CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
BERUSAHA BANGKIT


__ADS_3

3 bulan sudah Tian pulang pergi ke Ibu kota, Vino yang juga masih ada di negara tercinta memutuskan untuk memperpanjang masa tinggalnya untuk membantu Tian dan melihat kondisi cuaca sampai membaik.


Vino saat itu memang harusnya sudah kembali namun melihat Andri dan Tian yang kewalahan ia pun hanya mengirim Rena kembali lebih dulu karena ia pun tidak bisa mempercayai siapapun sekarang.


Tian awal- awalnya masih bertahan menjaga absensinya disekolah, namun karena perusahaannya lebih membutuhkannya dia pun akhirnya menyerah tidak bisa menyeimbangi keduanya, karena absensi di sekolahnya mulai mendapat perhatian dari guru.


Beberapa keputusannya mengundang pro dan kotra, bullying dan cercaan mulai ia dapat dari teman - temannya karena terlalu lama absen tidak masuk sekolah, Tian hanya bisa memaklumi dan menjalaninya sampai situasinya membaik.


Vino memang langsung ambil kendali saat melihat perusahaan Tian mengalami kerugian yang cukup besar, Vino tahu Tian pasti akan kewalahan jika ia memaksakan diri pergi namun berkat keputusan Vino yang akhirnya turun tangan, Tian pun sangat terbantu dan tidak terlalu lelah membereskannya seorang diri.


Termasuk sekolah yang Tian miliki juga langsung ia perbaiki dan beberapa bangunan sampai di renovasi untuk menjaga kemungkinan buruk yang akan terjadi lagi.


Beberapa cafe dan beberapa properti lainnya langsung iya perbaiki, sebagian lainnya di bantu Vino dan Andri.


Selain itu dia juga mengalihkan semua kegiatan sekolahnya secara pribadi dari yang sebelumnya harus bertatap muka disekolah menjadi face to face bertemu dikediamannya, terkadang dia juga menggunakan cara lain dalam bentuk media komunikasi jika keadaannya memang tidak memungkinkan ataupun secara langsung meminta ijin jika berhalangan.


Beberapa guru sempat memprotes kepada pihak sekolah karena mereka beranggapan bahwa tidak sepantasnya seorang murid diperlakuan istimewa, salah satu ketakutan mereka selain kemungkinan akan tidak dihargai dari seorang siswa yaitu karena mereka juga takut jika orang tua murid lainnya tahu dan akan memprotes besar - besaran dan akhirrnya akan berakibat buruk pada karir mereka.


Namun berkat pihak sekolah dan beberapa orang lainnya termasuk Vino yang langsung turun tangan meyakinkan para guru, akhirnya semua mau mengikuti kemauan Tian.

__ADS_1


Semua pelajaran dan beberapa nilai yang tertinggal akhirnya terkejar dengan baik, namun tak dapat dipungkiri bahwa banyak dampak yang kurang baik datang padanya.


Komukasi dengan Tiara dan beberapa kegiatan lainnya ia usahakan sebisa mungkin dalam bentuk media terlebih dahulu, walau terasa berat namun tanggung jawabnya sekarang lebih besar karena berhubungan dengan orang banyak.


Sore itu Tiara sedang di kamarnya baru saja membersihkan tubuhnya. Ia lalu teringat dengan Tian yang belum mengetahui akan ada acara camping di sekolahnya, ia pun langsung mencari handphonenya dan menghubungi Tian.


"Hallo" Ucap Tiara sambil duduk diatas kasurnya.


" Iya hallo Ra," Jawab Tian yang sedang sibuk menerima laporan dari orang kepercayaannya.


" Kamu kapan masuk sekolah lagi? Bulan depan disekolah kita ada acara camping bersama loh, kamu ikut enggak?" Tanya Tiara sambil berusaha mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


" Oh iya, kapan tepatnya? Aku harus lihat situasi dulu, kayaknya sekarang aku belum bisa masuk sekolah, nanti aku kabari lagi jika situasinya sudah memungkinkan, oke beb." Ucap Tian lembut.


" Kamu marah yah, jangan marah dong beb, aku juga pengennya ada di sana, sekolah lagi seperti biasa dan hidup normal seperti dulu. Tolong kamu pahami aku dulu untuk sekarang." Ucap Tian meminta pengertian Tiara.


"Aku coba yah, tapi jangan berharap banyak, sulit bagiku mengerti karena jujur saja aku tidak paham dengan situasi yang sedang kamu hadapi dan kamu pun tidak mau memberitahuku." Ucap Tiara sambil menghela napas panjang karena ia terus menerus mendapat alasan tidak pasti dan tidak jelas.


"Aku tahu, aku minta maaf belum bisa memberi tahu kamu yang sebenarnya, tapi yang pasti saat ini aku benar - benar dalam situasi sulit dan rumit." Ucap Tian yang kembali memberi alasan tidak jelas.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan mencoba mengerti dan mencoba menunggu kamu sampai kamu bisa menjelaskan semuanya sama aku." Ucap Tiara mencoba memahami Tian.


Tiara pun menutup telponnya dan membanting handphonenya sembarangan tubuhnya langsung lemas dan hanya bisa menangis tersedu - sedu ditutupi bantal di atas kepalanya agar Mamah Papahnya tidak mendengarnya.


Sedangkan Tian merasa sakit mendengar Tiara mengatakan hal itu ia pun langsung mengkonfirmasi ke pihak sekolahnya tentang kabar yang dia dapat dari Tiara. Setelah kebenarannya dia dapat, dia pun meminta agar pihak sekolah dapat mengkondisikan tempat dan melihat prakiraan cuacanya. Tian ingin kenyamanan diutamakan mulai dari air, makanan, tempat dan cuaca melengkapi acara tersebut.


Tian selama ini memang berusaha menyisihkan kepentingan pribadinya, bahkan dia menyadarinya bahwa hubungannya dengan Tiara mulai bermasalah karena terlalu lama mereka berhubungan secara jarak jauh dan jika saja Tian terbuka pada Tiara mungkin semuanya tidak akan menjadi rumit.


Parahnya beberapa alasan sudah tak lagi di dengar Tiara, terkadang hal kecil pun menjadi bahan pertengkaran mereka namun Tian menyadari bahwa itu semua terjadi karena alasan ambigu darinya.


Tian pun sebisa mungkin tidak menyakiti Tiara dengan berusaha memberi penjelasan yang masuk akal, walau mungkin yang terjadi adalah sebaliknya karena Tiara sering kali memberi keluhan padanya.


****


Hai semuanya terimakasih yang tak terhingga untuk reader yang sudah setia dari awal episode hingga sekarang.


Ditunggu juga like dan Votenya supaya thor juga makin semangat membuat cerita selanjutnya.


Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk beberapa orang yang sudah like dan Vote Novel ini.

__ADS_1


Semoga saya tidak mengecewakan kalian yah, i love you pokoknya.


Happy reading all 😘😘😘


__ADS_2