CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
TAK TERDUGA


__ADS_3

Sudah sepekan lamanya Vino dan Rena berada di negara tercinta, itu berarti pertanda bahwa mereka harus segera kembali ke negara Xx.


Vino dan Rena memutuskan untuk kembali, Tian dan Andri saat itu turut mengantar kepergian Vino dan Rena ke bandara.


Tak lama kemudian mereka pun saling berpelukan saat Vino dan Rena sudah harus pergi.


Tian dan Andri juga berpisah disana dan mereka kembali ke urusan masing- masing. Sepulangnya Tian menuju rumah, diperjalanan terjebak oleh hujan yang deras disertai angin kencang yang sangat hebat.


Mereka pun mengurungkan niatnya untuk meneruskan perjalanan pulang, dan langsung menuju ke salah satu apartement miliknya yang ada di kota tersebut.


Badai sangat hebat datang membuat beberapa mobil dan kendaraan hilang kendali kekacauan di jalan raya tak dielakan lagi.


Begitu halnya dengan Vino dan Rena yang harus terpaksa menunda penerbangannya karena kendala cuaca yang buruk dan pihak maskapai penerbangan pun sudah pasti belum bisa memberikan prediksi keberangkatan yang fix untuk penerbangan selanjutnya.


Vino dan Rena lebih memilih untuk mencari aman dan menunggu sampai cuacanya membaik, mereka pun langsung mencari kendaraan yang bisa membawa mereka menuju ke apartement milik Vino.


Sama halnya dengan kota yang Tiara tempati pun cuacanya sangat buruk dan menghawatirkan.


Tina mulai cemas takut hal buruk terjadi pada Tian, karena ia tahu kalo Tian sedang mengantar Omnya ke bandara, dan terakhir kali berkabar dengannya sebelum Tian berangkat ke Ibu kota.


Dia pun segera mencari handphonenya dikamar untuk menghubungi Tian agar mengetahui kabarnya.


" Hallo" saat sambungan terhubung.


"Iya, hallo Ra." Ucap Tian.


" Kamu dimana sekarang?" Tanya Tiara cemas.


" Aku masih di Ibu kota Ra," Jawab Tian tenang.


" Kamu gimana kabarnya disana?" Tanya Tiara lagi.


" Aku baik - baik saja, jangan kawatir." Ucap Tian menenangkan. Padahal keadaannya dia pun sama kawatirnya.


" Gimana cuaca disana sekarang?Kamu langsung pulang enggak?" Tanya Tiara lagi memastikan.


" Awalnya iya, tapi karena cuacanya masih memburuk kemungkinan aku bakalan nunggu dulu sampai cuacanya membaik dan memungkinkan aku bisa pulang kesana, cuaca disana gimana sekarang Ra?" Ucap Tian yang juga ingin tahu keadaan Tiara.


" Oh, ya sudah kalo begitu. Disini juga cuacanya sangat buruk. Sekarang kamu dimana?" Tanya Tiara kembali memastikan.

__ADS_1


" Aku saat ini sedang berteduh di tempat yang aman." Jawab Tian yang tak mau memberitahukan Tiara secara rinci.


"Syukurlah, kalo begitu. Kalo ada apa - apa kabari aku yah," Ucap Tiara mulai tenang.


" Baik, princes ku ," Ucap Tian mencoba menggombal. Mereka pun mengakhiri telponnya.


Siang kini sudah berganti malam namun alam tak kunjung rehat dari amarahnya, petir dan angin kencang terus menerus menemani hujan deras yang juga tak jua kunjung henti.


Tiara yang kawatir menanti kabar dari Tian hanya bisa berharap - harap cemas menanti kabar baik, gemuruh petir dan suara angin kencang membuatnya ketakutan karena belum juga berhenti walau saat ini sedang berkumpul dengan keluarganya tapi hatinya masih saja membuatnya was - was.


Tak lama orang yang dinanti pun memberikan kabar bahwa sekarang dia sedang berada di tempat tinggal milik Andri, Tiara pun mulai tenang sekarang.


Tian yang sama kahawatirnya hanya bisa bersabar karena harus lebih tenang menghadapi kemungkinan kabar buruk terlebih mengenai beberapa usahanya, ia juga sengaja berbohong karena belum bisa berkata yang sebenarnya pada Tiara.


Malam semakin larut dan semua orang sudah merasa lelah mereka pun berusaha untuk beristirahat dengan cara masing - masing walau dalam keadaan yang tidak tenang.


Pagi harinya, semua jalanan penuh ranting kering dan dedaunan yang jatuh, sampah - sampah pun ikut tumpah dijalanan. Banjir di berbagai daerah menyebabkan banyak korban berjatuhan.


