
Setelah Erik dan Leon pergi akhirnya mereka tinggal bertiga dan Ibu Melisa dan Mama Anton sedang berada di ruang tamu, mereka mulai menyiapkan bumbu bumbu yang ada seperti mengupas bawang dsb.
Dan sementara Feliska hanya terdiam melihat saja karna dia tak tau harus berbuat apa.
Ja'far melirik kepada Feliska yang terlihat sedikit malu malu karna tak bisa memasak, sementara Melisa lagi sibuk menyiapkan bumbu bumbu.
"Ohya Mel ini Merica kah?". Tanya Feliska dengan memegang ketumbar.
"Bukan itu ketumbar yang Merica yang ini". Jawab Melisa dengan memegang ketumbar.
Terkadang Melisa juga merasa heran padahal Feliska anak kuliahan kenapa ea tak bisa memasak, bahkan bumbu dapur dia gak tau, tetapi Melisa tak berani mengatakannya karna takut Feliska sakit hati.
"Mel.." Ibu Melisa memanggi Melisa seperti ada sesuatu yang penting.
"Ea Buk". Melisa menaru pisau dan menghampiri Ibunya.
"Sini sebentar Nak". Ibu Melisa.
"Bentar gaes Ibuku manggil sepertinya ada penting". Melisa yang langsung datang menghampiri panggilan Ibunya.
Kesempatan takkan datang kedua kali ini kesempatanku untuk memulai pendekatanku terhadap orang yang ku suka tetapi apalah daya ku tak bisa mengungkapkan perasaanku, seperti mulud ini terbungkam hingga tak berani berkata.
Ja'far terlihat senang karna ini kesempatannya untuk dekat lagi dengan Feliska, karna menurutnya teman temannya mumpung lagi pergi.
__ADS_1
"Sini Mas ajarin" Tawar Ja'far terhadap Feliska yang masih malu.
Ja'farpun mulai mengajari Melisa dari mulai mengiris bawang dan mengiris sayur.
"Makasih Mas mau ajarin Feliska ". Feliska tersenyum.
Senyuman Feliska membuat Jantung Ja'far terasa berdebar debar seakan akan habis lari 100 meter.
_________________________
Sementara Anton yang masih berada di kamar tiba tiba hp berdering.
"Hallo". Anton
Anton terliht senang " Bagus kalian memang anak buah cerdas". Antok tersenyum licik.
"Ok Bos jangan lupa Bos jatah kami". Anak buah Anton menagih sesuatu yang bagi mereka itu seperti kontrakan yang tetep harus di bayar.
"Ea entar ku transfer". Anton meringis .
Aku akan menghsncurkanmu dan apa yang kamu perbuat kamu harus merasakannya lihat aja entar .
Anton Duduk di sova karna rasa badannya sudah capek sekali padahal tak ada yang ea kerjakan selama ini selain tiduran dan marah marah tak jelas.
__ADS_1
Sementara anak buah Anton merasa senang atas uang yang di janjikan Anton terhadap mereka.
"Permisi Tuan". Asisten rumah tangga Anton memanggil.
"Makan siang buat Tuan itu sudah siap". Asisten Rumah tangga.
Sementara Anton masih cuek tak merespon sama sekali.
Dan akhirnya Bibipun meninggalkan Anton yang menurutnya sudah mengacuhkannya itu.
Anton masih mengotak atik ponselnya dan tak lama dari Wa terkirim sebuah Foto yaitu foto Melisa yang sedang duduk.
"Ini Bos orang yang Bos cari". Anak buah Anton.
"Bagus kirim Alamat pat gadis ini". Anton.
Anak Buah Anton mengirim Alamat tempat kerja Melisa.
Antonpun cukup puas bahwa Melisa bekerja di perusahaannya.
Ternyata dia bekerja di perusahaan saya cukup untuk memberi pelajaran baginya.
Anton langsung menelfon menejer perusahaan tersebut untuk menanyakan tentan Melisa, tetapi Menejer perusahaan memberi tahu bahwa Melisa sudah beberapa hari sudah gak masuk.
__ADS_1
Anton kesal dan mengira bahwa gadis yang bernama Melisa itu seoarang pemalas.