
Kurang lebih setengah Jam Leon dan Erik membeli bahan bahan untuk di masak, bumbu bumbupun sudah di racik .
"Mereka kok lama ya, beli daging tapi sangat lama?" Melisa mulai mengeluh karna Leon dan Erik gak datang datang.
"Ah kamu Mel aku tak percaya lok mereka itu bener bener belanja". Ja'far.
"Ih bikin kesel mereka itu tau gak". Melisa sedikit marah.
"Paling paling mereka lagi godain cewek cewk, lok gak lagi di kejar kejar ama tu banci yang modelnya seperti ini nih". Ja'far memperagakan waktu Leon di kejar banci, Melisa dan Feliska ketawa rasa bosan Melisa seketika itu langsung hilang sebab tungkah lucu Ja'far.
"Cocok itu Far lok lo yang jadi Bancinya". Melisa memberi saran yang menurut Ja'far sangat mustahil, sementara Feliska masih tertawa.
"Gak mungkin dong aku jadi banci macem itu, aku ini kan cowok normal pingin cari yang cantik baik". Ja'far.
"Yang jelek aja gak mau apalagi yang cantik". Melisa.
"Promosi aja Mas sapa tau ada yang mau". Feliska.
"Promosi cari jodoh". Melisa meledek sikit.
"Eh gini gini masih laku, lok udah promo berartikan gak laku laku". Ja'far.
"Ya kan emang gak laku". Melisa.
"Ya aku ngalah yang mau dapet cowok ganteng Anton Wijaya Kusuma, udah ganteng kaya dan....'' perkataan Ja'far langsung berhenti sebab Melisa menginjak kaki Ja'far yang berada tak jauh dari dirinya.
__ADS_1
"Feliska setuju kalo Melisa jadi ama Abang Anton Melisakan galak terus Abang Anton juga galak pasti rame". Feliska langsung berdiri dan sedikit jauh dari Melisa karna takut di pijak dan dijewer ama Melisa.
Sementara itu Mama Anton menghampiri mereka.
"Wah seru nih tante boleh gabung gak?". Mama Anton.
"Boleh kok Mah". Feliska.
"Kalian ngomong apa sih kok sepertinya seru". Mama Anton.
"Calon Kakak Ipar Mah". Feliska.
"Emang kamu tau calon Kakak ipar kamu?". Tanya Mama Anton.
"Itu depan Mama". Feliska menujuk Melisa yang sedikit cemberut.
"Mama setuju kok lok sama Melisa ". Mama Anton.
Melisa sedikit melotot dia gak nyangka bahwa Mama Anton menyetujui.
Dan tak lama kemudian Erik dan Leon datang dengan membawa bahan bahan.
"Ah kalian lama kali". Protes Ja'far.
"Antri tadi". Leon.
__ADS_1
"Alah antri apa apel". Ja'far.
"Antri ya sama godain Cewek tadi pas diwarung habis tu dia sangat aduhay". Leon.
"Ea saking godain cewek sampe sampe Leon kena gaplok". Erik buka aib Leon.
"ya kamu buka aib". Leon.
"keceplosan Le lupa aku". Erik.
Mama Antonpun pergi meninggalkan mereka.
"Ayo ah kita masak nanti lagi". Melisa.
Merekapun akhirnya memasak dan saling mengajari.
Kurang Lebih mereka memasak 1 Jam setengah dan masakanpun sudah siap di sajikan di meja makan yang tak terlalu mewah tetapi sangat sederhana.
Dan merekapun mengajak Ibunya Melisa dan Mama Anton.
"Ayo tante icipin masakan kami". Melisa.
"Hemz enak sepertinya". Mama Anton memuji masakan tersebut dengan aromanya yang sedap.
"Jelas dong ini Feliska juga belajar". Feliska.
__ADS_1
Akhirnya merekapun makan bersama saat makan suasana sunyi hanya suara sendok yang terdengar.
Dan habis selesai makan Feliska dan Mamanya pamit pulang dan di ikuti juga teman temanya itu.