
Setelah sampai di Bandara Tian, Tiara dan Kia dijemput supir Tian yang sudah menunggu salama 30 menit sebelum kedatangan Tian.
Namanya Pak Dirman, Tian menghubungi Pak Dirman saat keberangkatannya menuju Bandara di Bali.
"Pak, udah nunggu lama?" Tian bertanya pada supirnya Pak Dirman yang menghampirinya dan membawakan troli kemudian langsung dibereskan di bagasi.
"Belum ko mas, saya juga belum lama datangnya." Jawab Pak Dirman yang selalu hangat pada majikannya itu dan tidak pernah mau membuatnya kawatir.
Tian pun masuk ke dalam mobil belakang bersama Tiara sedangkan Kia ada didepan, Pak Dirman kemudian melajukan mobilnya setelah membereskan barang-barang di bagasi.
"Pak, nanti kita mampir ke tempat biasa dulu sebelum pulang yah." Intruksi Tian pada supirnya.
" Baik mas,,," Jawab Pak Dirman.
" Kita mau kemana dulu?" Tanya Tiara yang langsung memandang Tian ingin tahu.
" Kita nanti mampir dulu ke cafe langganan aku yah. Aku laper banget pengen makan." Ucap Tian menjawab dengan lembut yang juga langsung memandang wajah cantik Tiara yang sekarang sudah berubah warna kulitnya menjadi agak gelap eksotis kemudian Tian menekan kedua pipi Tiara dengan satu tangannya sehingga bibir Tiara yang pink menggoda terlihat mengerucut membuat Tian gemas.
Tiara yang mengerti hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Setuju , lo emang yang paling the best ian tau aja gue juga udah laper banget." Ucap Kia yang langsung spontan membuatnya senang saat mendengarnya, namun berbeda dengan Tiara yang justru malah menggelengkan kepalanya jengah melihat kelakuan temannya itu.
"Pak putar radio biasa yah?" Pinta Tian pada Pak Dirman.
"Baik Mas, " Jawab Pak Dirman mengerti.
Pak Dirman yang sudah tahu siaran radio Desta dan Gina kesukaan Tian tidak pernah merubahnya.
"Loh kamu juga suka sama siaran radio ini". Tanya Tiara senang sambil melirik Tian.
"Iya, Aku udah lama suka banget siaran radio ini." Jawab Tian sambil membalas senyuman Tiara
"Aku juga suka banget loh." Ucap Tiara senang lalu memegang tangan Tian yang lebih lebar dan besar dari tangannya itu.
Selama perjalanan mereka sangat terhibur dengan musik dan candaan sampai terpingkal-pingkal karena mendengar kelucuan dari siaran radio.
______________________________________________
"Pak saya sedang menuju kesana sekarang, nanti tolong kosongkan tempat duduk satu meja biasa untuk saya dan tolong bersikap sewajarnya karena saya membawa teman-teman saya." Tian mengetik pesan dengan cepat kepada manager Cafe Vanilla milik keluarganya.
" Baik, Mas. Nanti saya siapkan." Ucap Manager tersebut membalas pesan Tian.
______________________________________________
★***★
Oh iya, sebelumnya Tian ditinggalkan beberapa usaha cafe dan perkebunan juga perumahan di berbagai daerah.
Di tempat tinggalnya yang sekarang pun Tian di tinggalkan beberapa tempat mulai dari Sekolah SMA sampai perkuliahan, cafe dan mall juga dibangun untuk menghiburnya dan sebagai tanda sayang dari kedua orang tuanya yang tidak bisa selalu disisinya.
Orangtuanya berharap semua fasilitasnya bisa membantu anaknya hidup dengan kemudahan.
Semua perusahaan dan usaha- usahanya itu dibantu oleh Tanteunya yang tinggal di Bali, dan oleh paman dari Ayahnya juga yang berada di Ibukota.
Saat ini sebenarnya Tian sedang dibantu Pamannya untuk belajar mengetahui beberapa usaha yang didirikan orangtuanya.
Tian juga sempat diminta tinggal dengan pamannya di Ibukota, tapi Tian menolak dan lebih memilih hidup sederhana dengan bibinya, pamannya sangat mengerti apa yang Tian mau, sesekali pamannya selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi atau lebih tepatnya mengajari Tian.
