
Dira yang begitu menghayati lagu yang sedang dibawakannya membuat para penonton terhanyut.
Namun tidak dengan Tiara yang justru seperti tak mau ikut terpesona oleh pesona Dira yang memang bersuara merdu.
Tian yang paham maksud lagu Dira itu untuk Tiara, memilih langsung beranjak menarik Tiara dari acara dan mereka pun berlalu pergi tanpa ada yang menyadarinya.
***
Weekend ini Tian mengajak Tiara ke Bogor seperti yang dia janjikan beberapa malam yang lalu.
Tian pun mengajak Tiara ke beberapa tempat wahana dan tempat dengan pemandangan yang memanjakan mata dan mereka semua sangat menikmati semua kegiatannya.
Mereka berangkat sangat pagi sekali dan langsung menuju tempat yang dituju, tak lupa mereka juga mengajak Kia dan Deni agar perjalanan tambah seru.
Tian membawa langsung mobilnya sendiri karena ingin simple, semuanya sangat menikmati pemandangan yang tersuguhi di setiap perjalanan.
Beberapa tempat juga membuat mereka berhenti entah hanya sekedar menikmati pemandanganya atau sengaja ingin mengambil selfie karena view pemandangan yang instagramable.
Seperti kebanyakan anak lainnya mereka pun langsung memposting ke halaman media sosialnya di berbagai aplikasi.
Saat sore hari mereka menempati salah satu Villa milik Tian yang ada di sana.
"Kita gak berlebihan nih?" Ujar Tiara takjub
Saat Tian membawanya ke Villa sederhana yang langsung disuguhi pemandangan nan indah menyejukan hati membuat siapapun yang membutuhkan refreshing pasti menyukainya Villa Tian sekarang.
"Nggak, ini cukup ko buat kita." Ucap Tian santai.
Mereka pun langsung masuk dan membersihkan tubuh yang lengket, Tian lebih tahu lingkungan Villanya terlihat lebih gesit dari yang lain.
Selain menyiapkan makanan Tian juga langsung membuat api unggun saat malam mulai datang.
Tian juga menyediakan beberapa cemilan untuk menemani mereka menonton TV.
"Ini Villa siapa? Ucap Tiara sambil duduk sambil memakai selimut tebal di tubuhnya.
"Keluarga," Ucap Tian santai sambil duduk didekat Tiara dan menarik sedikit selimut ke tubuhnya.
Karena cuaca dingin yang terus menerus datang menyentuh setiap pori-pori tubuh mereka.
Tiara pun langsung mencari kehangatan dari tubuh Tian yang yang lebih besar darinya. Tian pun langsung merespon memeluk tubuh Tiara dan sesekali tangannya bermain kesana kemari tak mau diam.
Tiara hanya diam menikmati setiap sentuhannya dan Tian sangat senang karena tidak mendapat penolakan dari Tiara.
"Wah lo orang kaya dong." Ucap Kia takjub yang juga mendapat kehangatan dari Deni.
"Kali, gue gak tahu." Ucap Tian cue-x. karena sedang fokus dengan mainannya.
Kia pun hanya langsung fokus pada TV lagi karena sedang menahan apa yang dilakukan Deni yang tak kalah mesra dengan Tian dan Tiara.
Mereka terus bercanda sambil sesekali terlihat bermain menyelinap di bawah selimut yang menutupi bagian tubuh mereka.
Saat keduanya sudah mencapai batas, Tian pun menarik Tiara untuk menjauh dari Kia dan Deni.
Mereka pun melanjutkan kegiatan masing di tempat berbeda. Kia melepaskan hasratnya pada Deni sedangkan Tiara sedang mendapatkan banyak sentuhan dari Tian yang sedari tadi dilakukannya.
Hingga malam pun semakin larut dan Tiara pun kembali ke kamarnya untuk istirahat lebih dahulu.
Kia pun menyusul dari belakang dan mulai bersiap- siap hingga Tiara mendapat telpon dari orang tuanya saat hendak tidur.
Tiara pun cepat mengambil handphonenya yang berada di tas selempangnya yang kecil.
__ADS_1
"Hallo Mah," Ucap Tiara saat sudah tersambung dan tertera Ibunya yang ada di layar.
"Ya, hallo Ra." Jawab Ibunya kemudian.
"Ada apa Mah," Ucap Tiara cemas.
"Mamah saat ini sedang diperjalanan menuju ke rumah nenek, jadi besok kamu minta Kia ke rumah aja ya, supaya ada temennya di rumah." Tukas Rika khawatir.
"Memang Nenek kenapa Mah?" Tanya Tiara penasaran.
"Mamah juga belum tahu, soalnya baru dikabari sakit aja." Ucap Rika menjelaskan.
"Oh gitu, Mamah mau sampai kapan disana?" Tanya Tiara ingin tahu.
"Rencananya seminggu atau lebih, nanti Mamah kabari lagi kalo ada apa-apa." Ucap Rika yang masih bingung.
"Oh ya udah kalo gitu." Ucap Tiara mengerti.
" Kamu baik-baik ya disana. Nanti kalo ada apa-apa langsung kabari Mamah." Ucap Rika khawatir.
"Iya Mah, jangan khawatir. Tiara bisa jaga diri ko." Ucap Tiara menenangkan.
"Baiklah, Mamah tutup ya teleponnya. Sampaikan salam Mamah pada Tian yah." Ucap Rika yang masih merasa cemas.
" Iya, Mah. Mamah sama Papah juga baik-baik ya disana." Ucap Tiara khawatir.
" Iya, sayang." Ucap Rika lalu menutup teleponnya.
***
"Ki, besok lo nginep di rumah gue yah." Ucap Tiara saat melihat Kia baru keluar dari kamar mandi.
