CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
KELELAHAN HINGGA SAKIT


__ADS_3

Keesokan harinya Tian bangun dengan tubuh yang masih lelah dan terasa tidak enak badan, dia langsung menelan Vitamin andalannya setelah selesai sarapan pagi untuk menjaga staminanya agar tetap terjaga.


Begitupun dengan Tiara yang mulai bersin-bersin dan meriang hingga Kia menyarankannya untuk tidak masuk sekolah dulu dan ijin sakit saja ke sekolah. Namun Tiara tak mau mendengarkan Kia dan tetap bersiap-siap untuk berangkat ke sekolahnya.


Hingga saat Tian datang Tiara terlihat sangat pucat dan keringat dingin yang terus keluar membuat tubuh Tiara lemas dan pandangannya juga mulai tidak fokus, hingga Tian pun meminta pada Tiara untuk tidak berangkat ke sekolah.


"Ki, lo duluan aja. Gue mau nemenin Tiara di rumah." Ucap Tian yang menahan Tiara.


"Oke deh, itu lebih baik. Lagian lo juga kelihatan gak sehat sama-sama kecapean gara-gara acara kemaren kayaknya. Kalo gitu gue duluan yah, entar gue bikinin kalian surat buat guru." Ucap Kia sambil memakai helmnya.


"Oke, thank's yah Ki." Ucap Tian lemas.


"Oke, yah udah gue berangkat yah guys. Kalian berdua masuk aja sana, istirahat yang cukup, jangan lupa pada makan nanti siang." Ucap Kia cemas.


"Oke, lo hati- hati juga dijalannya." Ucap Tian.


"Pasti." Ucap Kia dan berlalu.


" Kita masuk yah, disini dingin. Yu..." Ucap Tian sambil membantu Tiara berdiri dan memapahnya.


Tiara memilih pasrah dan menurut apa kata Tian karena tubuhnya mulai terasa lemas dan gontay, Tiara yang tak henti-hentinya bersin membuat kepalanya sangat sakit dan meriang di sekujur tubuhnya semakin parah hingga tubuhnya harus dibopong Tian saat berjalan pun.


Tian mengantar Tiara ke kamarnya lalu kembali ke luar untuk menelpon Bi Enah dan meningalkan Tiara yang akan mengganti pakaiannya kembali.


Tian menelpon Bi Enah memintanya datang bersama Pak Dirman untuk membantunya membuat makanan untuknya dan Tiara, dia juga meminta dibawakan beberapa pakaian ganti karena kemungkinan akan berada di rumah Tiara untuk seharian penuh.

__ADS_1


Tak lama Tian pun masuk kembali ke kamar Tiara dan mendapati Tiara sudah terbaring lemas dan terus bersin-bersin, Tian membangunkan Tiara dan memberinya Vitamin yang dibawanya dari rumah, Tiara pun menurut dan meminumnya lalu tertidur kembali hingga saat Tian mengompresnya berulang kali.


Tak lama Bi Enah datang bersama Pak Dirman, namun Pak Dirman tak lama langsung pulang lagi karena rumah Tian sedang tak berpenghuni siapapun.


Bi Enah langsung ke dapur dan membuatkan bubur untuk mereka sedangkan Tian langsung mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya di kursi dengan perlahan karena tubuhnya terasa remuk dan sakit pada sekujur tubuhnya.


Tak lama ia terlihat pulas tertidur saat bi Enah hendak membangunkannya untuk makan bubur terlebih dahulu. Bi Enah pun lantas mengurungkan niatnya lalu berjalan ke kamar Tiara yang lalu mengecek keadaan Tiara yang juga tertidur pulas karena tubuhnya yang sedang demam panas.


Bi Enah membantu mengganti handuk kecil yang dipakai untuk mengompresnya yang sebelumnya di lakukan Tian dengan perlahan Bi Enah melakukannya hingga beberapa kali.


Bi Enah juga tidak lupa mengecek Tian yang saat itu terbaring tanpa bantal dan selimut di luar, bi Enah lantas masuk ke salah satu kamar lalu menerka- nerka kamar tersebut, karena sepertinya disana adalah kamar tamu Bi Enah yang awalnya hendak berinisiatif sendiri membawakan bantal dan selimut, ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih membangunkan Tian supaya pindah ke kamar itu saja.


Tian pun terbangun saat bi Enah menggoyang-goyangkan tubuhnya dan memintanya untuk pindah ke kamar tamu supaya tidurnya lebih nyaman.


