CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
SUASANA RUMAH TIAN


__ADS_3

Sekitar pukul 02.00 dini hari Rena mulai mengantuk dan lebih dulu pamit kepada ketiganya untuk masuk ke kamarnya lebih cepat.


Tak lama kemudian ketiganya juga menyusul dan masuk ke kamar masing - masing untuk beristirahat.


Keesokan harinya semua terbangun secara bergantian, dan langsung bertemu di satu titik yaitu tempat makan.


Mamah Tiara dan Bi Enah sudah terlihat lebih dulu sibuk dari pagi buta menyiapkan ini itu untuk sarapan didapur, sedangkan yang lain masih terlelap indah dengan mimpinya.


Tak selang lama Tiara dan Kia terlihat menuruni anak tangga dengan pakain tidur yang masih lengkap, pelukan manja kepada Ibunda tercinta hinggap dari Tiara yang masih terlihat mengantuk.


"Mamah mau bikin sarapan apa? Ko banyak banget bahan - bahannya." Ucap Tiara yang bingung melihat meja dapur yang penuh dengan makanan.


"Mamah juga bingung, kita buat sarapan sesuai bahan yang ada yah". Ucap Mamah Tiara sambil melihat Tiara dan Kia.


Kia hanya mengangguk tanda mengerti dan langsung sigap untuk membantu begitu juga dengan Tiara yang langsung paham dan melepas pelukannya, mereka berdua pun mulai melihat bahan - bahan yang ada.


Mereka langsung berdiskusi untuk menentukan menu yang akan dibuat, hingga akhirnya menu yang disepakati adalah sandwich yang mudah dan simple.


Saat semuanya sedang sibuk Rena dan Gina juga muncul dari arah tangga dan ikut berpartisipasi.


Rena dan Gina memang bangun lebih awal namun bukan karena ada kebisingan dari dapur tapi karena memang Gina harus pergi pagi- pagi untuk bekerja sedangkan Rena terbangun karena alarm Gina, Gina yang sempat tak enak hati karena alarmnya mempersilahkan Rena untuk melanjutkan tidurnya kembali namun Rena menolak dan malah ikut bangun karena perutnya merasa lapar.


Mereka pun bergantian ke kamar mandi lalu bersama- sama menuju dapur, namun karena melihat kesibukan yang ada di dapur mereka pun akhirnya ikut membantu terlebih dahulu.


"Gin, lo mending sarapan duluan aja. Lo kan mesti pergi." Ucap Rena mengingatkan.


"Oh, Gina mau kerja yah. Ya udah, jangan bantu bikin sarapan, kamu sarapan duluan aja. Dimeja udah ada beberapa makanan ko." Ucap Mamah Tiara yang mendengarnya juga.


"Enggak apa-apa ko Kak." Ucap Gina menolak karena merasa tidak enak hati.


"Eh, jangan gitu. Kamu kan harus kerja, enggak apa-apa udah jangan dilanjutin." Ucap Mamah Tiara sambil menghampiri Gina dan mengajaknya untuk duduk di meja makan.


"Enggak apa- apa Kak, beneran deh lagian masih ada waktu ko." Ucap Gina meyakinkan.

__ADS_1


Tak lama Vino dan Andre terlihat turun dari tangga dengan pakaian atletis membuat tubuhnya yang sexi terlihat jelas sangat maskulin mereka pagi itu hendak berolahraga lari untuk menghirup udara segar mengitari daerah sana yang masih sangat asri dan memiliki udara yang sejuk.


Mereka berdua pun "see hai" pada semuanya sebelum berangkat.


"Tunggu aku yah, aku olahraga dulu sebentar" Ucap Andri menghampiri Gina sambil membelai lembut kepalanya.


Gina hanya mengangguk tersenyum sambil menatap Andri, saat Andri hendak mengecup kening Gina, Kakaknya tiba- tiba datang tanpa diketahui Andri.


"Cup..." bibir Andri pun hinggap namun saat ia membuka matanya ia malah kaget karena yang ia kecup adalah kakaknya.


"Ih, Mba. Ganggu aja." Ucap Andri kaget.


"Loh, ko kaget. Mba aja enggak kaget tuh kamu cium." Ucap Mamah Tiara tersenyum jail puas sambil mencubit pipi adik kesayangannya itu, yang lain pun ikut tertawa lucu melihatnya.


"Hehe.. udah ah, Andri olahraga dulu." Ucap Andri sambil mencuri lagi kesempatan untuk memberi kecupan pada Gina dan lari keluar menjauh dari Kakaknya itu.


"Eh,,, eh,,, eh,, dasar anak nakal." Ucap Mamah Tiara melihat tingkah adik kesayangannya itu tak tahu malu. Mamah Tiara dan Gina pun langsung bertatapan sambil tertawa karena melihat tingkah Andri yang lucu.