Tapi Tian tidak mau semua orang tau bahwa dia memiliki banyak fasilitas mewah karena semua hal itu hanya akan membawa bencana baginya. Selama ini dia sudah cukup senang dengan hidup tanpa memakai banyak fasilitas yang diberikan orangtuanya.
Kesederhanaannya yang sekarang terasa lebih baik dengan kehadiran orang-orang yang tanpa pamrih ada disekitarnya.
Dia lebih senang melakukan segalanya diam-diam jika pun harus memakai fasilitas dari orang tuanya.
★***★
Sesampainya di tempat tujuan Pak Dirman memarkirkan mobil dan berniat menunggu di mobil saja tapi Tian ternyata mengajaknya masuk membuat Pak Dirman tak enak hati dan mengikutinya.
__ADS_1
Tian memang selalu makan bersama bibinya dan supirnya di meja yang sama, saking kesepiannya, dia juga tak mau menganggap orang yang ada di sekelilingnya dibedakan karena hanya mereka yang dia miliki sekarang.
Setelah salah satu manager melihat kedatangan Tian, Tian langsung dipersilahkan duduk ditempat yang biasa dia pakai saat berkunjung, tempatnya bernuansa putih, sangat instagramable, terdapat kolam kecil yang asri yang membuat suasana nyaman, dan jika malam suasananya sangat romantis.
Kia dan Tiara sangat terpukau dengan suasana dan keindahan di setiap sudutnya, merek hanya mengikuti Tian berjalan dari belakang.
"Hallo selamat datang di Cafe kami, silahkan pilih menunya dulu untuk melihat makanan dan minumannya." Ucap Managernya itu seraya menunjukan buku menu yang ada di meja.
Tiara dan Kia hanya mengucapkan "Baik, Terimakasih," secara bergantian kemudian menganggukan kepalanya pelan dan kemudian mengambil buku menu untuk memilih beberapa makanan dan minuman.
Tian yang sudah tahu ingin makan apa kemudian memesan Gurame sambel kecap cobek+Nasi dan sup iga, minumannya es jeruk dan Tiara memesan Baso larva dan teh hangat , Kia memesan Fizza mini dan es soda dan Pak Dirman hanya memesan Roti bakar isi coklat dan selai kacang dan minumannya kopi hitam. (Jangan tanya kenapa kalo menunya agak aneh ya, suka- suka thor yang nulisnya heheheee).
Saat semua makanan datang semua terlihat antusias dan langsung melahap makanan masing-masing.
"Eh, ini pikiranku aja yang aneh atau emang kalian juga ngerasa yah. Ko kita sampe dilayani sama Managernya langsung sih?" Tanya Kia pensaran.
Tian hanya terdian sedangkan Pak Dirman juga tidak berani menjawab apapun, hanya melihat Kia sekilas lalu melanjutkan makannya.
"Yah Ki, lu mah ada-ada aja ya gak aneh kali, kan mungkin saja semua pelayannya sedang sibuk." Jawab Tiara yang melihat kondisi cafe sedang rame.
"Oh iya kali yah..hehee.." Kia pun menghiraukan pikirannya yang sepintas terasa aneh itu. Karena memang masuk akal juga apa yang Tiara katakan.
Selasai makan Tian yang tidak mau kentara bahwa Cafe itu miliknya oleh Tiara dan Kia lantas memanggil Manager tadi lalu menyerahkan salah satu kartunya untuk membayar makanan.
Managernya langsung menerima kartu dari Tian dan berlalu meninggalkan jejak menuju ke area kasir.
★★★
"Mas, apa yang harus saya lakukan?" Tanya Managernya dalam sebuah pesan.
"Bayar saja." Balas Tian cepat.
Managernya merasa bingung karena takut ada masalah dikemudian hari, kejadian seperti ini juga belum pernah terjadi sebelumnya, lalu dengan ide jeniusnya dia membuat bon palsu dengan begitu semua beres pikirnya dalam hati.
Tian yang merasa puas dengan hasil pekerjaan Managernya lalu mengucapkan "Terimakasih" dalam pesan singkatnya. Managernya merasa senang karena hasil kerjanya tidak merusak suasana hati Tian.
