
Saat ini Tian tengah asyik dengan buku yang sedang ia baca sejak pulang sekolah, sudah hampir berjam- jam lamanya dia berada di ruangan buku yang penuh dengan rahasia itu, siang sudah berubah menjadi malam namun ia tak juga kunjung beranjak dari tempatnya sekarang, hingga beberapa kali Bi Enah masuk untuk sekedar melihat Tian karena kawatir ingin memastikan keadaannya.
Handphone yang terus berbunyi tak dia dengar karena sudah di setting dengan mode silent sebelumnya. Hingga waktu malam matanya pun mulai lelah pertanda memberi isyarat bahwa ia harus segera beristirahat.
Tian pun meletakan bukunya ke tempat asalnya lalu keluar dari ruangan tersebut dan menuju tangga atas kamarnya, rumahnya sudah tampak sepi dan dia baru tersadar saat melihat jam di hanphonenya yang sudah menunjukan waktu malam.
Setelah sampai kamarnya dia langsung membaringkan tubuhnya dan menyelimutinya lalu kemudian mengambil handphone yang ia simpan di nakas, terlihat beberapa panggilan dan chatt masuk dari beberapa orang.
Terlihat juga Papah Mamahnya berada di daftar tersebut. Ia pun langsung menghubungi nomor tersebut untuk sekedar berjaga- jaga.
"Hallo Mah, tadi nelpon? Ada apa ?" Ucap Tian dingin.
"Iya, hallo sayang. Iya tadi Mamah nelpon kamu. Enggak ada apa- apa, Mamah sama Papah cuma mau nanyain ulang tahun kamu tahun ini mau dirayain disini atau disana?" Tanya Ibu Tian lembut.
"Disini aja." Ucap Tian singkat.
"Oh gitu, emmmm ... kamu enggak mau nyoba suasana baru ngerayainnya?" Ucap Ibu Tian berusaha membujuk.
"Enggak." Jawab Tian singkat.
"Mmmchhhh ,,, sayang bukan Ibu egois, tapi saran Mamah kenapa enggak nyoba disini kita ngerayain ulang tahun kamu kali ini, biar suasananya berbeda." Ucap Ibu Tian penuh bujuk rayu.
"Kenapa enggak Ibu dan Ayah aja yang kesini." Ucap Tian ketus.
"Sayaaang, kamu kan tahu..." Ucapan Ibu Tian terputus saat Tian memotong ucapannya.
"Iya, aku tahu ko, gak usah bilang. Ibu mau bilang kalo disana banyak kerjaan kan? Setiap Tahun juga gitu kata- katanya. Jadi Tahun ini juga kenapa malah aku yang harus kesana? Aku juga sama halnya seperti kalian sedang banyak kerjaan yang kalian beri padaku jadi aku lebih memilih tidak merayakannya tanpa kalian." Ucap Tian dingin dan ketus.
__ADS_1
"Maaf sayang, Ibu cuma...."
Tuttty.... tuttt .... tuttt....
"Ya ampun, apa- apaan anak itu. Hah... " Ucap Ibu Tian kesal mendapat perlakuan yang kasar dari anaknya.
"Kamu kenapa sayang?" Ucap Ayah Tian saat melihat istrinya terlihat kesal.
"Tian Mas, dia marah karena kita enggak bisa hadir di ulang tahunnya nanti." Ucap Ibu Tian sendu.
"Ya, mau gimana lagi. Kita banyak kerjaan yang enggak mungkin kita tinggal. Lagian juga kan setiap tahun dia sudah tahu bahwa kita enggak akan bisa meninggalkan kerjaan hanya untuk merayakan ulang tahunnya disana. Paling kalo mau dia yang harus kesini." Ucap Ayahnya yang tak merasa bersalah.
"Aku juga udah kasih pengertian begitu, tapi dia keburu marah Mas, dan dia enggak mau kesini saat aku berusaha membujuknya." Ucap Ibu Tian.
"Ya, sudahlah biarkan saja dia. Kalo itu maunya ya sudah. Kita terima saja, dan jangan diperpanjang lagi." Ucap Ayah Tian berlalu.
