
Tiara hanya tertunduk lemas dan merasa bersalah, air matanya kembali menetes membuat wajah cantiknya memerah kembali. Tian langsung memeluk dan mengelus kepala Tiara lembut.
"Kamu kenapa ko nangis lagi?" Ucap Tian yang bingung dengan sikap Tiara. Tapi Tiara masih diam tertunduk.
Kia yang mendengar temannya menangis langsung membalikan badannya dan bertanya pada Tian.
"Tiara kenapa?" Tanya Kia berbisik. Tian hanya menggelengkan kepala karena sama tak tahunya, Kia lalu memberikan tisue pada Tian supaya menyeka air mata Tiara.
Tian langsung mengerti dan merespon maksud Kia dan memberikannya pada Tiara yang masih terdiam.
Beberapa teman lainnya mulai memperhatikan mereka dan mulai penasaran dengan apa yang terjadi.
Tiara pun terbangun dan berusaha berhenti menangis walau air matanya terus jatuh, Tian menyeka beberapa helai rambut yang menempel di wajah Tiara, dia juga berusaha menyeka air mata Tiara dengan tisue yang diberikan Kia.
"Kamu kenapa?" Ucap Tian kembali bertanya sambil membelai rambut Tiara.
"Ra, lo kenapa? Lo sakit?" sambung Kia yang juga penasaran.
Tiara yang masih sesegukan. hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Tian dan Kia masih menunggu Tiara tenang dan menjawab pertanyaannya, hingga akhirnya Tiara berusaha menarik nafas panjang berulang kali untuk menenangkan hatinya.
Mata Tiara memerah tapi bibirnya mulai tersenyum melihat Tiara seperti itu malah membuat Tian terus menerus memandanginya karena merasa bersalah.
Beberapa saat kemudian Tiara terlihat semakin membaik setelah Kia keluar membeli air mineral di kantin.
Kia yang langsung mengerti kode dari Tian langsung keluar dan berlari ke arah kantin, beberapa kelas lainnya terlihat masih belajar dan yang lainnya sudah ada beberapa yang nongkrong di kantin.
dalam perjalanan pulang ke kelas Kia kepergok salah satu guru yang saat itu berpapasan dengannya.
"Kia, kamu ngapain diluar ?" Tanya salah seorang guru.
"Ini pak habis dari kantin, " Ucap Kia yang saat itu bingung harus bilang apa.
"Emang kelas kamu enggak belajar?" Tanya guru tersebut kembali.
__ADS_1
" Belajar ko Bu, cuma di jam pertama kami sudah selesai." Jawabnya jujur.
"Loh, ko bisa. Emang kelas kamu sekarang belajar sama siapa?" Tanya guru tersebut menyelidik.
"Pak Yadi bu, eh Pak. Guru Bahasa Indonesia." Ucap Kia terbata- bata.
"Oh, ya ya ya. Pak Yadi enggak masuk yah, ya udah kalo gitu kamu masuk kelas lagi. Jangan diulangi lagi keluar sebelum jam istirahat tiba." Ucap guru tersebut memperingati.
"iya baik Pak." Ucap Kia yang langsung melanjutkan perjalanannya dengan sedikit berlari.
Sesampainya di kelas, Kia langsung memberikan air mineral dan beberapa tisue pada Tiara.
"Lo, kenapa?" Tanya Tian penasaran.
"Gu,, gue kepergok Pak killer, sial banget gue." Ucap Kia terbata- bata.
"Lo, lari yah?" Tanya Tian yang masih penasaran.
"Iye, gue lari. Cape gue." Ucap Kia sambil mengipas- ngipas wajahnya.
"Gue tadi ketemu guru nyebelin kepo,si Pak killer tuh dia nyebelin banget entah nanya atau emang jijik lah gue enggak tahu, nah makanya gue lari buat menghindar kemungkinan buruk ketemu guru yang lainnya." Ucap Kia yang kepanasan sambil. merebahkan tubuhnya.
"Oh, pantesan. Nih, loe minum deh." Ucap Tiara sambil memberikan air mineralnya.
"Loe sih, pake acara nangis segala." Ucap kia nyeplos
"Iya , maaf." Ucap Tiara sambil tertawa melihat temannya kecapean.
"Tapi makasih ya, lo mau bela - belain keluar beli minum sampe ditegur guru nyebelin itu." Ucap Tiara yang mulai terlihat bersahabat moodnya.
"Iye, same - same." Ucap Kia sambil tersenyum melihat Tiara yang mulai membaik.
Tiara pun mulai melirik Tian dan tersenyum seperti biasanya, tatapan Tiara kini tak lagi menyeramkan seperti sebelumnya. Sekarang Tian merasa lega karena suasana semakin membaik.
Kia yang selalu mendapat reward dari semua kejadian selalu merasa beruntung karena Tian yang tak pernah itung - itungan memberi kebutuhan Kia.
__ADS_1
Para siswa mulai berhamburan saat bell istirahat berbunyi. Tian merasa hidup kembali karena mulai merasakan lagi beberapa hal yang sempat ia tinggalkan.
Tian dan Tiara tak mau melepaskan gandengan tangannya selama perjalanan menuju ke kantin, beberapa siswa pun mulai memperhatikan Tian yang sudah lama menghilang.
Sesampainya di kantin Tian dan yang lainnya mencari tempat duduk yang biasanya mereka duduki.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Tiara pada Tian.
"Aku pengen semuanya." Ucap Tian Asal sambil tersenyum bercanda.
"Idih, segitu kangennya yah kamu sama makanan kantin." Ucap Tiara yang juga sambil tersenyum melihat Tian.
"Aduh guys, yang bener dong mau apa nih gue udah laper banget nih." Ucap Kia menyela mereka.
"Ya udah, aku apa aja deh." Ucap Tian kemudian.
Kia dan Tian pun langsung menghampiri beberapa makanan yang ada disana, sedangkan Tian dan pacar Kia sedang duduk menunggu makanan mereka datang.
Tian yang masih menikmati suasananya itu tiba - tiba melihat beberapa teman dari kegiatan ekstrakulikulernya menghampirinya dan menyapanyanya.
"Hai , Ian lo kemana aja." Ucap temannya
"Ada aja," Ucap Tian singkat.
"Tim Basket kita sepi loh enggak ada elo." Ucap Temannya yang lain.
****
Hai semuanya terimakasih yang tak terhingga untuk reader yang sudah setia dari awal episode hingga sekarang.
Ditunggu juga like dan Votenya supaya thor juga makin semangat membuat cerita selanjutnya.
Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk beberapa orang yang sudah like dan Vote Novel ini.
Semoga saya tidak mengecewakan kalian yah, i love you pokoknya.
__ADS_1
Happy reading all 😘😘😘