
Pak Heripun bergegas menghampiri ketiganya.
Pak Heri adalah seorang Direktur utama di perusahaan besar , Perusahaan Pak Heri sudah mausuk di kawasan Seluruh Indonesia bahkan di luar Negri.
Pak Heri adalah seorang yang sangat profesional dalam mengola sebuah perusahaan, bisnis bisnis yang di kelola Pak Heri cukup banyak mungkin jika di makan tuju turunan juga tidak habis.
Selain Pak Heri seorang Direktur Pak Heri juga mempunyai hobi memasak.
"Kalian, boleh Bapak gabung". Pak Heri.
"Boleh silahkan Pa". Anton yang merapikan kursi yang akan di duduki Pak Heri.
"Silahkan Pak". Anton.
"Jika dia calon istrimu jaga dia jangan sampai kamu menyia nyiakannya". Pak Heri memberi Pesan terhadap Anton serta Melisa yang sedang berpura pura.
Pak Heripun duduk disamping Melisa ea sangat nyaman di dekat Melisa, ea merasa bahwa ea tak pernah merasa seperti ini.
"Ea Pak perkenalkan Pak Melisa". menyodorkan tangan kanannya dan senyum tipis sebagai tanda menghormati bahwa Melisa menghormatinya sebagai seorang yang lebih tua.
"Saya Heri Irawan orang orang selalu memanggil saya Heri". Pak Heri.
"Bapak tinggalnya Dimana?". Melisa.
"Bapak ini tinggal Jalan Flamboyan Nak". Pak Heri.
__ADS_1
"Oh yang rumah besar itu kah Pak?." Melisa langsung menduga bahwa rumah terbesar tersebut adalah milik bapak yang ada di depannya tersebut.
"Betul banget Nak lok ada kesempatan main kalian kerumah Bapak tersebut". Pak Heri.
Yang mengajak ngobrol hanya Melisa sementara Anton hanya terdiam , dan Romi main Hp serta senyum senyum tak jelas mungkin ea asyik dengan wanita wanitanya.
"Lok gitu Bapak mau pamit dulu". Pak Heripun bersalaman serta pamit terhadap ketiganya itu.
Akhirnya aku terbebas dengan sandiwara ini rasanya aku sudah tak sanggup jika harus berpura pura.
Pak Heripun sudah hilang dari pandangan mereka, Pak Heri berjalan menuju Mobil mewah berwarna Hitam serta di ikuti supir pribadi yang dimiliki Pak Heri.
"Dasar sok kenal loh". Anton mulai cari gara gara.
"Emang kenapa?". Melisa geram atas perkataan Anton.
"Gak Mungkin ". Keduanya secara bersamaan.
"Nah itukan kalian kompak pasti jodoh". Romi meringis mengejek.
Keduanyapun langsung memukul Romi sehingga membuat Romi terjatuh dan membuat keduanya ketawa.
hahahahahahaha...
"Mangkanya jangan soktau itu akibatnya". Melisa.
__ADS_1
Sementara Anton pergi menuju ruangan kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya, kemungkinan dia akan pulang rada sore.
Dan kejadian yang mereka alami tersebut untung tak dilihat orang kecuali beberapa pelayan situ saja, atas kejadian yang aneh tersebut pelayan yang ada di situ ikut tertawa melihat Romi terjatuh.
"Kamu tetep tunggu saya jangan kemana mana". Anton memerintah Melisa tanpa melihat kearah Melisa.
Melisa tak menjawab ucapan Anton tak ea gubris tetapi ea cukup terang mendengar suaranya.
____------------
Sementara Feliska yang mengetahui Melisa menjadi supir Abangnya merasa cemas ea berusaha menghubungi Hp Melisa.
drrrttt drtttt drrrrt drtttt.
"Assala mualaikum Fel". Suara Melisa terdengar.
"Walaikum salam kamu kok gak pulang?" Feliska.
"Hemmz nanti mungkin sebentar lagi Fel". Melisa.
Sementara cukup lega mendengar suara temannya itu tidak kenapa napa, tapi ea juga yakin Abangnya itu takkan mencelakai Melisa tetapi sifat Abangnya yang super duper galak itu membuat Feliska khawatir.
"Ohya Mel lok gitu sudah dulu aku masih kuliahni". Feliska.
"Ea salam mualaikum". Melisa.
__ADS_1
"Walaikum salam". sambungan fonpun terputus.