CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
(MOS) MASA ORIENTASI SISWA


__ADS_3

Hai, salam kenal Namaku Tiara Apriliani Hapshara usiaku sekarang beranjak umur 16 tahun di bulan April nanti, tahun menuju masa- masa ABG yang penuh dengan warna warni, aku anak kedua dari 2 bersaudara kakakku saat ini sudah bekerja di salah satu perusahaan besar di luar kota, aku hanya tinggal dengan Ayah Ibuku, aku jarang sekali bertemu dengan kakakku, tempat tinggalku dikota kecil yang belum banyak terjamah kemajuan zaman baik itu dari segi pendidikan, bangunan bertingkat, elektronik, ataupun alat komunikasi.


Bisa dibilang kota ini masih daerah asri yang masih jauh dari hiruk pikuk kendaraan besar ataupun polusi udara yang sangat pekat seperti kota-kota besar. Tempatnya sangat sejuk karena masih dalam kawasan gunung- gunung hijau, Masih jarang orang-orang disini melakukan aktifitasnya mengandalkan kendaraan bermotor atau mobil- mobil mewah, masyarakatnya masih banyak yang lebih memilih jalan kaki jika hanya belanja ke pasar , berangkat ke sekolah, atau melakukan rutinitas sehari-hari untuk bekerja.


Tahun ini adalah tahun ajaran baruku disekolah baru Menengah Atas (SMA), mendapat teman baru, guru baru, dan suasana baru sangat membuatku bersemangat di pagi hari.


Saat ini aku sedang mengikuti MOS di sekolah xx yang akan berlangsung selama sepekan lamanya atau lebih, pagi ini aku beraktifitas seperti biasa hanya mengawalinya lebih awal karena ingin ingin mendapatkan kesan yang baik.


"Pagi sayang" Sapa Ibuku yang sedang menata makanan di meja.


" Pagi Mah, Papa mana Mah?" Tanyaku pada Ibuku karena tidak mendapati Ayahku di meja makan.


"Tuh Papa, nih anakmu nyariin Pah?" sambil menunjuk dengan dagu Ibu menunjukan Papahku yang baru saja tiba dari jogging rutin setiap paginya.


"Iya, kenapa sayang anak Papah yang cantik." Ucap Papah sambil mencium keningku.


"Ih, Papah aku kan udah gede jangan dicium cium lagi Pah, apalagi kalo di depan temen- temen, malu Pah." ucapku dengan nada sebal karena Ayahku masih saja memperlakukanku seperti anak kecil.


"Iya, iya. Tiara udah gede deh. Nanti Papah sayang-sayang Tiaranya gak di depan temen- temen deh." Ayahku yang super hangat hanya terseyum melihat rengekanku yang ingin diperlakukan dewasa.


" duh, anak Mamah yang cantik, dan ngegemesin udah SMA gak mau di manja- manja yah." Ucap Mamahku sambil mencubit pipiku gemes.


" hehehe," aku hanya tersenyum mendengar Ibuku bertingkah seperti itu. Walaupun sebenarnya tidurpun kadang masih dikelonin Ibuku. Setelah sarapan aku minta ijin berangkat sendiri pada Ayahku karena ingin belajar mandiri.


"Pah, aku hari ini aku mau ijin berangkat sendiri yah Pah, boleh kan Pah?" ucapku dengan nada memohon.


"Emm, nanti ya sayang yah jangan sekarang."ucap Ayahku kawatir.


"Biar aja si Pah, kan jaraknya gak terlalu jauh juga ke tempat sekolahnya." ucap Mamahku membantu menyakinkan.


"Gak, gak, gak bukan gitu Mah dijalankan kecelakaan bermacam-macam, Papa rasa belum saatnya sekarang melepas Tiara." Ucap Papahku yang sangat over protektif dengan anak-anaknya.


Akupun tak mau merengek lagi setelah itu lebih memilih diam dan patuh, karena melihat kakakku pun yang masih dimanja Ayah Ibuku walau sudah bekerja, dan masih sangat sulit mendapat ijin Ayah dalam aktifitasnya, akan sangat sulit juga bagiku bila terus menerus merengek tanpa ijin mereka yang memiliki kekawatiran sangat besar pada anak-anaknya, tak lama kemudian akupun berangkat ke sekolah dengan Ayahku yang super duper hangat itu.

