CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
HARI YANG MELELAHKAN


__ADS_3

Setelah emosi Tian sudah hilang, Tiara mengajak masuk Tian sambil membawa barang-barang yang tadi dilempar Tian.


"De bantuin dulu kakak dong." Ucap Tiara pada Andreas yang terlihat sedang santai bermain gadgetnya.


"Bantu apa kak?" Ucap Andreas sambil melihat Tiara yang sedang berdiri di depannya.


"Angkatin barang-barang yang ada di depan dong." Ucap Tiara sambil menunjuk arah yang dimaksud pada Andreas.


Andreas pun berdiri dan berjalan menuju teras depan untuk membantu Tiara yang terlihat sangat kecapean.


Tian yang sudah terlihat bulak balik sedari tadi keluar masuk rumah membawa semua barang-barangnya.


Lalu disusul Tiara dan Andreas yang membantunya hingga pekerjaannya pun terselesaikan dengan cepat.


Tian membantingkan tubuhnya asal pada sopa yang berlawanan arah dengan AC yang ada didepannya.


Sedangkan Tiara langsung ke dapur membawa minuman dingin dan beberapa puding buatan ibunya.


Andreas juga langsung mengambil tempat duduk yang langsung menghadap ke pendingin ruangan tersebut.


Duduk bersampingan dengan Tian yang juga merasa kepanasan, saat Tiara menyajikan minumannya Andreas dan Tian tak segan langsung mengambil dan meminumnya hingga tandas.


Lalu mereka mengambil puding dan menyantapnya seperti orang kelaparan.


"Wah, wah, wah, kalian kompak sekali yah. Sudah seperti kayak orang yang lagi lomba makan saja. Kalian doyan atau lapar?" Ucap Tiara menatap keduanya merasa lucu.


"Dua-duanya.." Sahut keduanya menjawab Tiara bersamaan sambil sekilas saling pandang.


Tiara langsung tertawa geli melihat kelucuan keduanya lalu tak lama dia langsung berdiri menuju kamar mandi karena tubuhnya terasa tidak nyaman.


Sedangkan Tian dan Andreaa masih bersantai duduk kecapean di ruang keluarga dan Kia sedang sibuk berada di dapur menyiapkan makanan untuk disantap bersama.


Tian juga menyusul giliran mandi saat Andreas tengah selesai dari kamar mandi, Andreas terlihat kaget melihat Tian masuk dengan membawa peralatan mandinya karena dia kira Tian hendak pulang saat dia tinggal mandi tadi.


Andreas tak mau peduli dengan apa yang dilakukan Tian barusan dan lebih memilih berleha-leha kembali dengan gadgetnya di kursi taman belakang yang langsung tembus ke arah dapur.


Tiara dan Kia hanya melihat sekilas pada apa yang sedang dilakukan Andreas dengan gadgetnya lalu kembali fokus pada kegiatan mereka kembali.

__ADS_1


Tak lama setelah Tian keluar dari kamar mandi dia langsung menuju ke dapur menghampiri Tiara dan Kia yang sedang sibuk memasak. Perutnya meronta menari heboh karena mencium harum makanan yang belum kunjung usai.


Tian duduk di kursi mini bar melihat Tiara yang begitu pintar memasak sampai terpesona dibuatnya.


Sedangkan Tiara merasa senang karena Tian sudah kembali ceria dan terlihat lebih segar dari pada sebelumnya.


"Kamu mau kopi?" Tanya Tiara


"Teh manis hangat aja." Jawab Tian singkat.


Tiara dengan cekatan membuatnya hingga hitungan menit sudah bisa dinikmati Tian, tak lupa beberapa makanan dia hidangkan hingga perut Tian merasa tertolong karena rasa lapar yang dia tahan dari tadi.


Cukup lama Tian terdiam memperhatikan Tiara, hingga dia merasa kantuk saat sedang menahan wajahnya dengan tangannya yang panjang dan berotot.


Matanya yang selalu ingin menutup karena kecapean sudah tak tahan lagi untuk tetap terjaga, dia pun menghampiri kursi panjang yang ada di ruang keluarga.


Dan merebahkan tubuhnya yang kelelahan, dan tak lama dia tertidur setelah berketik ria dengan ponselnya.


Ting tong,,,,, ting tong


"De tolong bukain pintu depan dong " Ucap Tiara meminta tolong pada Andreas.


Tak lama Andreas kembali dengan banyak makanan dibawanya. Sedangkan pemiliknya sudah tertidur pulas tak menyadarinya, Padahal Tian sengaja memesan makanan online karena sudah tidak tahan merasakan lapar di perutnya yang terus meminta diisi.


