CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
CURAHAN HATI TIARA


__ADS_3

Suatu hari di sekolah Tiara sedang menyelenggarakan pertandingan olahraga basket antar kelas untuk mengikuti turnamen antar sekolah yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh tim panitia penyelenggara.


Tiara yang juga sebagai salah satu panitia penyelengaranya tidak dapat ikut bergabung mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung akibat kecelakaan yang menimpanya.


Tiara hanya dapat menikmati dan mendoakan semoga teman-teman panitianya dapat menjalankan kegiatannya dengan lancar.


Tiara dan Tian juga beberapa teman seangkatan dari kelas lain sebelumnya telah terpilih menjadi anggota OSIS karena prestasi dengan peringkat bagus.


Selain itu Tian juga menjabat sebagai ketua kelas dan Tiara sebagai wakilnya.


Tiara dengan masih terpincang-pincang dibantu Kia duduk di dikursi penonton untuk menyaksikan pertandingan basket yang diikuti Tian dan Dira mewakili dari kelas masing-masing.


Pertandingan pun dimulai, Dira dan Tian yang saat itu sudah berada di lapangan basket sangat jelas terlihat bahwa mereka sangat tidak bersahabat karena sering kali mendapat perhatian dari wasit.


Tiara melihat jelas sikap Dira dan Tian yang seperti anak kecil tidak mau ambil pusing dan lebih memilih menikmati pertandingan yang sedang berlangsung. Namun tak lama Tiara menarik Kia keluar dari arena kursi penonton tanpa disadari Dira dan Tian.


"Ra, loe kenapa sih malah ngajakin gue ke kantin?" Ucap Kia kesal. Karena Tiara malah mengajaknya di saat pertandingan lagi seru-serunya.


"Gue laper Ki." Sahut Tiara beralasan.


"Eh cantik, dimana mana yang laper itu makan yang padet, bukan kayak loe ini malah makan makanan ringan, gue tau banget lo kalo lagi laper tu bisa makan 2 porsi mie ayam mang Ade( tukang mie ayam yang berjualan di kantin sekolah) mending loe jujur deh sama gue, loe kenapa sih Ra? Loe lagi ada masalah ya, biasanya juga loe suka cerita tanpa harus gue tanya-tanya dulu." Ucap Kia sambil menggoda karena mulai merasa aneh dengan gelagat sahabatnya itu.


"Gue sebenarnya masih belum nyaman dekat sama Dira Ki, gue belum bisa menerima kehadirannya lagi setelah apa yang sudah dia lakukan pada gue dulu, dan sekarang dia datang tanpa basa-basi atau sekedar minta maaf karena kesalahannya, malah yang ada dia bikin babak belur gue kayak gini nih. Dan sekarang disaat gue menemukan penggantinya dia malah justru seperti ingin menjadi penghalang, gue pengennya dia jaga jarak aja sama gue Ki." Ucap Tiara penuh penjelasan pada Kia.


"Sebenernya beberapa waktu yang lalu pas dihari Dira nabrak loe itu gue juga sama agak sedikit aneh sikapnya mencurigakan banget bagi gue karena dia tiba- tiba muncul padahal setahu gue dia itu mau ngelanjutin SMA nya di luar kota gitu loh, emang loe gak tau soal itu? Kalo menurut gue ni ya... dengan adanya Dira sekarang atau dulu itu udah jelas membuktikan kalo dia adalah tipe cowok yang gak baik, dia plinplan, kurang tegas dan mudah terpengaruh oleh orang lain. Kalo aja dulu dia gak ninggalin loe begitu aja yaaaa... minimal mutusin hubungan dulu loe ke jangan ngegantung, PHPin anak orang kan mungkin akan berbeda ceritanya sekarang.