__ADS_1


"Dah, sayang. Semangat yah MOSnya. Nanti pas pulang Papa jemput lagi." Ucap Ayahku yang saat itu mengantarku sampai gerbang sekolah, tak lupa aku mencium punggung tangan Ayahku tanda hormatku pamit jika akan beraktifitas dan bepergian dan begitu pun Ayahku yang selalu mencium kening atau pipiku dan kakakku tanda sayangnya yang sangat pada anak- anaknya, walau aku yang sudah tidak nyaman jika perlakuan Ayah padaku itu, tapi demi menjaga perasaan orangtuaku aku selalu berusaha bersikap biasa didepan teman-temanku.


" Iya, oke Pah. Nanti Tiara kabari Papah ya." Ucapku meyakinkan Ayahku supaya tidak kawatir.


"Oke, sayang. Papah berangkat yah." Ucap Ayahku tersenyum dan melambaikan tangannya sambil melajukan mobilnya. Akupun melambaikan tanganku dan membalas senyumannya.


Setelah siluet mobilnya hilang aku pun masuk bersama siswa siswi baru yang lain, yang saat itu berbarengan masuk melewati gerbang sekolah.


"Kia," panggilku pada seorang gadis yang sendirian di lorong kelas dan sedang fokus melihat kegiatan yang sedang berlangsung di lapangan upacara.


" Hei, Ra", sapa Kia mendekatiku.


"Kapan dateng?" Tanyaku ke Kia


"Baru sampe ," ucap kia padaku


"Lo tau gak, kalo diangkatan kita ada cowo ganteng banget yang masuk ke sekolah ini juga," ucap Kia bersemangat sambil menunjuk seseorang yang sedang latihan menjadi perwakilan penerimaan siswa baru.


" Emm ..." Aku cuma meresponnya biasa karena jaraknya yang agak jauh.


Saat itulah aku melihat orang yang dimaksud Kia dari jarak dekat, kami hanya berjarak 5 atau 10 cm saja, dan memang benar apa yang Kia bilang aku pun langsung mengakuinya kalo dia memang sangat tampan dan memikat kaum hawa, tak lama kami mendengar pengumuman dari pengeras suara yang meminta siswa baru untuk berkumpul dan berbaris dengan rapih.


Saat ini kami sedang duduk semeja, setelah mendapat intruksi dari kakak kelas panitia yang sedang bertugas saat berkumpul dilapangan tadi meminta untuk mengecek nama masing-masing di papan pengumuman supaya tau pembagian kelas mana yang didapat.


Saat Kakak pembimbing sudah berada di kelas, kami kemudian di Absen dan diminta untuk duduk dengan lawan jenis, saat itu Kia dipindahkan tepat dibagian belakang tempat dudukku, kami hanya terhalang satu meja dan hanya tinggal aku yang belum mendapat teman semeja.


Wangi parfume yang manis tiba- tiba tecium saat seorang siswa duduk disebelahku, seketika aku terpesona dan menikmati keindahan-Nya yang sangat memanjakan mata, siluet hidung, mata, bibir, alis dan kulitnya yang sangat indah membuatku keki dan grogi seketika, aku hanya terdiam, tersenyum dan mencuri- curi pandangnya tapi tak berani untuk menanyakan nama saat kakak pembimbing meminta kami untuk berkenalan, tak lama kemudian kami diminta berdiri secara bergantian dan menyebutkan nama teman kami yang baru.


"Hai, kenalin nama Aku Tian, kamu siapa?" Tanya dia padaku sambil menunjukan tangan perkenalannya, mencairkan suasana yang saat itu beku seperti kutub saja.


"Iya, hai. Aku Tiara, " kami pun bersalaman dan tersenyum kecil bertemu pandang.


Setelah beberapa kegiatan berlangsung, aku hanya banyak diam dan menyimak sambil curi curi pandang, bell jam istirahat pun berbunyi seketika para siswa pun keluar berhamburan melakukan berbagai aktifitas namun aku dan Kia lebih memilih kantin untuk menikmati jam istirahat kami.