Tian pun menurut dan pindah ke kamar tamu di rumah Tiara tersebut untuk tidur lebih nyaman disana. Lalu bi Enah memutuskan membantu membereskan rumah Tiara dulu sambil menunggu Tian dan Tiara istirahat.


Setelah itu Bi Enah mencuci beberapa pakaian Tiara yang kotor lalu bi Enah juga menyediakan makanan untuk Tian dan Tiara yaitu sup pare yang dia bawa dari rumah Tian.


Siang hari sekitar jam 11.30 Bi Enah kembali mengecek keadan mereka berdua, dan ternyata Tiara sudah mulai turun demamnya sedangkan Tian suhu tubuhnya masih sedikit hangat.


Bi Enah mengurungkan kembali niatnya untuk membangunkan Tiara dan Tian dan meninggalkannya kembali, sekitar satu jam kemudian Bi Enah kembali membangunkan Tiara dan Tian untuk makan dan meminum obat lagi.


Mereka pun bangun dan menghampiri meja makan yang sudah tersedia makanan, Bi Enah sengaja menyediakan sup pare yang selalu menjadi andalannya saat Tian sakit karena pare bisa membantu mengembalikan indera perasa yang hilang saat sakit.


Awalnya Tiara ingin menolak makanan yang disediakan Bi Enah karena dia tidak pernah makan pare yang pahit itu.

__ADS_1


Tapi karena Tian memaksanya Tiara pun akhirnya terpaksa memakannya dan ternyata indera perasanya memang hilang dan tak merasakan pahit yang akan membuat seluruh lidahnya kepahitan.


Beberapa jam kemudian Kia pulang membawa beberapa buah- buahan dan beberapa sayuran yang dia beli dari pasar saat perjalanan pulang.


Dia juga lega saat melihat Bi Enah ternyata datang dan merawat Tian dan Tiara, selama di sekolah dia terus memikirkan keadaan Tian dan Tiara yang dia tinggal begitu saja dan hampir bolos sekolah karena saking khawatirnya pada Tian dan Tiara.


Namun untungnya niatnya itu tidak jadi dia lakukan karena dan tetap bertahan berada di sekolah sampai pelajaran selesai sampai jam terakhir.


Sepulangnya Kia ke rumah Tiara, dia mendapati Tian dan Tiara sedang duduk lemas sambil tiduran dengan tubuh diselimuti dengan selimut tebal dan memakai pakaian tebal sambil nonton TV, Kia menghampiri keduanya dan menanyakan keadaannya.


"Hei, gimana keadaan kalian sekarang?" Ucap Kia sendu karena kawatir


"Gue udah baikan ko Ki. Untung ada Bi Enah yang merawat kita, sekarang kita udah agak mendingan." Ucap Tiara tersenyum berat.


"Ya udah syukur deh, gue cemas banget sama kalian bedua dan ngerasa bersalah juga karena tadi pagi pergi gitu aja. Hampir aja tadi gue juga mau balik lagi kesini." Ucap Kia penuh kekawatiran.


" Makasih ya udah cemas sama kita, tapi sekarang kita udah baikan ko." Ucap Tiara lemas.


"Iya deh, gue lega. Ya udah gue ke kamar dulu yah, mau mandi dulu, udah gak enak nih badan lengket dan bau." Ucap Kia lagi sedangkan Tiara hanya mengangguk kecil dan tersenyum.


Setelah mendapat jawaban yang cukup melegakannya, dia langsung menuju dapur dan menyimpan belanjaannya, Bi Enah terlihat sedang sibuk memasak beberapa makanan untuk disantap semuanya.


Kia langsung menuju kamar Tiara menyimpan tas dan mengganti pakaiannya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah berbau keringat karena hari ini dia kebetulan ada pelajaran olahraga juga.


Setelah selesai Kia langsung bergabung dengan Tian dan Tiara yang sudah ada di meja makan, mereka pun makan bersama hingga beberapa saat kemudian Bi Enah pamit pulang saat Pak Dirman menjemputnya.

__ADS_1


Tian tak ikut pulang dan memilih menemani Tiara, dia juga tidak bisa mengantar Bi Enah sampai halaman depan karena udara dingin membuat tubuhnya terasa ditusuk-tusuk beberapa jarum kecil hingga tulang-tulangnya.


Setelah kepergian Bi Enah tak lama mereka masuk ke kamar masing-masing dan tidur lebih awal supaya esok hari nanti tubuh mereka pulih lebih cepat dan dapat beraktivitas kembali seperti biasa.


__ADS_2