Tapi Ra, kalo dibanding Tian yang walaupun belum lama kita kenal, Tian sangat jauh lebih baik dalam segi kepintarannya dia selalu juara umum dan dari segi ketenarannya kayaknya gak ada cewe yang gak pengen jadi pacar dia deh, dari latar belakangnya juga dia bukan orang sederhana seperti yang loe tahu, karena gue kan pernah ke rumah dia pas nganter dia mau nengokin loe itu, rumahnya itu sangat menggambarkan dia sebenarnya, tau nggak? Tapi kan Tian gak sesombong itu dan lebih memilih terlihat sederhana sampe loe sendiri tertipu kan? Dia juga sifatnya gak kalah lebih baik dari Dira, sholatnya rajin tutur katanya sopan malah kalo sama loe mungkin sikapnya lebih lembut banget daripada ke cewe- cewe lain termasuk gue, Setau gue selama kenal sama Tian dia sangat dingin, pendiam dan ketus pada orang lain, hanya pada kita dia sangat hangat dan mau berkomunikasi Ra, apa loe gak pernah sadari itu." Ucap Kia memberi pendapat dan penjelasan panjang lebar pada Tiara sambil minum segelas es teh manis favoritenya.


Tiara yang saat itu mendengarkan Kia bicara hanya menyimak dan manggut-manghut tanda faham dengan ucapan yang sedang Kia sampaikan.


"Loe bener Ki, sepertinya gue harus ambil tindakan tegas pada Dira.


Supaya keadan ini juga gak berlarut larut, tapi Ki sebenarnya gue juga agak kawatir karena sebenarnya sampai saat ini gue sama Tian belum ada kejelasan, gue agak takut mengalami PHP yang kedua kalinya, walaupun jujur gue ngerasa gak bisa menganggap Tian Sahabat ataupun pacar." Ucap Tiara penuh penegasan dan sedikit ketakutan.


"Gue cuma bisa bilang kalo Tian hanya lagi nunggu waktu yang pas buat memperjelas hubungan kalian Ra," Ucap Kia seperti memberi clue pada Tiara


"Maksud loe apa nih?" Tanya Tiara balik sambil senyum-senyum senang.


"Asal loe tau Ra yah, dia itu udah sayang banget sama loe, saking sayangnya tanpa loe tahu ni yah, Tian itu sering banget nyecer gue nanyain looooooe mulu, sampe kadang gue suka risih dan kesel karena kelakuan Tian. Dia itu kalo nanya mirip detektif tau gak ?Tapi karena gue tau dia begitu karena suka dan lagi falling in love sam loe, jadi gue bisa lebih sabar dan bisa nahan emosi gue, dia itu kalo nanyain loe bisa berjam-jam dan sangat detile banget. Dia begitu karena pengen keliatan sempurna dimata loe Ra, gue cuma bisa bilang kalo gue ikut seneng, karena akhirnya loe dikirim seseorang buat ngobatin luka loe yang sangat lama." Ucap Kia penuh menyakinkan Tiara dan sebenarnya banyak sekali kejutan yang sudah dirancang Tian dan Kia untuk Tiara.


Tiara merasa senang saat mendengar penjelasan dari Kia, semenjak itu Tiara gak mau pusing lagi dengan Dira, karena hatinya sudah menetapkan pilihan pada Tian.

__ADS_1


"Siapa ini?" Tanya Tiara saat kedua matanya di tutup dengan tangan oleh seseorang dari belakang.


Sayangnya Tiara tidak mendapat jawaban apapun, lalu tiba-tiba angin menghantarkan wangi farpume yang tercium oleh Tiara sontak Tiara kaget karena sangat familiar dengan wanginya.


"Lepasin,,, aku sudah tau siapa kamu." Dengan nada ketus Tiara memohon pada seseorang yang dibelakangnya itu.


Dia adalah Dira , dengan masih memakai pakaian basket tubuh Dira masih wangi masih wangi karena memakai farpume pemberian Tiara, Dira akhirnya melepaskan tangannya dari wajah Tiara.


"Baiklah ,,,"ucap Dira kecewa.


