CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
MENJADI MODEL BRAND AMBASADOR


__ADS_3

Setibanya di rumah Andri langsung menghubungi Gina yang beberapa puluh kali menghubunginya sedari tadi


"Hallo," ucap Andri saat panggilannya tersambung


"Iya, hallo " jawab Gina dari sebrang telepon


"Maaf, yah baru nelepon kamu tadi ada sedikit kecelakaan di pusat perbelanjaan


"Emang ada kejadian apa?" Tanya Gina penasaran


"Tadi aku menabrak ibu-ibu disana, awalnya mau aku ajak ke RS karena takut ada apa-apa. Tapi karena beliau menolak, jadi aku putuskan mengantar pulang kerumahnya". Ucap Andri menjelaskan secara singkat


"Tadi kelihatannya gimana ibu-ibunya, ada keluhan enggak?" Tanya Gina cemas


"Tadi pas sampe rumahnya keliatan kesakitan sih di bagian kakinya" Jawab Andri sedikit cemas


"Padahal itu berbahaya loh, ya udah besok kamu jenguk lagi aja takutnya malah tambah parah kan." Ucap Gina menyarankan


"Iya, sayaaaang. Ya udah, aku telepon lagi kamu besok yah, sekarang udah malam, kamu pasti cape. Aku tutup telepon nya yah" Ucap Andri akan mengakhiri teleponnya


"Ya udah, nanti aku kabari kalo jam kerja ku udah senggang." jawab Gina


"oke bye" ucap Andri


"Oke bye, good night " ucap Gina


"Good night juga sayang" jawab Andri


Mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka, tak lama kemudian panggilan telepon masuk kembali dari Nita


"Hallo Ndri" ucap Nita


"Iya Nit, kenapa?" Tanya Andri


"Sekarang juga tolong buka sosial media " ucap Nita


"Memangnya ada berita apa?" Tanya Andri penasaran


" Udah cepetan buka, aku udah kirim linknya" ucap Nita


"oke, oke" ucap Andri menuruti


"Apa ini Nit, ko video gua banyak banget gini." Ucap Andri merasa heran


"Nah, maka itu dari tadi gue bilang minta cepetan buka." tukas Nita jelas


"Ada-ada aja deh orang-orang nih." Ucap Andri kesal


"Tapi kalo menurut gue sih, ini bisa jadi kesempatan tahu untuk promosi proyek terbaru kita." Ucap Nita penuh ide


"Promo gimana maksudnya." Ucap Andri belum paham


"kita lihat aja nanti, gue yakin besok lo bakalan viral dimana-mana, nah kenapa enggak kan kita jadiin kesempatan buat promosi proyek terbaru kita" ucap Nita penuh semangat


"Ah, loe ngaco Nit" ucap Andri tak mempercayai Nita


"Tut". Andri mengakhiri panggilannya

__ADS_1


(Tak lama handphonenya berbunyi)


"Drtttt,,,, drtttt,,,,drttt,,,,"


Terlihat nama Tian muncul dilayarnya.


"Iya, ian. Ada apa ian." Tanya Andri khawatir


"Oh, enggak apa-apa Om. Aku cuma mau tanya tentang video yang baru saja aku lihat. Apa betul itu Om?" Ucap Tian penasaran.


"Iya, ian. Itu Om, entah kenapa jadi begini ian. Tapi yang pasti Om akan pastikan kalo semua ini tidak akan mempengaruhi perusahaan kamu ian." Ucap Andri meyakinkan


"Apa sih Om, justru menurut aku ini bisa kita jadikan kesempatan untuk mempromosikan proyek terbaru kita loh Om." Ucap Tian penuh antusias


"Maksudnya?" Tanya Andri tidak mengerti*


"Iya, Om. Om akan menjadi brand ambasador langsung untuk proyek terbaru kita. Aku yakin akan banyak orang yang langsung tertarik dan langsung datang mengunjungi tempat-tempat kita Om." Ucap Tian lagi penuh semangat dengan berbagai idenya


"O, enggak, enggak, enggak ian. Makasih enggak." tolak Andri


"Loh kenapa Om, bukannya ini kesempatan bagus. Harusnya kesempatan ini kita jadikan kesempatan Om." Ucap Tian meyakinkan


"Tapi enggak harus Om yang jadi brand ambasador nya Ian," tolak Andri lagi


"Ayolah Om, aku yakin Om pasti bisa. Apa Om enggak lihat daya tarik Om disini sangat besar dan kita juga memang sebentar lagi akan menghadapi promosi kan Om. Nah kenapa tidak sambil menyelam kita minum airnya Om, Ayolah Om, sudah berbulan-bulan kita mengerjakan pembaharuan dan melakukan pembangunan yang memang diperuntukan untuk menarik masyarakat luas. Dan sekarang Om lah daya tarik perusahaan kita. Aku akan pastikan Om akan mendapatkan hasil yang memuaskan." Tukas Tian penuh meyakinkan


"Entahlah Ian, aku tetap enggak yakin dengan idemu." Ucap Andri ragu


"Ya udah gini aja kita lihat besok pagi apa yang akan terjadi, jika om masuk topik trending dan viral, berarti om tidak bisa menolak lagi. Tapi kalo memang tidak masuk topik trending atau viral berarti Om boleh menolak tawaranku." Ucap Tian penuh penjelasan


"Baiklah Om setuju." Ucap Andri merasa punya harapan


Mereka pun mengakhiri obrolannya, dengan ide cerdasnya tanpa Andri tahu Tian langsung menghubungi Nita dan menyusun rencana kedepannya untuk mempersiapkan Andri.