Saat Tiara sampai, rumahnya tampak sepi tidak biasanya. Tiara kembali mengetuk pintu dan memanggil Ibunya tapi tidak ada jawaban. Tiara merasa heran karena Ibunya selalu dirumah dan sekarang Tiara hanya bisa menunggu di kursi depan.
Tiara menyesal karena tidak memberitahukan siapapun sebelumnya, lalu Tiara teringat kunci yang selalu disimpan ibunya di pot bunganya dia pun bergegas beranjak mencari dan benar saja kunci cadangan yang selalu tersimpan disana masih ada.
Dari saat masuk Tiara tidak menemukan siapapun, kemudian Tiara pun mencari ke setiap ruangan namun tetap nihil.
Tiara pun lantas memutuskan untuk masuk ke kamarnya untuk membereskan pakaiannya dan mandi karena merasa sudah tidak nyaman dengan tubuhnya yang lengket.
Selesai mandi Tiara melihat mamahnya yang berasal dari arah depan dengan tangan penuh plastik belanjaan.
"Eh, sayang kamu udah pulang?" Ibu Tiara yang baru tiba dan melihat anaknya masih memakai handuk.
"Iya, Mah. Mamah abis belanja? Tiara bertanya sambil menghampiri mamanya dan mencium pipi mamanya lalu memeluknya.
" Iya, Mamah habis belanja kebutuhan kita yang sudah habis. Jadi belanjanya agak lama, ko kamu enggak ngabarin udah mau pulang. Kan kalo tau kamu mau pulang mamah masak dari tadi." Ucap Mamah Tiara yang merasa bersalah karena belum menyiapkan makanan di rumahnya.
" Iya gak papa ko mah, tadi Tian udah ngajakin makan dulu ko sebelum sampe rumah." Ucap Tiara sambil membantu mamahnya membereskan belanjaannya.
" Ya, udah kalo gitu. Eh iya gimana liburannya? Mamah Tiara penasaran sambil menarik anaknya duduk di meja makan.
"Seru mah, Oh iya mah nanti kapan-kapan kita kesana yu mah." Tiara pun mengikuti gerakan mamahnya untuk duduk di meja makan.
Tiara pun mulai menceritakan semua hal selama disana dari hari pertama sampai pulang, lalu Tiara memberikan juga oleh oleh yang untuk Mamah dan Papahnya.
Saat semua orang sedang sibuk menyiapkan makan malam Andri yang saat itu baru datang langsung menggandeng Rena berjalan menuju meja makan untuk bergabung.
"Selamat malam semuanya" Andri menyapa semua orang sambil mengajak duduk Rena di meja makan.
Semua orang menyambut hangat kedatangan dua sejoli itu, Risa(Mamah Tiara)langsung meminta Tiara menambahkan piring untuk Rena di meja makan.
Rena yang melihat Risa sedang sibuk membawa makanan dari dapur langsung berdiri berjalan menuju dapur.
__ADS_1
" Mba ada yang bisa aku bantu?" Tanya Rena menawarkan bantuan.
"Eh Ren, jangan kesini. Disana aja ko malah jadi ke dapur." Jawab Risa yang masih sibuk membawa makanan ke meja.
"Gak apapa dong mba, kayak sama siapa aja" tukas Rena sambil tersenyum.
" Baiklah, kalo kamu bersi keras kamu bisa bawa apa aja silahkan." Perintah Risa menunjuk ke beberapa makanan
Berkat Rena Risa terbantu menyelesaikan pekerjaannya lantas mereka pun langsung menyantap hidangan setelah selesai disajikan.
Selama makan senda gurauan melengkapi kehangatan mereka, Tiara yang sudah selesai makan langsung menuju ke dapur dan membawa piring yang kotor untuk langsung dicuci.
Rena membantu Risa di dapur dan Tiara membereskan meja makan lalu semuanya pindah ke ruang keluarga untuk bersantai dan menonton TV.
