
Vino yang saat itu sudah menahan hasratnya sejak melihat Andri dan Gina bercumbu membuatnya sangat tersiksa, akhirnya saat menjemput Rena Vino langsung melajukan mobilnya dengan cepat, menuju ke salah satu hotel karena ingin memiliki waktu yang bebas bersama Rena.
Rena yang memang tidak bertanya awalnya hanya diam dan baru kaget saat sudah sampai tujuan.
"Ko kita kesini?" Tanya Rena merasa sedikit takut.
"Aku ada sedikit urusan, ayo turun." Ucap Vino yang tidak berbohong karena memang ada sedikit urusan dengan sekretarisnya.
"Kamu nanti tunggu aku di kamarku aja yah, aku cuma bentar ko meetingnya." Ucap Vino lembut yang menggandeng Rena menuju ke kamar pribadinya.
Rena pun sangat takjub saat sampai di kamar atau apartemen atau apalah milik Vino itu yang dipenuhi barang-barang mahal dengan gaya Eropa yang khas membuat Rena merasa nyaman.
Rena langsung berkeliling saat Vino sudah turun kembali ke bawah lobi untuk menemui sekretarisnya.
Saat melihat kamar mandi yang berukuran sangat besar dengan ruangan wangi aroma yang menenangkan membuat Rena betah berendam berlama-lama sampai lupa waktu.
Rena pun mulai melepas pakaian satu persatu untuk berendam didalam bathup yang super Wow dengan penuh bunga yang membuatnya tergoda ingin merasakan mandi mewah.
"Aku hanya akan berendam sebentar saja sebelum Vino kembali, karena daripada borring nunggu dia meeting lebih baik aku menghabiskan waktu disini saja." Ucap Rena bergumam
Sampai Vino yang sudah kembali tak Rena sadari saking menikmatinya, sampai saat Vino mencari keberadaan Rena dan mendapati helai demi helai pakaian Rena yang berceceran dimana-dimana.
Vino pun langsung mengecek kedalam kamar mandi untuk memastikan, dan ternyata dia melihat Rena sedang berendam di dalam buthup membuat Vino pun mulai melepaskan pakaian miliknya dan sampai tak satu helaipun menempel di tubuhnya.
Vino langsung masuk ke bathup yang ukurannya sangat besar itu membuat Rena terperanjat kaget karena tak menyadari keberadaan Vino saat masuk ke kamar mandi dan sekarang sudah berada di buthup yang sama tanpa seizinnya.
Rena yang malu karena tubuhnya tidak tertutupi sehelai kain pun mulai mundur dan hendak keluar dari bathup namun Vino yang sudah terlanjur didalam mulai lebih dulu mendekati Rena dan dengan cepat menarik tubuh Rena kemudian memeluknya.
Membuat Rena sedikit kaget, dan canggung karena Rena dan Vino sekarang tak memiliki jarak sedikit pun, Vino pun dengan lembut mencumbu Rena dan meraba pelan tapi pasti bagian sensitif Rena hingga Rena terangsang.
Vino dan Rena saat itu bermandi bunga mawar merah dan beberapa aroma terapi yang menenangkan membuat Aktivitas Vino mulai liar dan memuncak sampai akhirnya mereka meluapkan hasrat keduanya.
Aktivitas Vino yang sangat liar dan cepat di beberapa bagian sensitif Rena membuat Rena mendesah kecil, dan menikmati semua sentuhan yang dilakukan Vino.
Vino yang membuat banyak tanda kepemilikan dibeberapa bagian tubuh Rena membuatnya hilang kendali hingga memuncak hasratnya.
Tidak sampai disitu saja karena mereka pun melanjutkannya di tempat tidur hingga beberapa kali, sampai akhirnya mereka pun terkulai lemas dan tertidur.
Vino merasa puas karena Rena merespon dengan cepat keinginannya, Rena pun masih seperti baru pertama kali melakukannya.
Lalu Vino mengecup menutupi tubuh Rena dengan selimut dan menariknya ke pelukannya,, Sampai beberapa saat kemudian Rena terbangun dengan rasa nyeri didaerah sensitivnya, Rena hanya menahannya lalu turun dan melihat jam yang sudah waktu malam.
Rena pun langsung membangunkan Vino untuk mengantarkannya pulang. Vino pun akhirnya harus rela mengakhiri kebersamaannya dengan Rena dengan menyerahkannya kepada orang tuanya.
Vino pun berpikir keras selama dalam perjalanan dan akhirnya mengutarakan keinginannyan pada Rena.
"Makasih yah buat malam ini." Ucap Vino sambil menggenggam tangan Rena.
""Hmmm tapi aku sedikit takut,"Ucap Rena saat melihat Vino
"Takut apa?" Tanya Vino yang pura-pura tidak mengerti.