__ADS_1


Kantin sangat heboh oleh para siswi yang teriak histeris baik itu siswi baru atau siswi senior, aku dan Kia yang saat itu sedang menunggu makanan hanya saling pandang dan merasa heran karena tak tau apa yang terjadi, tiba-tiba seseorang menghampiri kami dan meminta ijin untuk bergabung duduk dengan kami.


Darisanalah aku tau kenapa semua orang heboh secara mendadak.


"Hai, kita boleh gabung gak?" Tanya Tian yang juga tak sendiri karena ada 2 teman lainnya bersamanya.


"Iya, boleh silahkan." Jawab Kia sambil memandangku tanda kode meminta persetujuan aku pun hanya mengangguk kecil karena sedang minum es jeruk dari sedotan yang dibungkus plastik, dan memang kebetulan hanya meja kami yang masih kosong karena yang lain sudah terisi penuh. Seketika kami jadi bahan perhatian satu Kantin dan membuatku risih.


Tian tak lupa mengenalkan temannya pada kami yang berasal dari Kelas Mawar itu, lalu pembicaraan pun dimulai dan suana mencair dengan sendirinya karena obrolan kami, tak lama pesanan kami datang, Mie Ayam dan teh hangat dengan gelas besar sekarang ada didepan kami, aku yang mendadak grogi karena malu tiba- tiba kenyang menyisakan banyak makanan, karena tidak nyaman dengan keadaan aku pun berhenti makan dan tidak menikmati makanannya, seandainya hanya kami berdua yang makan mungkin porsi satu mangkok dirasa kurang mengenyangkan perutku yang lapar, beda halnya dengan Kia yang habis tanpa sisa melahap Mie Ayam dengan cepat tanpa kaku.


Setelah kejadian di kantin aku banyak bertegur sapa dengan Tian kami tidak sedingin sebelumnya aku juga bisa mengimbangi dia dalam obrolan Tian walau kadang terasa receh bahkan obrolan kami bisa sampai kemana mana kalo Kia udah gabung walaupun kadang diselingi senda gurau yang membuat kami makin dekat, ada rasa senang kalo sudah melihat Tyan ketawa, kami jadi lebih akrab dan aku sangat senang tentunya.


Sepekan telah berlalu, kami sudah melewati MOS dengan baik, aku dan Kia saat ini duduk semeja di kelas X/A banyak sekali hal yang menyenangkan, pengalaman baru juga saat MOS berlangsung.


Tian yang juga di kelas X/A saat ini duduk tak jauh dari sampingku ,kami hanya berjarak 1 meter dari dari tempat duduk sekarang.


Pelajaran pagi ini adalah Matematika yang ku sangat benci tapi bikin penasaran udah kayak gebetan aja kan ,hehehee


Nilaiku memang terbilang bagus dalam semua pelajaran tapi tetap saja aku juga sama dengan yang lainnya kadang membenci beberapa pelajaran yang sulit dicerna apalagi kalo gurunya kayak gak niat ngajarnya.


Pertemuan hari ini dengan guru MTK hanya pengenalan bab awal sedikit banyaknya kami lebih banyak perkenalan, sayangnya ternyata kami tidak bisa bertemu lagi di pelajaran MTK yang akan datang karena ini untuk yang pertama dan terakhir, beliau bilang tidak akan bisa melanjutkan pertemuan selanjutnya karena memang beliau ditugaskan mengajar untuk kelas XI dan kelas XII mulai minggu depan akan ada guru pengganti untuk MTK kelas X.


Ada rasa sedikit kecewa mendengarnya, karena sepertinya beliau adalah guru yang sangat pintar dalam menyampaikan pelajaran pada kami, bukan seperti guru kebanyakan yang mengajar pada satu orang di dalam kelas dan jika salah satu dari kami ada sudah mengerti maka dia menganggap sudah mengerti semua anak/sekelas itu, aneh kan! kalo kata aku gak banget sama guru yang kayak gini.


***


Terimaksih untuk semua pembaca


Semoga kalian menikmatinya


Dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisannya


Karena ini novel pertama saya

__ADS_1


Mohon komentar dan sarannya supaya saya bisa lebih baik lagi


__ADS_2