Vino dan Andri pun keluar berlari kecil sambil tersenyum bersama - sama, tiba- tiba seseorang juga keluar dari sebuah kamar dan berpakaian olahraga menghampiri Mamah Tiara.


"Papah, mau ikut olahraga Mah sama mereka." Ucap Papah Tiara sambil pamitan mengecup istrinya dan berlalu.


"Oh, gitu. Ya sudah hati - hati ya Pah." Ucap Mamah Tiara sambil memandangi suaminya hingga siluetnya menghilang.


40 menit kemudian mereka sudah kembali dan langsung membersihkan diri, makanan pun sudah selesai dan meja telah terpenuhi berbagai makanan mulai dari nasi goreng, Sandwich dengan beberapa varian yang berisi ham sapi, ayam, dan telur, ada juga beberapa roti bakar yang siap dengan selai yang banyak variannya, kue-kue ulang tahun Tian pun masih nongkrong cantik disana dari semalam dan ada juga berbagai jenis buah- buahan yang sebelumnya dibeli Bi Enah dan Pak Dirman.


Pagi itu Tian bangun seperti biasa dan langsung membersihkan diri sebelum keluar dari kamarnya, dia mendapati rumahnya sangat ramai seperti mimpi sesaat Tian lupa bahwa semalam dia mendapatkan kejutan.


"Aku kira semalam mimpi." Ucapnya saat terpana memandangi suasana ruangan bawahnya sangat ramai.


" Om juga belum percaya." Ucap Vino yang kebetulan baru keluar dari kamarnya.


"Aku masih enggak percaya semua ini terjadi disini Om." Ucap Tian lagi.

__ADS_1


"Aku pun begitu Tian, Om selalu berharap semoga dimasa yang akan datang kebahagian selalu ada untukmu dan kamu selalu dikelilingi orang - orang seperti mereka." Ucap Vino sambil menepuk pundak Tian lembut.


Anggukan kecil dan rasa haru terlihat di wajahnya, Vino pun memeluknya dan mengecup ujung kepala Tian lembut.


"Hei - hei , apa yang kalian lakukan pagi - pagi, sekarang bukan waktunya berpelukan kawan. Ini masih pagi, bergembiralah 🤠 dan mulailah harimu dengan mengisi perut terlebih dahulu (sambil tertawa). Lihatnya mejamu Tian, disana adalah tanda rasa sayang dari banyak orang, maka dari itu ayo kita nikmati dengan senyuman." Ucap Andri sambil merangkul keduanya dan mendorong mereka untuk menuruni tangga.


Mereka pun menuruni anak tangga satu persatu dengan wajah penuh kebahagian, Sesampainya di meja makan mereka langsung duduk dan mengambil makanan yang tersaji , bagi Tian menyantap hidangan bersama orang- yang disayangi adalah imipiannya, canda tawa membuat suasana semakin hangat.


Beberapa teman dari Tian sudah terbangun sebagian, mereka langsung dipersilahkan makan oleh Mamah Tiara yang ada disana untuk mengambil makanan yang sudah tersaji.


Beberapa orang lainnya juga terbangun dan mulai terlihat batang hidungnya, sebagian dari mereka ada yang sudah rapih saat keluar dari kamar ada juga yang masih terlihat kusut enggak karuan setengah ngantuk. Masing - masing terlihat lucu dan saling jahil mengejek satu sama lain.


Mereka juga langsung berbaur dengan yang lain yang sudah ada lebih dulu disana.


Rumah Tian pagi sangat ramai dengan aktivitas yang berbeda - beda setiap orangnya, senyum yang selalu terukir diwajahnya menghiasi pagi harinya yang selalu kusam.


Senyum pun terlihat diwajah Bi Enah dan Pak Dirman tatkala melihat majikannya itu sangat ceria.


Dia juga (Tian) sangat senang karena merasakan kehangatan sarapan pagi dengan orang- orang terdekatnya di rumahnya sendiri, Vino yang juga merasakan hal yang sama saat itu hanya bisa saling pandang dan memberikan senyum simpulnya pada Tian.


Setelah semua selesai sarapan, mereka kemudian melakukan kegiatan bermacam- macam seperti berolahraga, berenang, maen games, sedangkan yang lainnya lebih memilih untuk membersihkan rumah.


Sedangkan Andri langsung pamit pada kakaknya untuk mengantarkan dulu Gina ke tempat kerjanya.


Siang harinya satu persatu mulai pergi dan suasana di rumah Tian pun mulai sepi kembali.


****


Hai semuanya terimakasih yang tak terhingga untuk reader yang sudah setia dari awal episode hingga sekarang.


Ditunggu juga like dan Votenya supaya thor juga makin semangat membuat cerita selanjutnya.


Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk beberapa orang yang sudah like dan Vote Novel ini.

__ADS_1


Semoga saya tidak mengecewakan kalian yah, i love you pokoknya.


Happy reading all 😘😘😘


__ADS_2