"Aku takut hamil Vin." Ucap Rena khawatir.
"Aku bakal tanggung jawab ko, malam ini juga kita sama-sama bilang yah ke orang tua kamu agar kamu segera halal menjadi milikku." Jawab Vino menenangkan.
__ADS_1
"Iya Vin, tapi kalo nanti kita udah nikah apa aku masih boleh bekerja?" Tanya Rena cemas.
"Boleh ko, selama kita belum memiliki anak kamu boleh bekerja, tapi aku gak mau kamu pakai KB kalo kita nikah nanti karena aku sudah ingin memiliki keluarga yang lengkap Ren." Ucap Vino menjelaskan.
" Iya baiklah, aku ikut apa kata kamu saja." Jawab Rena walau hatinya masih bimbang dengan permintaan Vino itu, karena Rena hanya ingin terus berkarir dan Vino mendukungnya.
Saat sudah sampai dihalaman rumah Rena, Vino pun ikut masuk dan langsung duduk, Rena pun langsung memberitahu orang tuanya lalu beberapa saat kemudian Rena membawakan minuman dan makanan kecil untuk Vino.
Rena yang saat itu juga langsung duduk disebelah Vino saat orang tuanya sudah menyambut Vino.
Vino yang tak ingin membuang-buang waktu langsung mengutarakan maksudnya, beruntungnya respon dari orang tua Rena sangat baik.
Karena orang tua Rena tidak kaget lagi dengan Vino setelah sebelumnya sudah mendengar penjelasan dari Rena dan Andri.
Tak lama Vino pun pamit pulang karena merasa waktu sudah sangat malam.
Orangtua Rena pun menghargai ke sopan santunan bertamu Vino, namun orang tua Rena sedikit khawatir saat melihat penampilan Vino dan kendaraannya yang dimilikinya membuat sedikit was-was karena sepertinya Vino dari kalangan berada.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Disisi lain Andri yang juga menjemput kekasihnya Gina sedang berada di pasar rakyat tempat yang justru banyak dihindari sebagian orang, Andri kesana untuk membeli beberapa sayuran untuk dibawa ke rumah Gina nanti.
Andri memang lebih memilih pasar rakyat karena merasa selain barang-barangnya jauh lebih bagus harganya pun masih bisa ditawar lagi, dibanding pasar swalayan yang selalu menjadi primadona karena tempatnya yang jauh lebih bersih tapi untuk kualitas kadang malah jauh berbeda apalagi harganya yang pas.
Semua mata yang memandang seolah mendapat kesegaran baru tatkala seorang Andri yang sangat tampan dan juga putih bersih, tinggi dan bertubuh atletis menginjakan kakinya dan mau berbecek-becek untuk membeli bahan-bahan sayuran dan dan beberapa makanan lainnya.
Andri pun sangat pintar memilah dan memilih barang-barang bagus begitu pun dengan tawar menawarnya. Berkat ketampanannya banyak yang penjual yang memberi diskon pada Andri karena Andri sangat ramah dan murah senyum membuat para pedagang terhipnotis dibuatnya.
Setelah selesai berbelanja Andri pun langsung menuju kesuatu tempat lagi untuk mencari beberapa pot bunga beserta bunganya karena melihat tidak ada satupun tanaman di halaman depan Gina atau pun didalam rumahnya.
Gina yang saat itu langsung di telepon Andri dari area parkir langsung mempercepat gerakannya agar bisa bertemu orang yang sudah lama dia nantikan itu.
Beberapa orang sempat memperhatikan kedua orang yang sedang dimabuk kasmaran itu saat Gina sedikit berlari di area parkiran lalu memeluk dan menikmati wangi aroma maskulin dari tubuh Andri yang sangat lama dia rindukan.
"Sayang, kamu mau sampai kapan memelukku, kita sekarang sedang jadi bahan perhatian orang-orang?" Ucap Andri merasa malu karena Gina terlalu lama menempel padanya.
"Iya tahu, bentar lagi." Ucap Gina yang masih memeluknya dan mendongakkan wajahnya ke atas sambil tersenyum manis membuat Andri gemas.
"Cih, kamu lagi menggoda aku ya." Ucap Andri berdecih sambil senyumnya sedikit tersungging karena kelakuan Gina yang membuatnya ingin melahapnya kembali.
Gina hanya menggoda seolah Andri kegeeran. Andri pun kemudian memeluk Gina kembali dan berkata :
" Ayo kita pulang, kita lanjutkan aktivitasnya di rumah." Bisik Andri lembut dan nakal.
Gina pun akhirnya melepaskan pelukannya dan masuk ke mobil begitupun Andri yang langsung melajukan mobilnya dengan cepat.
"Kamu mau ngapain sih buru-buru amat, utamakan keselamatan sayang." Ucap Gina yang mulai merasa takut.