Ibu Tian hanya melihat sekilas kepergian suaminya itu menuju kamarnya sementara ia masih terduduk diam lalu kembali dalam lamunannya, setelah beberapa menit kemudian Ibu Tian tersadar dari lamunannya lalu berdiri dan menuju ke kamarnya.
Hingga Tiara pun tidak menaruh rasa curiga padanya atau melihat perbedaan dari sikapnya. Sepulang sekolah Tian mengantar Tiara seperti biasa dan melanjutkan aktivitasnya melakukan pertemuan dengan beberapa stafnya di rumah.
Hingga akhirnya hari yang ditunggunya tiba, Bi Enah dan Pak Dirman yang tak pernah melewatkan hari special Tian selalu menjadi orang yang selalu ada disamping Tian setiap Tahunnya.
Namun kali ini dia mendapat beberapa kejutan dari Tiara dan beberapa temannya yang datang ke rumah. Ternyata Tiara sudah mempersiapkan semuanya jauh- jauh hari untuk memberi kejutan padanya.
Tian pun sangat terkesan dan sangat bahagia kedatangan Tiara dan beberapa temannya, tak lupa Mamah Papah Tiara juga ada disana. Senyuman Tian tak henti terukir terasa kesedihan yang awalnya ia rasakan sekejap sirna karena kehadiran Mereka.
Ucapan doa dan selamat pun terucap dari semuanya hingga akhirnya malam itu mereka berpesta dan bermain beberapa permainan hingga membuat suasana rumahnya sangat ramai dan hangat.
__ADS_1
Ibu Tiara yang saat itu juga membawa belanjaannya tengah sibuk di dapur ditemani Bi Enah dan Pak Dirman yang menyiapkan makanan untuk semuanya.
Beberapa saat kemudian makanan tersaji berkat kerja sama yang apik, mereka pun menyantap tumpeng sederhana buatan Mamah Tiara dan Bi Enah, beberapa makanan juga tersaji lengkap dengan cake, cemilan - cemilan dan minuman ala - ala kafe buatan Mamah Tiara.
-------------------------------------
(Flash back sebentar yah.)
Tiara yang sebelumnya meminta pada Mamahnya belanja pagi itu, Mamahnya juga langsung bertanya untuk apa? karena tentu saja Mamahnya merasa heran, lalu Tiara pun mulai menjelaskan maksudnya meminta Mamahnya belanja hingga memberitahukan juga bahwa ia memiliki sebuah rencana yang sudah dia persiapkan bersama beberapa temannya.
Sepulang sekolah Tiara langsung membuat kue dibantu Mamahnya yang sudah duluan ada di dapur mempersiapkan bahan - bahannya, rencananya dia akan membuat kue ulang tahun sendiri untuk Tian.
Sebenarnya kondisi tubuhnya beberapa minggu lalu sangat drop karena kegiatan, dia pun mulai mengurangi beberapa aktivitasnya diluar dan lebih memilih stay home dan belajar memasak dari Ibunya.
Hingga hasilnya pun sangat menakjubkan karena Tiara belajar dengan sangat cepat dan memiliki kemampuan berkreasi membuat makanan ini itu hingga sahabatnya (Kia ) dan pacarnya (Tian) sering kali mendapat makanan yang mereka bawa ke rumah saat berkujung ke rumah Tiara.
Setelah beberapa waktu berlalu kue ulang tahun untuk Tian akhirnya sudah siap, lalu kemudian ia pun bergegas bersiap- siap untuk berangkat ke rumah Tian bersama beberapa teman Tian dan Tiara, tak lupa dengan Mamah Papahnya yang juga ikut serta.
Setelah semuanya sudah datang mereka pun bergegas menuju rumah Tian untuk memberi kejutan.
****
Hai semuanya terimakasih yang tak terhingga untuk reader yang sudah setia dari awal episode hingga sekarang.
Ditunggu juga like dan Votenya supaya thor juga makin semangat membuat cerita selanjutnya.
Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk beberapa orang yang sudah like dan Vote Novel ini.
__ADS_1
Semoga saya tidak mengecewakan kalian yah, i love you pokoknya.
Happy reading all 😘😘😘