"Kak, ini ditaruh dimana?" Ucap Andreas kebingungan.


"Dimeja makan aja de," Ucap Tiara sambil menghampiri Andreas.


"Ini siapa yang mesen yah?" Ucap Tiara kebingungan sambil menghampiri Andreas di meja makan.


" Loh bukannya kakak?" Ucap Andreas heran.


"Enggak," Ucap Tiara sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa mungkin Tian yang melakukannya, anak itu kan selalu penuh kejutan." Gerutu Tiara lalu menghampiri Tian yang sedari tadi terdiam tidak bergerak dari tempatnya.


"Ya ampun, kamu tertidur ternyata pantesan dari tadi gak bergerak." Tiara lalu membawa bantal dan selimut untuk Tian dari kamarnya.

__ADS_1


Tiara pun mengurungkan untuk membangunkan Tian yang tertidur pulas saat mereka semua hendak menyantap makanan yang sudah selesai, hingga mereka selesai makan Tian tak kunjung membukakan matanya, hingga akhirnya Tiara membiarkan Tian tertidur dengan perut kosong.


Mereka semua sudah kembali pada kegiatan masing-masing sedangkan Tiara menemani Tian sembari bermain games dan menonton Youtube di laptopnya.


Saat tengah malam Tian terbangun karena perutnya merasa lapar yang belum sempat dia isi siang tadi.


Tian sangat kaget saat melihat Tiara yang ada disana menemaninya hingga dia terlelap dengan Laptop yang masih menyala, Tian pun menyelimuti tubuh Tiara dan meninggalkannya ke dapur.


Dia berinisiatif sendiri mencari makanan yang mungkin bisa dia temukan, ternyata beberapa makanan yang dia pesan tadi dan makanan yang dimasak Tiara dan Kia masih tersisa banyak.


Tak mau berfikir panjang lagi, dia langsung menyantapnya di mini bar tanpa mau membangunkan Tiara yang sudah terlelap ke dalam mimpinya.


"Ko kamu enggak bangunin aku?" Ucap Tiara yang mendekati Tian yang terlihat masih mengantuk berat.


"Ko kamu kesini? aku berisik yah, maaf yah kamu sampai kamu kebangun jadinya?" Ucap Tian merasa bersalah.


"hmmm,, enggak apa-apa juga lagian aku emang mau nemenin kamu ko dari tadi juga, cuma ketiduran aja." Ucap Tiara sambil menahan kantuknya.


"Ehmmm so sweetnyaaa,,,,, makasih yaa, tapi udah sana kamu tidur lagi aja, aku bisa sendiri ko." Ucap Tian mencoba tidak membuat Tiara cemas.


"Enggak mau ah, aku mau nemenin kamu aja disini. Sayurannya mau aku panasin dulu enggak?" Tanya Tiara yang menawarkan bantuan.


"Enggak usah, gini aja. Aku udah laper banget dari pas kamu masak sebenarnya. Lagian juga ini kebantu anget ko karena panas dari nasinya." Ucap Tian penuh pengertian.


"Aduh, ya ampun kasian. Maaf yah aku malah enggak peka, pantesan kamu pesan makanan di muka, aku tadinya mau bangunin kamu cuma enggak jadi karena enggak tega lihat kamu tidur pules banget." Tiara merasa bersalah.


"Iya, enggak apa-apa lagian tadi emang salah aku. Harusnya pas kita pulang aku beli makanan yang udah jadi dulu biar kita bisa makan langsung." Tukas Tian yang juga merasa bersalah.


Tiara dan Tian pun kembali ke kamar mereka setelah Tiara membantu membereskan beberapa piring bekas Tian makan dan Tian langsung membersihkan mulutnya ke kamar mandi sebelum dia melanjutkan tidurnya kembali.


***


Hai para reader, mohon maaf sekali yang karena episode yang sekarang sangat lama saya uploadnya kembali.


Karena kendala segala macam yang membuat saya selalu hilang konsentrasinya, akhirnya saya pun hanya mengerjakannya diwaktu senggang saja.


Dan itu juga harus saya lakukan dengan membaca part sebelumnya dulu hingga beberapa kali karena takut salah ngawur jalan ceritanya 😄😄😄.

__ADS_1


Insyalloh next time saya bisa update seperti sebelumnya lagi 😊, saya harap dari kakak- kakak semua juga mendapat dukungan like dan votenya 😊😊😊.


Happy reading all 😘😘😘😘😘


__ADS_2