CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
09


__ADS_3

"Ea saya minta maaf saya gak akan kasar sama dia". Anton tak yang masih tak mau berkata halus.


"Kalau gitu coba dong kamu bicara manis sama calon istrimu dan jangan kasar begitu". Pak Heri.


"Ea Pak akan saya perbaiki kata kata saya". Anton.


Sementara Romi yang ada disitu cuman tertawa kecil melihat Anton menjadi membeku seperti itu, yang biasanya melawan kini Anton bisa kalah kata katanya yang menggelrgar kini kecut menciut.


Anton hanya melihat kalau Romi mengejeknya dengan tertawa kecil.


Dasar temen suka melihat kawan menderita awas kau.


Sementara Melisa melihat Anton sinis gak suka.


Melisapun meninggalkan Anton ea berjalan sambil menahan expresi marah, mungkin lok gak di kantor Anton sudah kena tinju go internasional.


Antonpun mengejarnya ea tak mau lok para investor itu membatalkan kerjasama, terlebih juga Pak Heri yang sangat ea butuhkan kerja samanya supaya perusahaannya semakin maju.


"Sayang tunggu nanti kita pulang bareng". Anton pura pura supaya Pak Heri dan lainnya tak membatalkan kerja samanya.


Melisapun tak perduli dan tak mau tau apa mau Anton.


Antonpun mengejarnya supaya Melisa tidak pergi.


"Heh kamu jangan pergi, lok kamu pergi aku bakal fon mama lok aku kecelakaan karna kamu ". Anton yang mengancam Melisa.


"La terus apa mau kamu?" Melisa dengan mata memandang Anton Mata mata benci.

__ADS_1


"Aku mau kau harus bisa sandiwara". Anton.


"Kalau aku ogah ngapa?. Melisamenolak.


Antonpun gak bisa mengekang Melisa, semakin di kekang semakin menjadi Anton berusaha merangkai kata kata supaya Melisa mau sedikit bersandiwara.


"Hemz kalau gitu aku bakal crita sama Mama kalau kamu berusaha mencelakai aku, dengan aku melukai diriku dan aku bilang kamu berusaha mencelakai aku, pasti Mama akan memecatmu". Anton mengancam.


Dasar laki laki licik bisanya cuman ngancam aja.


"terus mau kamu apa !" Melisa membentak Anton karna ea kesal terhadapnya.


Kok bisa aku bertemu dengan laki laki seperti ini sungguh menyebalkan , Kok bisa aku berjumpa dengannya .


"Aku mau kau menurut denganku ". Anton.


"Ah kamu". Anton.


"Apa ku bilang Bro berkas yang kamu siapkan pasti bukannya jatus aku yakin pasti ketinggalan itu juga menyalahkan ku". Romi protes terhadap Anton yang telah menyalahkannya habis habisan.


Sementara Anton menarik tangan Melisa supaya menurutinya.


"Kamu diam disini awas jangan kemana mana". Anton.


Sementara Melisa masih cemberut dan tak mau melihat wajah Anton .


Romipun juga mengikuti Anton dari belakang.

__ADS_1


Dasar gadis keras kepala baru kali ini aku menemukan cewek seperti dia yang beda dengan yang lain .


"Woy Bro kenapa kamu harus melakukan itu Bro?" Tanya Romi sambil mengikuti Anton dari belakang.


"Aku gak mau Pak Heri Irawan itu menggagalkan kerja samanya karena masalah itu karna kerja sama Pak Heri itu yang ku harapkan sebab kerja sama beliau itu sangat menguntungkan". Anton menjelaskan sambil berjalan menuju pat meeting tersebut.


 


Ja'far yang sudah di rumah ea menelfon Feliska tanpa Wa lagi Ja'far langsung Fon Feliska.


"Hy Fel". Ja'far.


"Hy juga Mas, ada apa Mas ?" Jawab Feliska.


"Kamu nanti malam sibuk?" Ja'far.


"Enggak Mas, mang ada apa Mas?" Feliska.


"Nanti malam makan yok mau kan nanti Mas traktir deh". Ja'far.


Feliskapun menerima ajakan Ja'far .


"Tapi jangan ajak temen temen ya?" Ja'far.


"Emang kenapa Mas kan seru kalau mereka ikut". Feliska.


"Uang Mas gak cukup Fel". Ja'far yang hanya memberi sebuah alasan yang di ada ada.

__ADS_1


__ADS_2