"Kamu sudah berubah Ra, sangat dingin dan tidak mau melihatku lagi, kamu bahkan membenci hal yang dulu kamu sukai (Dikejutan dengan cara menutup mata dengan tangan dari belakang) tapi aku bahagia karena kamu masih mengenaliku." Ucap Dira yang memilih menghindar dan pergi dari kantin meninggalkan Tiara dan Kia.


Tiara tak menanggapi Dira sedikitpun, dan Kia hanya bengong karena saat Dira menutup mata Tiara karena saat itu juga Tian melihat kejadian itu dari jarak dekat. Kia hanya memainkan minumannya saat Tian menghampiri Tiara.


Tian tiba-tiba duduk sangat dekat dengan Tiara dan dengan emosi Tian meneguk minuman Tiara sampai tandas lalu kemudian Tian memandang Tiara lekat lekat dari jarak yang sangat dekat membuat Tiara risih karena langsung menjadi pusat perhatian satu kantin.


Tiara hanya menutupi wajahnya dengan satu tangan karena malu kemudian mencoba bergeser agar ada jarak dengan Tian, sayang Tian malah mengikuti Tiara sampai terpojok karena ada tembok, seketika tubuh Tiara kaku dan wajahnya memerah saat Tian memegang tangannya lembut di depan umum.


"Kenapa menghindar?" Tanya Tian memandang Tiara dan menekuk tulang pipinya.


"Si..si..siapa juga yang mau deket-deket sama orang yang bau keringetan kayak kamu." Ucap Tiara gagap beralasan yang memainkan nada suaranya dari volume tinggi ke rendah.


Tiara sangat tidak percaya apa yang dilakukan Tian saat ini dia memindahkan tangan Tiara ke atas pahanya yang sangat keras dan berbulu. Tiara berusaha melepaskan tangannya namun nihil.


Namun Kia malah terlihat tak peduli dan lebih memilih memainkan handphonenya.


"Kamu gak malu apa diliatin satu kantin gini?" Gumam Tiara dengan suara kecil.


"Kamu bilang apa?" Dengan spontan Tian mendekatkan telinganya ke wajah Tiara beralasan tidak mendengarnya.


"Aku gak suka jadi pusat perhatian gini, jadi tolong duduk dengan benar." Ucap Tiara dengan membisikan ke telinga Tian yang sekarang ada di depannya.


" Cup..." Tiara mencium pipi Tian karena Tian sengaja menggeserkan dengan cepat supaya Tiara menciumnya.


" Kamu gak malu ya?" Ucap Tiara kaget.


" Nggak, mereka kan lagi sibuk dengan waktu mereka, lagian juga kita kan gak pegangan tangan diatas meja, ada Kia yang menutupi kita." Ucap Tian penuh percaya diri.


Tiara pun melihat ke sekeliling dan memang benar kalo orang-orang sudah tidak lagi memperhatikannya. Dan Kia sangat membantu aktifitas mereka karena tas dan tubuh Kia yang ada didepan Tiara dan Tian.


Kia yang masih asyik dengan handphonenya tidak menyadari bahwa sahabatnya saat ini seperti manusia batu yang kaku dan wajahnya seperti kepiting rebus.

__ADS_1


"Itu hukuman karena kamu karena sudah tidak menepati janji kamu." Bisik Tian ke telinga Tiara yang membuat bergidik sekujur tubuh Tiara karena merasakan suara lembut merdu didekat wajahnya.


"Mam..maksud kamu apa? Aku kan gak bikin salah? Ucap Tiara gagap memberi pembelaan.


" Oh iya, emmm begitu yah. Baiklah kalo kamu gak mau mengakui kesalahan kamu biar aku yang kasih hukuman ke kamu, supaya kamu cepat mengingatnya" Ucap Tian kembali mendekatkan wajahnya tanpa malu.


"Tian kamu sudah gila yah, gak malu apa diliatin banyak orang," Ucap Tiara menghindari Tian karena kewalahan dengan tenaga Tian.