"Kamu sih tadi bikin aku gemes aku jadi tergoda kan, sekarang kamu harus tanggung jawab yah." Ucap Andri nakal membuat wajah Gina memerah malu.
Andri pun mulai mengurangi kecepatan laju mobilnya karena melihat Gina sudah tegang.
"Nanti di Rumah Makan Sunda kita mampir dulu yah, aku lapar." Ucap Gina yang mengusap perutnya.
" Kita makannya di rumah aja ya, aku tadi udah belanja, nanti mubajir." Ucap Andri menolak secara halus.
__ADS_1
" Oh gitu, oke baiklah tapi aku kan gak jago masak gimana dong?" Jawab Gina merasa cemas.
"Nanti aku bantu, tenang aja." Ucap Andri percaya Diri.
Saat sampai di rumah Gina Andri menurunkan beberapa pot cukup besar dan pot-pot kecil untuk di dalam rumah.
Gina merasa terkejut karena sikap Andri yang romantis memperhatikannya sampai sebegitunya.
Gina pun cepat-cepat kedalam menyimpan tasnya di kursi lalu kembali lagi membantu Andri membawa pot-pot kecil untuk disimpannya didalam.
Andri juga menanam beberapa tanaman hias yang membuat rumah Gina lebih indah dipandang mata, sedangkan Gina lebih menata bagian dalam dan memang terasa lebih berbeda setelah menempatkan beberapa hiasan bunga.
Andri pun langsung ke dapur dan mulai memasak sedangkan Gina langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
"ehmmmhhh, wangi banget. Kamu masak apa?" Tanya Gina yang baru selesai dan keluar dengan pakaian lebih santai.
"Aku masak gurame asem pedas, sop iga sapi sama sambel matah, ini bentar lagi juga beres. Semoga nanti kamu suka yah." Ucap Andri tersenyum sambil terus melakukan aktivitasnya.
"Ada yang bisa aku bantu gak?" Tanya Gina menawarkan tenaga.
"Ehmhh ,,, kamu tata makanan di meja makan aja yah,, terus makanan yang sudah aku siapin dibawa juga sekalian." Ucap Andri yang sudah selesai dengan masakannya.
"Oke, " ucap Gina lalu segera menata makanan untuk mereka berdua.
Mereka pun selesai menata semua makanannya dan langsung menyantapnya.
"Ehmm ini enak loh, kamu pinter banget sih. Aku gak nyangka banget kamu ternyata pinter masak." Ucap Gina memuji.
"Oh iya, baguslah kalo begitu. Tapi kamu harus mulai belajar masak yah, Aku gak mau calon Ibu dari anak-anak ku tidak bisa memberikan makan hasil jerih payahnya untuk anak-anaknya." Ucap Andri menegaskan.
"Ya, nanti aku belajar masak, aku juga gak mau kalah sama kamu. Aku juga gak mau serba pembantu nanti, aku ingin lebih privasi aku sama kamu aja yang tahu segala hal berbagi hal di rumah kita nanti." Ucap Gina sambil tersenyum manis.
"Makasih ya sudah hadir dan mau kembali padaku." Ucap Andri sambil menghentikan makannya.
"Makasih juga sudah kembali dan jangan pernah lagi pergi tanpa memberitahuku." Ucap Gina sendu.
" Iya aku janji, maaf yah untuk yang dulu." Ucap Andri dan Gina pun menganggukan kepalanya.
"Makasih juga yah untuk hari ini karena kamu sudah bikin aku terharu, buatku hari ini kamu romantis banget." Ucap Gina sambil memasukan makanan ke mulutnya.
"Bukannya cewe itu suka sama acara makan malam romantis, atau kejutan ulang tahun di rayakan, atau dikirim bunga." Ucap Andri menyindir.
"Ih iya dong kamu tuh gak salah , kamu tahu banget sih kesukaan cewe. Aku juga suka bunga tapi bukan bunga yang berumur pendek aku lebih suka bunga tanam yang hidupnya lebih lama, aku juga suka sama acara makan malam romantis tapi lebih enak makan dimasakin suami misalnya atau bikin acara barberkyu di rumah sama keluarga , tapi kalo acara ulang tahun yang dirayakan justru aku gak suka aku terlalu sering mendapat hal itu dari orangtuaku rasanya akan berbeda jika dilakukan dengan berbagi atau hanya bersyukur atas rejeki yang sudah bertambah." Ucap Gina panjang lebar.
"Iya, aku akan berusaha mengingatnya ." Ucap Andri kagum.
Mereka pun membersihkan dapur bersama-sama dan menghabiskan malam bersama.
***
Hai para reader jangan lupa klik, like dan jadikan novel ini Favorite yah ..
Supaya thor bisa tambah semangat.
Happy reading all 😘😘😘
__ADS_1