
Ja'far sudah siap untuk menemui sang pujaan hati , jantungngnya berdetak kencang , Ja'far juga menghafal setiap kata untuk merayu sang pujaan hati, di seperti berkomat kamit membaca mantra padahal ea menghafal kata kata khusus yang akan iya ucapkan kepada sang kekasih, ea bingung bagaimana harus menembak sang pujaan hati tangan sambil merapikan rambutnya dan ea tak mau malam ini penampilannya tak terlihat menarik, karena pada malam ini ea akan member tembakan peluru terhadap sang bidadarinya itu.
Kurang lebih 5 menit Ja'far menunggu sang pujaan hati tetapi belum aja datang, Ja'far berharap kalau Feliska tak lupa akan janjinya malam ini makan bersama.
Tak lama kemudian datangla seorang gadis menggunakan baju berwarna merah terang dan menggunakn atribut yang sangat fleksibel , serta sendal yang warkuning gaya rambut terurai dan bagian bawah rambut bergelombang, Wangi parfum aroma mawar riasan wajah yang tak telalu berlebihan, membuat sang gadis tersebut mempesona.
Gadis itupun menghampiri Ja'far yang sedang duduk sendiri menunggu kedatangannya.
"Hai". Feliska.
"Hai". Ja'far.
"Maaf lama Feliska telatya?" Feliska.
"Hemz enggak kok". Ja'far gugup karna pemandangan yang sangat indah di depan mata.
*Kau bagaikan sekuntum bunga Yang Indah mewangi di pandang mata kau bagaikan sekuntum melati Yang selalu ada di dalam hati.
Wajah cantikmu menarik hati
senyummu yang selalu ku nanti
__ADS_1
wahai sang pujaan hati
cintaku ini suci*.
Ja'far agak gugup, kata yang ea kumpulkan tadi kini terkunci, dan bibir yang tadinya begitu lancar kini berubah gemetaran, jantung Ja'far dak dik duk tak beraturan. kata kata yang ea rancang kini berubah tak beraturan dan lupa, ucapan Cinta yang mau Ja'far ucapkan kini menjadi beku.
"Hemz kenapa Mas?" Tanya Feliska sambil memegang tangan Ja'far dan memandang Ja'far serius sehingga mwmbuat Ja'far salah tingkah.
"Hemz gak papa kok". Ja'far berusaha menutupi rasa gugupnya.
Kenapa pas ada dia aku jadi gugup padahal bukan cuman sekali ku deket sama Cewek tapi yang ini sungguh berbeda.
Seorang pelayanpun menghampiri mereka berdua dan menyodorkan menu menu yang akan mereka pesan.
Feliska akhirnya menceritakan tetang kuliahnya dan tentan cita citanya.
"Oh ya Mas kenapa Mas gak lanjut sih Kuliahnya?" Feliska.
"Yah sebenarnya Mas ini sudah kuliah ngambil Jurusan Ekonomi sih". Ja'far.
"Lah tapi kenapa kok Masnya gak kerja aja masuk kantor?" Tanya Feliska.
__ADS_1
"Yah sebenarnya Mas ini sudah melamar pekerjaan di perusahaan tinggal nunggu aja nerima atau tidaknya, jadi dari pada Mas nganggursih mending Mas kerja dulu di situ ." Ja'far.
"Oh gitu Mas, semangat teru Mas". Feliska.
Dan taklama kemudian sang pelayanpun menghampiri mereka berdua dengan membawa pesanan yang mereka pesan.
"Silahkan Mbak, Mas". Sang pelayan.
"Makasih ". Feliska.
Mereka berdua akhirnya makan dengan di iringi musik berima melow dan lampu lampu indah.
Mereka makan tanpa ada kata kata sedikitpun kecuali suara sendok makan saja.
Dan tak lama kemudian datang Melisa dan teman teman.
"Eh Feliska". Melisa.
"Waduh gatotdeh". Ja'far yang tak sengaja di dengar Feliska.
"Apanya Mas yang gatot". Tanya Feliska.
__ADS_1
"Gak ada kok". Ja'far .
Lanjut gaes