"Mas, Mba Andri mau bicara pada kalian semua, Andri membawa Rena kesini karena ingin mengenalkannya sebagai pasangan dan calon istri Andri, Andri mempunyai niatan ingin segera menghalalkan Rena Tahun ini." Ucap Andri sambil melihat Risa dan Romi(Ayahnya Tiara) dengan mengepalkan kedua tangannya di depan
Semua sangat bahagia mendengar kabar baik niatan Andri, Rena yang sudah tak asing untuk keluarga Tiara langsung disambut baik. Terlebih Risa yang sangat bahagia adiknya akhirnya akan menikah setelah sekian lama menunggunya memberi kabar ingin menikah.
"Lalu kapan kamu bawa Rena ke ibu dan Ayah ndri?" Ucap Risa (Mamah Tiara) kemudian.
" Rencananya Akhir pekan aku akan kesana mba?"Jawab Andri.
"Baiklah, ya udah bagus, lebih cepat lebih baik, Ibu pasti bahagia banget mendengarnya." Ucap Risa terharu bahagia sambil tersenyum.
"Lalu nanti mau tunangan dulu atau langsung nikah aja?" Tanya Ayah Tiara lagi.
"Kita mau langsung nikah aja mas." Ucap Andri sambil memandang Rena sesaat.
"Baiklah, itu lebih bagus. Rencananya mau kapan kalian akan melangsungkannya?" Tanya Ayah Tiara lagi.
" Andri pengennya tahun ini mas, di bulan November atau Desember." Ucap Andri sambil memegang tangan Rena.
"Syukurlah kalo sudah mantap, mas dan mba ikut senang." Ucap mamah Tiara memandang sesaat Ayah Tiara yang hanya menganggukan kepalanya kemudian melihat kearah Andri dan Rena lagi.
"Selamat yah Bu, semoga semuanya lancar sampai hari yang dinantikan" Tiara langsung memeluk Rena yang kebetulan ada disebelahnya.
"Amin Yaa Alloh Amin. Terimakasih yah, mulai sekarang kamu bisa panggil saya Tanteu jika berada diluar area sekolah." Rena pun membalas pelukannya dan tersenyum senang mendengar ucapan dari Tiara.
"Iya, baik Tanteu." Tiara langsung mengulang panggilan baru untuk Rena.
Semua orang merasa hari ulang tahun Tiara membawa keberkahan karena telah memberikan kejutan yang berlipat-lipat.
Setelah jam sudah menunjukan jam 9 malam Andri permisi untuk mengantar Rena pulang kerumahnya.
Tiara pun permisi pada orangtuanya untuk masuk ke kamarnya.
Lalu merebahkan tubuhnya dikasur dan mengambil handphone kemudian membuka kontak dan mengacaknya lalu di menghubungi Tika kakaknya.
" Hallo kak, lagi apa?" Tanya Tiara sambil memeluk guling yang didekatnya.
Aku baru beres bersih-bersih de, kamu lagi apa sekarang?Kapan pulang de ? jangan lupa pesanan kakak." Jawab Tika yang baru beres mandi dan belum mengetahui bahwa Tiara sudah di rumahnya.
"Kak Aku udah pulang tahu, sekarang lagi di kamar nih. Pesanannya udah aku taro di kamar kakak. Eh iya tahu gak kak, Om Andri bentar lagi mau nikah lo sama Bu Rena." Ucap Tiara kemudian.
"Oh iya, ko cepet banget baliknya. Kakak kira mau seminggu disana, eh tapi iya gak mungkin juga yah diijinin Papah, heheheeee. Oh iya de , wah Alhamdulillah deh akhirnya kabar baik yang sudah lama ditunggu Mamah datang juga. Nenek sama Kakek pasti seneng banget dengernya." Ucap Tika kemudian.
"Iya kak, Mamah juga bilang gitu." Ucap Tiara lagi sambil melemparkan guling dan berdiri duduk lalu menarik boneka pemberian dari Tian dan memeluknya.
"Ya, udah ya Kak. Aku mau nelpon Tian dulu." Ucap Tiara cengengesan.
"Iya deh, yang mau kangen-kangenan." Ucap Tika menggoda adiknya.
"Hehehehe ... sambungan telepon pun berakhir.
****
Hai semu reader jangan lupa like, vote dan tekan favorite yah supaya novel ini selalu kamu tahu setiap updatenya
__ADS_1
Happy reading all 😘😘😘