Nita pun memahami maksud Tian dan mereka pun merahasiakan semuanya dari Andri


****


Keesokan harinya, Andri kembali ke rumah Selly.


" tok,, tok,, tok,,"


"tok,, tok,, tok,,"


Karena tidak mendapat respon Andri pun memencet bell yang ada didepannya beberapa kali.


Tak lama kemudian, terdengar seseorang datang dan membukakan pintu dari dalam.


"Siapa?" Ucap seseorang dari dalam


"Eh, Mas Andri." Ucap Selly yang saat itu langsung bertatap muka.


Andri yang terlihat lega langsung bertanya.


"Apa bu Tamanya ada?" Ucap Andri to the point


"Oh, Mamah. Ada mas, silahkan masuk dulu Mas." Ucap Selly mempersilahkan masuk.

__ADS_1


"Baik," Ucap Andri sambil mengikuti Selly masuk kedalam rumah


"Silahkan duduk dulu Mas." Ucap Selly


"Iya, terimakasih." Ucap Andri


"Saya panggilkan Mamahnya dulu," Ucap Selly berlalu


"Iyah, silahkan." Ucap Andri mengerti.


Tak lama kemudian bu Tama dan Selly kembali menemui Andri yang berada di ruang tamu.


Selly membawa jus jeruk lengkap dengan beberapa cemilan.


Sedangkan bu Tama terlihat berjalan pincang karena kakinya cedera akibat tabrakan yang semalam.


Andri yang melihat bu Tama kesulitan langsung sigap membantunya hingga tanpa sengaja tangan Selly tersentuh Andri saat membantu bu Tama hendak duduk.


Selly yang menyadari sentuhan itu ditahannya karena sedang membantu Mamahnya.


"Terimakasih yah , maaf malah merepotkan." Ucap bu Tama merasa tidak enak


"Tidak apa-apa bu." Ucap Andri yang sudah duduk kembali


"Oh iya, ini saya membawa beberapa belanjaan Ibu dan Tina semalam yang tertinggal di tempat perbelanjaan." Ucap Andri sambil memberikan barangnya.


"Oh, iya. Aduh jadi merepotkan nak Andri loh. Terimakasih yah sebelumnya malah jadi n…ak Andri yang membayar semuanya." Ucap bu Tama senang.


"Tidak repot ko bu, malah saya yang mau minta maaf karena kejadian semalam ibu jadi cedera." Ucap Andri merasa sedih


"Tidak, sudah jangan begitu.Ibu tidak apa- apa ko, beberapa kali diurut juga baikan." Ucap bu Tama menenangkan.


"Saya datang kesini bermaksud mengajak Ibu ke rumah sakit untuk memeriksakan lukanya bu." Rayu Andri pada bu Tama


"Mau ya Mah" Ucap Selly meyakinkan


"Baiklah, kalo kalian memaksa." Ucap bu Tama


Tak lama kemudian mereka pun berangkat ke RS , di dalam perjalanan Selly mengabari Papahnya dan juga Tina karena takutnya mereka kebingungan mencari Selly dan Mamahnya jika sudah pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah sakit, Andri dibantu Selly mendorong Mamahnya menuju salah satu ruangan yang akan memeriksa Mamahnya.


"Mas, maaf ko kita enggak daftar dulu." Tanya Selly heran


"Oh, aku udah daftar ko sebelumnya kita hanya langsung menemui dokternya saja." Jawab Andri menjelaskan


"Oh begitu, baiklah " Ucap Selly mengerti


Setelah melewati beberapa lorong, akhirnya mereka menemukan ruangan yang dituju.


Pemeriksaan pun tidak berlangsung lama dan hasilnya juga ternyata tidak terlalu parah.


Bu Tama hanya diberi beberapa obat dan disarankan untuk tidak terlalu banyak bergerak dulu.


Pemeriksaan juga dilakukan rutin perseminggu sekali untuk kontrol. Mereka pun merasa lega karena kondisi Bu Tama tidak mengkhawatirkan.


Mereka pun memutuskan pulang , namun diperjalanan Andri mengajak Bu Tama mampir untuk makan siang dulu karena kebetulan Andri belum makan siang.

__ADS_1


Mereka pun mampir ke salah satu restoran kelas menengah atas, Selly yang teringat Papah dan Adiknya langsung memberikan kabar baik pada mereka.


__ADS_2