"Oke, nanti sekalian aja bawa juga buku-buku lo untuk satu Minggu full." Ucap Tiara memperjelas.
"Lama amat satu Minggu, gak bakalan dijinin gue, kayak gua lagi ngambek aja minggat" Ucap Kia
"Iya, soalnya Nyokap bokap gue lagi ke luar kota sekitar Semingguan atau lebih gitu katanya." Ucap Tiara memohon.
"Oke deh, tapi nanti lo yang ngomong sama nyokap bokap gue yah, gue takut kena semprot." Ucap Kia cemas.
"Oke, sip." Ucap Tiara senang
Mereka pun langsung tidur karena sudah merasakan kantuk yang berat.
Keesokan harinya Tian sudah bangun lebih dulu dan bermaksud membangunkan Tiara dan Kia yang tak telihat dimana-mana.
Namun saat Tian hendak mengetuk kamar Tiara tiba-tiba Tiara sudah bangun dan membukaan pintu.
Dengan piyama yang sedikit transparan membuat Tian membatu ditempat karena melihat pemandangan berbeda di pagi hari.
Tiara pun yang tak kalah terkejutnya langsung menutup mata Tian dan mendorong keluar lalu menutup pintu kamarnya kembali.
Tian pun langsung menurunkan tangan Tiara dari wajahnya dan memperhatikan kembali apa yang baru dia lihat.
Tiara pun langsung menutupi bagian tubuhnya yang terasa menjadi perhatian, lalu langsung menghindari Tian menuju dapur.
Namun dengan cepat Tian memeluk Tiara dari belakang dan menyentuh bagian Tiara yang membuatnya tersadar dari kantuknya.
Tiara pun sedikit memberontak karena takut Kia dan Deni terbangun.
"Stop ian, jangan diterusin." Ucap Tiara yang wajahnya sudah memerah canggung.
__ADS_1
lalu dengan cepat Tian pun menarik Tiara ke ke ruangan bagian belakang dapur.
"Sebentar aja." Ucap Tian yang terangsang lalu mengangkat tubuh Tiara supaya terduduk diatas meja.
"Kamu mau apa?" Ucap Tiara yang sudah cemas karena pakaiannya mulai terangkat dan memperlihatkan sebagian pahanya yang mulus.
"Mau kamu." Ucap Tian langsung nyosor ke bibir Tiara yang mungil.
Tian pun tanpa aba-aba langsung menarik pinggang Tiara dan tangan satunya menahan leher Tiara yang jenjang.
Tiara pun hanya diam karena takut membuat Kia dan Deni terbangun dan melihat mereka, Tian yang merasa mendapat respon langsung turun ke leher Tiara dan dengan cepat menuju ke bagian tubuh Tiara yang menggodanya.
Tiara berusaha menahan Tian supaya berhenti, namun sayang tenaganya kalah besar, Tiara pun hanya diam dan menggeliat kenikmatan wajahnya memerah karena tubuhnya merasa mendapat setruman listrik.
Saat bagian sensitipnya dikulum bibir Tian dan lidahnya bermain nakal dengan cepat.
"Stop ian, aku gak nyaman. Aku juga takut Kia kebangun," Ucap Tiara waspada.
"Sebentar lagi." Ucap Tian yang tak mau berhenti.
Tian memberi tanda disana sini membuat Tiara hanya meremas rambut Tian menahan suaranya agar tidak sampai berteriak.
Tian pun kembali ke atas mecumbu bibir Tiara kembali.
"Kamu nakal." Ucap Tiara ngos-ngosan.
"Siapa yang salah menggodaku dipagi buta dengan pakaian seperti ini?" Ucap Tian beralasan.
"Memang kenapa dengan pakaianku?" Ucap Tiara merasa aneh.
"Bikin orang horny tahu nggak." Ucap Tian dengan senyum nakalnya.
Tiara hanya tersenyum tidak ingin melanjutkan perdebatannya karena ingin membuat Tian segera sadar.
Lalu mereka segera keluar sebelum Kia dan Deni melihatnya, Tiara langsung ke dapur dan Tian langsung membersihkan tubuhnya ke kamar mandi.
Saat Tiara sedang masak Kia terbangun karena suara berisik dari dapur, Lalu Kia pun menghampiri Tiara dan bermaksud membantunya.
Tapi saat Tiara melihat Kia yang juga memakai pakaian piyama yang sedikit sexi, Tiara langsung takut Tian akan melihatnya dan tergoda dengan Kia saat keluar dari kamarnya.
Tiara pun menolak tawaran Kia dan beralasan sudah hampir selesai, lalu Kia pun kembali ke kamar lagi untuk membersihkan tubuhnya.
Tiara pun tak lama menyusul Kia, saat pekerjaannya sudah selesai, mereka pun sarapan bersama dan langsung menuju tempat berikutnya untuk bersenang-senang.
Mulai dari berbagai makanan dan tempat mereka datangi satu persatu hingga tubuh mereka kelelahan.
Sore harinya Tian pamit pada penunggu Villa saat mereka sudah membereskan barang-barang.
Mereka pun kembali ke kota kesayangannya, selama di perjalanan mereka mampir ke beberapa tempat untuk membeli oleh-oleh pada orang rumah.
****
Hai semua pembaca yang sudah setia dari awal episode dan yang baru datang.
Saya tunggu dukungannya untuk Vote dan Like Novel ini lagi, lagi, lagi, dan lagi.
Dukungan dan apresiasi kalian bisa membuat para thor semakin semangat untuk membuat episode selanjutnya lagi.
Untuk episode kali ini karena banyak kalimat yang belum pas untuk sebagian usia, jadi mudah-mudahan kalian sudah pas usia membaca Novel ini.
Happy reading all love you 😘😘😘😘
__ADS_1