"Oke, baiklah aku bisa undur hukuman kamu sampai pulang nanti di tempat sepi dan hanya ada kita saja." Ucap Tian menakuti Tiara, melepaskan genggamannya dan membelai rambut hitam lebat Tiara.


Tiara yang sangat risih sekaligus senang dengan perlakuan Tian masih belum mengerti apa kesalahan Tiara yang Tian maksud.


Tian pun menghentikan gerakan yang membuat Tiara berdiri bulu kunduknya, kemudian beralih mengancam Kia untuk melaporkan semua yang Tiara lakukan dan kejadian apa saja yang menimpa Tiara setiap hari.


Kia yang saat itu menikmati chattingannya dengan seseorang sontak menghentikan aktifitasnya itu karena kaget dengan ancaman Tian.


"Ko jadi gue yang kena?"Tanya Kia syok.


"Loe lupa, loe mau bantuin gue." Ucap Tian mengingatkan.


"Oh, nggak dong. Oke.. oke.. oke gue bakalan bantuin loe, tenang aja." Ucap Kia yang mendadak tidak fokus karena chattingannya, sontak Kia teringat dengan semua yang Tian sudah berikan dari mulai membantu Kia melunasi biaya tunggapan sekolah sampai bayar selama satu tahun kedepan, plus kuota dan voucher belanja rutin dan lain sebagainya.


Kia memang dari keluarga yang kurang mampu, dan awalnya saat Tian tahu kondisi Kia yang terpuruk saat sedang mencari tahu informasi tentang Tiara yang sampe rela mengikuti Kia ke rumahnya. Nah, dari sanalah mula awal semua kesulitan Kia diketahui Tian.


Tian awalnya murni membantu Kia tapi tidak dengan Kia yang merasa tidak enak menerima bantuan Tian begitu saja tanpa pamrih, akhirnya Kia berjanji akan membantu Tian supaya dekat dengan Tiara untuk membalas budi Tian yang sudah sangat baik padanya.


Tapi lama kelamaan Tian justru merasa sangat terbantu oleh Kia dan atas murni keinginannya sendiri Tian memberi satu persatu kebutuhan yang Kia butuhkan. Kia yang awalnya menolak malah diancam Tian untuk tidak berteman lagi Akhirnya Kia pun menerimanya dengan berat hati.


Kita kembali lagi ke Tian, dan Tiara. Tian yang sudah kelaparan karena aktifitasnya seharian akhirnya langsung menyantap makanan yang sudah dipesannya, mie ayam mang Ade adalah salah satu makanan favorite Tian, Tian yang masih setia menggenggam Tangan Tiara yang lembut bahkan saat makan dan minum pun Tian hanya menggunakan satu tangan.


Tapi beda halnya dengan Tiara yang masih risih dan belum terbiasa dengan tindakan yang dilakukan Tian, walau tak dapat dipungkiri bahwa Tiara merasa senang karena banyak sekali kejutan yang Tian berikan untuknya dan karena sikap Tian Tiara merasa terbantu mengobati luka hatinya, akhir-akhir ini Tian banyak membuatnya nyaman dan senang, Tian juga sudah sangat dekat dengan keluarganya.


Tian sangat manis dan hangat jika pada Tiara tapi beda halnya jika itu pada orang lain dia selalu dingin dan ketus bahkan bisa dibilang bicarapun seperlunya saja.


Akhirnya jam pulang pun tiba, Tian yang tak berbohong dengan ucapannya saat mengancam Tiara dikantin, membuktikannya saat pulang sekolah langsung meminta ijin pada omnya Tiara untuk mengajak Tiara main sebelum pulang kerumah.


Andri yang sudah tahu pada Tian yang beberapa kali datang kerumah Tiara dan melihat banyak memberi hal positif pada Tiara memberikan ijin dengan syarat harus sudah berada di rumah sebelum jam 6 sore, Tian pun mengiyakan syarat yang Andri berikan.


***


Hai sahabat setia pembaca, ditunggu votenya yah

__ADS_1


Happy reading guyssss...😘😘😘


__ADS_2