
Kedua Preman tersebut langsung bereaksi pukulan pertama menderat di pipi Anton , Buk, seketika membiru pipi Anton, Anton tak bisa mengelak para preman tersebut sangatlah bringas.
Karna Anton sedang sakit dia tak bisa mengelak, pukulan duapun mendarat lagi dibagian hidung, buk, sangat keras seketika itu langsung keluar darah di bagian hidung Anton. Anton terasa lemah tak berdaya menghadapi kedua preman tersebut.
Jalanan sepi tak ada satupun orang lewat, Anton meminta tolong tak ada satupun yang menolong.
ketiga kali tinju mengenai pelipis mata Anton , buk, Anton berusaha melawan, dia memberontak sehingga tangan kiri Anton lepas, dan meninju mulud preman di depannya, buk, preman itu sedikit mringis kesakitan.
Anton berteriak minta tolong tapi tak ada satupun yang menolong "tolong." Anton kesakitan. "Tolong, tolong, tolong, tolong."
Anton tesungkur ke pinggir jalan, pukulan demi ea dapat, rasa tak berdaya yang dia rasakan.
"Rasakan ini bajingan." Cacian kedua preman dengan menghajar Anton.
"Ini balasan dari kami." Preman yang mempunyai dendam terhadap Anton.
Anton tak bisa berteriak minta tolong lagi, mulud dan hidungnya sudah berdarah, ea tak kuasa untuk mengangkat badannya.
Anton merasa pasrah, anak buah yang dia tunggu tunggu tak datang datang, kemungkinan nyawanya hari ini seperti di ujung tanduk.
__ADS_1
Kemungkinan umurku cukup hari ini saja.
Ketika Anton sudah sekarat para preman tersebut hendak membuang Anton kedalam sungai, mereka berdua mengangkat tubuh Anton, Mereka clingak clinguk melihat kondisi ada orang atau tidaknya. Darah Anton menetes di jalan tersebut.
Melisa yang sedang asyik berjalan dia melihat Mobil Antok parkir di pinggir jalan, tetapi Melisa tak tau kalau itu milik Anton.
Melisa berhenti sejenak di depan mobil tersebut.
Kenapa seperti ada yang aneh dengan mobil ini .
Melisa melihat mobil tersebut tak ada orang, dang Melisa tak sengaja melihat bercak darah yang menetes kearah sebuah sungai besar.
Ja'far yang sudah hendak sampai di rumahnya dia kembali lagi ke jalan dimana Melisa lewat, sementara Erik dan Leon juga tak jauh dari lokasi tempat Melisa tersebut.
Melisa mengikuti jejak darah tersebut, Dia berlari mengikuti tetesan darah yang keluar dari luka Anton.
"Woy." Melisa berteriak sekenceng kencengnya, preman tersebut sontak terkejut melihat keberadaan Melisa.
"Hah seorang gadis, bisa ni bro." preman tersebut tertawa Hahahah.
__ADS_1
Mereka menarok tubuh Anton yang tak berdaya ke semak semak.
"Ayo kita sikat Rizki." hahaha tawa preman tersebut.
Melisa berlari untuk mencari tempat yang agak luas, preman tersebut mengejar Melisa.
"Mau lari kemana neng?" hahahaha dari seorang preman tersebut.
Ketika sudah dapet tempat yang pas Melisa langsung menghajar para preman tersebut. Melisa merasa kewalahan karena preman itu berdua, selain itu mereka juga kuat.
Sementara itu Leon dan Erik sampai duluan ketempat lokasi mereka berteriak memanggil nama Melisa.
"Melisa kamu dimana." Erik memanggil dengan suara keras.
"Aku disini." Melisa menjawab dengan kuat.
Erik dan Leon langsung lari di susul Ja'far yang melihat Erik dan Leon berlari, dan para preman ter sebut seperti terancam karena Melisa memanggil teman temannya.
Ja'far dan Erik menghajar preman tersebut, sementara Leon dan Melisa mengurus korban yang sudah sangat terluka.
__ADS_1
Ayo say apakah Melisa mau membantu Anton ketika dia tau orang yang di tolong adalah Anton.