
Anton sangat gelisah Map itu berisi berkas berkas penting untuk ea rapat nanti, Anton marah dengan sahabatnya yang konyol itu ea merasa bahwa berkas tersebut jatuh saat Romi membawa secara ugal ugalan, Anton mengotak atik Tas kerjanya, mencari kemana mana, Anton sangat yakin bahwa Map tersebut Jatuh .
Sementara Romipun juga ikut membantu mencari Map penting tersebut, diapun ikut panik juga, sama seperti yang dilakukan Anton.
"Gara gara ellusih Map gue jadi hilang dasarlah". Anton memaki kawannya itu.
Sementara Romi terlihat biasa saja dan tak open kemarahan Anton karna semua itu sudah terbiasa.
"Maaf kali Bro, coba lu ingat ingat sapa tau ketinggalan". Romi.
Sementara Antonpun masih sangat percaya kalau Map yang ea kerjakan memang udah ea bawa dan ea siapkan.
"Aku yakin Mapku sudah saya siapkan disini". Anton yang sangat kesal.
"Coba kalau kamu tadi gak ugal ugalan bawa motor pasti ada gak jatuh, bisa kacau kalau itu sampai ketinggalan bisa mampus gue rapat nanti lok itu sampai gak ketemu juga, mana gak ada salinannya lagi". Anton.
"La terus Ton harus bagai mana ?" Romi.
"Pasrah saja ". Antonpun terduduk diatas kursi goyang ea mengayunkan kursinya sambil memijat mijat pelan kepalanya yang pusing tujuh keliling, karna sebuah Map penting, membuatnya seperti seorang pemabuk berat.
__ADS_1
Sementara Melisa pergi ke kantor Anton untuk mengantar Mapnya yang ketinggalan di mobil, ea mengendari mobil fokus dan harus benar benar kosentrasi karna Melisa tak mau mobil yang ea bawa lecet karna menabrak sesuatu.
Dan taklama kemudian Melisapun sampai di gerbang kantor milik Anton ea menemui Satpam kantor tersebut.
"Maaf neng lok bukan karna kantor tak boleh masuk mau masukpun harus idzin dulu". Satpam Kantor.
"Tapi saya ada perlu sama tuan Anton saya ada perlu". Melisa.
Satpampun langsung mengatakan kalau Melisa adalah calon Istri Anton, sebab Pak Satpam pernah melihat mereka di Fb Yang sedang ramai di bincangkan". Satpam.
"Mbak ini calon Istri Tuan Anton kan". Pak Satpam.
" Udah saya gak ada waktu untuk menjelaskan kalau untuk menjelaskan itu semua". Melisa.
Pak Satpampun berusaha untuk menghubungi Tuan Anton, dan Anton mengizinkannya masuk.
dan di situ juga para kelayen dan Onvestor datang untuk Memulai rapat, Anton semakin bingung harus bagaimana.
Anton menrmui para Investor dengan rasa campur aduk pasti mereka akan marah.
__ADS_1
"Maaf permisi ". Melisa menyerobot masuk dan menyerahkan Map milik Anton.
Bukan berterimakasih Antoh palah marah terhadap Melisa ea mencurigai Melisa sengaja menyumputkannya supaya Melisi bisa menemuinya dengan para Investor tersebut.
" Kau gadis gak jelas dasar, pasti kau sengaja". Anton.
Ucapan Anton di dengar oleh seorang Investor ternama Yaitu Bapak Heri Irawan yang merupakan seorang yang kaya juga di daerah tersebut.
"Bukankah wanita ini calon Istri kamu kenapa bisa kasar". Pak Heri.
Sementara Anton langsung berkata rendah tak marah.
Melisapun meras risih kenapa ea bisa terperangkap dengan hal yang sepele.
"Maksud saya hilaf karna saya sangat gabut dengan hilangnya Map berharga ini". Anton.
"Seharusnya Anda tak boleh kasar dengan Calon Istri Anda sebelum Menikah, Wanita itu harus di sayang jangan di marah marah" Pak Heri.
Antonpun terdiam tak membantah kata kata Pak Heri sebab kalau iya melawan Pak heri pasti membatalkan kerja samanya.
__ADS_1