja'far.

__ADS_1


"Ea Mas." sembari tersenyum .


Ja'far langsung membeli apa yang di pesen Feliska, dan tak lupa juga berbagai makanan dia beli supaya Feliska betah dengannya.


...Takkan ku sia siaka malam ini selagi ada kesempatan aku akan berusaha mendekatimu, kaulah wanita idamamku....


Dan tak lama kemudian Ja'far kembali dengan membawa dua Jus jeruk dan cemilan .


Ja'far memberi minuman kepada Feliska. "Ini Jus pesenan kamu." Ja'far.


Feliskapun mengambilnya "Makasih Mas."


"Ea." Ja'far.


Ja'far berbohong "Melisa kurang suka Jus." Padahal dirinyalah yang tak suka Jus apalagi yang masem masem, tetapi apalah daya demi untuk rencananya mendekati Feliska.


Pertandingan Erik dan Leon beserta yang lainpun sudah selesai dan giliran peserta lainnya, tetapi mereka kalah dalam pertandingan tersebut dan kekalahan itu tak jadi masalah bagi mereka . Sebab semua itu bagi mereka hanyalah permainan, takkan ada permusuhan dan takkan ada kegaduhan .


...Karena di setiap permainan itu ada kekalahan, tetapi bukan berarti kita harus menyerah tanpa ada berusaha....


Leon dan Erikpun akhirnya mendekati Melisa "Ah kalah kita Mel." Leon.


"Ea Mel coba kamu dan Ja'far ikut Mel pasti menang." Erik.

__ADS_1


"Ah malas lagi gak mud aja ikut balapan." Melisa.


"belik minum kita duduk di sebelah sana capek aku." Erik yang memang terlihat sangat capek begitupun juga Leon.


"Ayok aku juga haus." Leon.


Akhirnya Melisa dan Leonpun beli minuman dan duduk di sebuah bangku kayu, Erik memijat mijat bagian tengkuk lehernya dan begitu juga Leon.


Terdengar sorak sorak para pendukung atas keberhasilannya temannya. Perlombaanpun belum selesai masih ada beberapa lagi, hari semakin malam semakin rame, tak bisa di pungkiri malam ini adalah malam Minggu banyak muda mudi berpasang pasangan.


"Oh ya Mel Ja'far mana." Tanya Erik yang baru sadar bahwa Ja'far tak ada.


"Tadi dia lagi ngobrol sama kawan baru aku." Melisa tak memberi tahu bahwa Ja'far bersama Feliska.


"Oh aku kira kemana dia." Erik.


Sementara Leon masih memijat bagian pundaknya yang masih pegel, tanpa mempedulikan tidak adanya Ja'far.


"Pegelnya leherku seperti angkat barang berat." keluh Leon.


"Iya Le aku juga." Erik .


Sementara Melisa masih meminum minumannya yang barusaha dia beli di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2