
Melisa adalah anak yang rajin walaupun ea terbilang aneh dalam tingkahnya, tetapi orang yang deket sama dia pasti banyak yang terhibur dan orang yang deket terhadapnya pasti merasa aneh dan lucu seketika itu galau yang mereka punya pasti hilang karna melihat tingkahnya yang aneh aneh.
Ketika Feliska tidur Melisa terbangun dan melakukan pekerjaan yang seharusnya yang ea kerjakan.
Ea sudah tertidur aku tak akan menggangunya karna ea terlihat pualas sekali .
Melisa terbangun dengan diam diam dan tak berisik karena takut Feliska terbangun.
Melisa memulai aktifitasnya mulai dari mengelap kaca , menyapu halaman dan membersihkan kamar mandi.
Mama Anton yang melihatnya menghampiri Melisa yang lagi asyik bekerja tanpa Melisa sadari bahwa aktifitasnya di lihat oleh majikannya yang terkenal baik itu.
"Melisa kok kamu gak istirahat ?" Mama.
"Melisa gak terbiasa Tante Melisa gak pernah tidur siang Tante". Melisa yang masih terbiasa memanggil Tante walaupun ea majikannya Melisa tetep saja memanggil Tante.
Mama Antonpun tak bisa memaksa tapi Mama terlihat senang ternyata gadis yang terbilang umurnya sangat muda itu sangat rajin tak seperti anak gadis seusia dia.
Mama tersenyum puas dan meninggalkan Melisa yang masih bersih bersih.
__ADS_1
Mamanya Feliska baik banget moga saja Melisa besok bertemu dengan mertua seperti dia yang sangat baik budi, ah apaansih Mel kalau aku berharap Mertua seperti Mamanya Feliska berarti aku berharap si brengsek itu oh tidak aku tak sanggup melanjutkan lagi.
Melisapun akhirnya pindh ke pekerjaan mengelap kaca yang terlihat berdebu, ea mengelap dengan tlaten berhati hati dan bersih.
Selain Melisa bekerja ea juga menyapa anggota lain yang sedang beraktifitas juga di situ.
Belum lama Melisa berada di rumah itu Melisa langsung bisa menyesuaikan keadaan dan bergaul dengan para pekerja di situ.
Ternya mereka ramah ramah kepadaku semoga ini bukan sesaat saja.
Feliska terbangun dari tidurnya ea mengucek ngucek matanya yang masih ngantuk, dan ea terbangun mencari keberadaan Melis yang tadi ada di sampingnya tiba tiba menghilang tanpa kabar.
"Apakah tuan putri masih ngantuk?" Tanya Melisa masih meledek.
Muka Feliska masih terlihat kusut sebab bangun tidur muka cantiknya berbeda saat baru bangun tidur.
Feliska berkeliat karna badannya terlalu capek sebab baru bangun tidur.
"Haaammmm..." Feliska.
__ADS_1
"Kamu masih ngantuk ? tidur lagi sana". Melisa.
"Sebenarnya ea tapi lok dah bangun aku malas mau boci lagi". Feliska.
"Apa itu Boci". Tanya Melisa yang bener bener gak tau.
"Bobok siang lo cayank". Feliska.
Feliskapun akhirnya pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang baru bangun tidur
-------------
Anton yang masih berdetak Jantungnya karna hampir saja ea menabrak anak kecil ea berhenti sejenak mengatur nafasnya yang masih tak beraturan.
Dan anak itu menangis karna terjatuh dan kakinya sedikit terluka.
"Mas kalau nytir hati hati dong ini jalan bukan punya Mas sendiri". Kata seseorang yang menolong anak tersebut mungkin ea ayahnya sang anak, karna ea terlihat kesal terhadap Anton.
Anton masih memegang kepalanya yang sedikit sajit karna terbentur setir mobil karna ea mengerem mendadak.
__ADS_1
Antonpun memberi uang Bapak tersebut senilai lima ratus ribu dan langsung pergi karna ea malas berurusan sama warga di situ.