CINTA SI GADIS TOMBOY

CINTA SI GADIS TOMBOY
Menghindari


__ADS_3

Melisa dan Ja'far menurunkan barang barang dari dalam mobil di sebuah toko besar di daerah situ, mereka bekerja dengan sangat giat.


"Mel jika capek kita istirahat dulu." Ja'far.


"Ah nanti nunggu dapet separu masih tanggung." tolak Melisa.


Ja'far terdiam, Ja'far tau walaupun Melisa seorang gadis tapi dia adalah gadis yang tangguh, dia bekerja keras untuk dia dan ibunya, tidak pernah menyusahkan orang lain, dia selalu berusaha dan bekerja keras. Melisa juga tak pernah sedikit mengeluh selalu ceria dan takkan pernah menyusahkan orang lain.


Walaupun dia seorang gadis tetapi semangatnya luar biasa, walaupun dia lagi kesusahan dia tak pernah menyusahkan orang lain. Aku berharap semoga dia dalan lindungan Allah.


Keringatpun bercucuran dari keduanya, tetapi keduanya masih bersemangat. terik matahari yang sangat panas tetapi tak jadi penghalang bagi keduanya, keduanya masih berusaha menurunkan barang dan itu semua demi kebutuham.


Walau panas matahari, walau hujan tetap kami akan berusaha, tanpa harus meminta minta, karna lebih baik tangan dia tas dari pada di bawah


Dan tak terasa barang sudah separuh diturunkan, Ja'farpun kembali ngajak Melisa istirahat.


"Ayok istirahat ini sudah separu." Ja'far.


"Ayok aku juga sudah haus, kita duduk disana aja yang lumayan teduh." Melisa.


Merekapun akhirnya beristirahat di bangku yang ada di bawah pohon. Yang letaknya tak jauh dari toko tersebut. Mereka minum dan makan cemilan di situ.

__ADS_1


Dan tak lama mereka di situ mereka melihat anak buah Anton sedang mencari seseorang, dia bertanya kepada orang. Mereka tau kalau itu anak buah Anton sebab waktu perlombaan dia ada.


"Mel itu sepertinya Anak buah Anton." Ja'far.


"Ea dialah yang paling menghinaku." Melisa yang tak lupa wajah wajah orang sombong.


"Kita pura pura tak tau aja." Ja'far.


"Emang kenapa?" Tanya Melisa.


"Ya anak buah Anton itu banyak, sementara kita, dia orang berduit Mel." Ja'far.


Melisapun nurut atas ucapan Ja'far, karena dia tau temennya itu berusaha melindungi dari si Anton sombong.


------'


Sementara Anton sudah pulang dari rumah sakit bersama orang tuanya.


Dan ketika di rumah Feliska yang merupakan adik Anton tak perduli dengannya bahkan dia tak mau bicara dengannya, dia cuek cuek saja.


"Fel ambilin kakak obat disana." Anton menyuruh Feliska yang lagi duduk nonton televisi.

__ADS_1


"Ogah ambil sendiri." Jawab Feliska ketus.


Sementara Anton geram mendengar jawaban Feliska.


"Fel aku ini Abang kamu!." Anton berbicara dengan Nada tinggi.


"Kamu bukan Abangku, aku tak punya Abang seperti kamu, kamu tak bisa menjadi contoh Abang yang baik." Feliska


Antonpun langsung pergi masuk kamar tanpa mempedulikan Feliska.


Feliska mendengus kesal kepa Anton.


Begitu juga dengan Anton yang marah.


Aku takkan menganggapnya Abang jika dia selalu berbuat seenaknya. Karena seorang Abang itu memberikan contoh yang baik untukku setidaknya untuk keluarga, aku berharap dia bisa berubah, dan ada seseorang yang bisa merubahnya.


Anton kembali mengutak atik HPnya guna mendapat informasi tentang Melisa.


Dasar gadis sialan karna dia aku jadi malu. Pasti nasibku di cemoh orang jika aku kalah lomba darinya, aku akan mencarimu dan memberi pelajaran dengan menantangnya kembali.


Ayo kak jangan lupa dukungannya .

__ADS_1


Apakah Anton bisa menemukan Melisa?.


__ADS_2