Berita disana - sini meminta masyarakat lebih waspada karena prakiraan cuaca yang buruk kemungkinan akan datang kembali dalam beberapa hari ke depan.


Hampir semua orang mengalami musibah akibat hujan deras kemarin, orang - orang langsung sibuk berbenah dan mengecek barang- barang milik mereka tak beda halnya yang terjadi di rumah Tiara mereka pun langsung mengecek berbagai tempat dirumahnya, karena takutnya rumahnya juga mengalami kerusakan akibat angin kencang semalam.


Hari ini disekolah Tiara tidak belajar karena ternyata banyak bangunan yang rusak dan Air yang masuk ke dalam ruangan menyebabkan semuanya harus bergotong royong membersihkan setiap ruangan masing- masing.


Berbeda dengan Tian yang sekarang banyak mendapat kabar kurang baik karena beberapa tempat usahanya mendapat kerusakan yang harus ditangani dengan cepat.


Sekitar pukul 10.00 pagi saat Tiara masih sibuk membersihkan kelasnya ia mencuri waktu untuk menghubungi Tian karena ingin tahu keadaannya, tak lama suara Tian pun terdengar.


"Hai, kamu lagi apa?" Tanya Tiara to the point


"Aku lagi nyantei aja, kamu disana gimana kabarnya?" Tanya Tian berbohong lagi dan berusaha tenang.


"Disini kita semua belum efektif belajar seperti biasanya, bangunan sekolah ternyata banyak kerusakan dan setiap ruangan yang ada di lantai bawah tergenang air. Jadi kita semua lagi bersih - bersih nih sekarang" Ucap Tiara penuh penjelasan.


"Enak dong enggak belajar, cemooh Tian." Pura- pura tidak tahu


"Enak enggak enak sih." Jawab Tiara lemas.


"Ko gitu," Ucap Tian lagi.

__ADS_1


"Iya, enaknya bebas kita gak belajar. Enggak enaknya kamu gak ada disini jadi sama aja boong." Jawab Tiara mengeluh.


"Berarti aku special dong." Ucap Tian merasa tersanjung.


"Yaah, kurang lebih seperti itulah." Jawab Tiara ngasal.


"Selama aku enggak ada kamu jangan macem - macem yah disana." Ucap Tian memperingatkan.


"Macem - macem ngapain coba? Aku kan anak baik, kalo pun mau nakal kondisi sekarang aja dimana - mana lagi enggak bersahabat." Ucap Tiara membela diri


"Yaaa,,, macem - macem apa aja, bisa aja kan kamu nakal selagi aku enggak ada terus ngajakin Kia atau siapa gitu 🤣🤣." Ucap Tian penuh sambil tertawa.


"Yaaa,,, enggak mungkin laah. Kan aku juga disini baik - baik." Ucap Tiara penuh pembelaan.


"Baiklah, kalo begitu. Aku bakalan pegang omongan kamu. Kamu baik - baik yah disana." Ucap Tian terus menerus penuh penekanan.


"Uuuh segitunya kamu yah, Iya,,, iyaaa,,, aku enggak bakalan nakal aku janji." Ucap Tiara sambil tertawa kegirangan.


"Nah, gitu dong jadi anak baik. Ya udah, aku tutup dulu yah telponnya. Nanti siang aku telpon lagi." Ucap Tian kemudian.


"Oke, aku tunggu yah." Ucap Tiara, telepon mereka pun berakhir.


Tian sebenarnya saat itu sedang rapat dengan beberapa orang kepercayaannya, dia sedang membahas beberapa hal yang menimpa beberapa tempat usahanya, namun karena banyak sekali masalah yang harus diselesaikan dia pun meminta berhenti sejenak kepada orang - orang kepercayaannya itu.


Dia pun sesaat harus menjadi orang lain karena karyawannya. Namun beberapa karyawannya memaklumi dengan usia Tian sekarang yang tidak mudah menjadi orang yang harus selalu menjaga wibawanya. Dan hanya bersama Tiara dia bisa menjadi diri sendiri.


Namun setelah telpon mereka terputus Tian pun mulai serius kembali dan melanjutkan beberapa pembahasan yang sempat tertunda.


Tian memang langsung membuat meeting dadakan di apartementnya, karena banyak kerusakan maka dia pun bergerak cepat dan sebisa mungkin langsung mengambil langkah dan keputusan yang tepat.


****


Hai semuanya terimakasih yang tak terhingga untuk reader yang sudah setia dari awal episode hingga sekarang.


Ditunggu juga like dan Votenya supaya thor juga makin semangat membuat cerita selanjutnya.


Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk beberapa orang yang sudah like dan Vote Novel ini.


Semoga saya tidak mengecewakan kalian yah, i love you pokoknya.

__ADS_1


Happy reading all 😘😘😘


__ADS_2