CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
Sekarat


__ADS_3

Melisa dan Leon segera mengangkat seseorang yang tergeletak di semak semak, alangkah terkejutnya ketika Melisa melihat wajah seseorang yang sudah tak asing baginya, dia meletakkan lagi seseorang yang sudah tak berdaya tersebut.


Jika aku tak menolongnya kemungkinan dia akan mati, tetapi kebencianku terhadapnya tak bisa kulupakan, dan apalah daya aku harus menolongnya.


Leonpun yang melihat wajahnya terasa malas untuk menolongnya.


"Ah malas aku Mel tau aku kalau dia aku malas buang buang waktu saja." Leon yang masih kesal dan ingat perbuatan Anton yang semena mena terhadapnya.


"Tapi Le kita harus menolongnya, nanti dia bisa mati." Melisa membujuk Leon yang masih gak mau menolong Anton.


"Tapi muak aku melihat orang ini." Leon yang masih kekeh.


"Dia memang jahat Le tapi kalau dia meninggal keluarganya bisa sedih Le, kita juga belum tau Le asal usul dia, aku juga masih tak terima dia begitu, tapi lok kayak gini kita harus menolongnya Le."


Leonpun akhir mendengarkan apa yang di katakan Melisa, diapun akhirnya membawa Anton yang sudah tak berdaya.


Sementar Ja'far dan Erik masih menghahar kedua preman tersebut.

__ADS_1


"Dasar kalian banyak bacot, ganggu urusa orang." Preman tersebut yang masih berusa menghajar tetapi bisa di kendalikan.


"Kalian preman preman yang beraninya kroyokan!" Erik juga tak kalah membentak preman tersebut.


Erik dan Ja'far menghajar preman preman tersebut dengan pukulan dan pukulan, Sementara Melisa menelfon polisi sebelum membawa tubuh Anton ke rumah sakit, Karna tak ada mobil.


Melisa dan Leon panik jalanan tersebut sepi tak ada satupun mobil lewat, Melisapun akhirnya terpaksa menelfon sang menejer untuk membawa Anton kerumah sakit.


Karna tubuh Anton semakin dingin dan parah apalagi lukanya yang masih mengeluarkan darah, Melisa terpaksa membawa Anton kerumah sakit dengan menggunakan motor milik Leon.


Mereka berjalan kurang lebih 10 menit baru bertemu dengan Pak Menejer, Pak Menejer langsung membukakan pintu belakang. Ketika Pak Menejer melihat yang tak berdaya adalah Anton diapun sedikit heran perihal apa yang menimpa bosnya.


Melisapun sedikit terkejut, ternyata orang yang selama ini dia benci ternyata bosnya, Melisa tak bertanya tanpa pikir panjang dia dan Leon serta di bantu Pak Menejer dia memasukkan Anton ke mobil dan langsung menuju rumah sakit terdekat.


Mobil pak Menejer di bawa dengan kecepatan sedang, sementara Anton semakin melemah badan.


"Ayo Pak sedikit cepat." Melisa.

__ADS_1


Sementara Leon memandang Melisa begitu sedikit aneh.


Aku tau dia sangat baik, padahal dia tau bahwa orang yang dia bawa adalah musuhnya, tetapi dia sangat baik, aku sungguh terharu terhadapnya dia sangat khawatir dengan keselamatan musuhnya itu, sementara musuhnya ingin tak peduli atas keselamatannya, mudah mudahan kebaikan selalu menyertainya.


Akhirnya Rumah sakit telah tiba Anton langsung di bawa keruangan UGD.


 


Sementara Ja'far dan Erik berhasil meringkus kedua preman tersebut mereka di ikat menggunakan tali yang ada pinggir sungai yang tak sengaja di temu oleh Erik.


"Pakai ini aja Far." Erik menunjukkan tali yang dia temu.


"Bagus Rik kita ikat aja di pohon biar kapok." Jakfar.


Mereka akhirnya mengikat kedua preman tersebut di sebuah pohon sambil menunggu polisi datang.


Preman tersebut babak belur dihajar oleh Ja'far dan Erik, dan kurang lebih 10 Menit polisi datang membawa preman tersebut Erik dan Ja'far untuk menjadi saksi.

__ADS_1


Ayo gaes bagaimana kelanjutannya jangan lupa dukung terus, komen dan votenya ya Dan bila kalian suka jangan lupa kasih bintang terimakasih.


__ADS_2