CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
KENCAN


__ADS_3

Tiara sangat senang saat omnya mengijinkannya untuk pergi dengan Tian, wajah merona Tiara yang terukir senyum bahagia membuat Kia sangat bahagia melihat sahabatnya itu karena sekarang memiliki orang yang menyayanginya seperti Tian.


Tian dan Tiara tak lupa mengajak Kia saat akan pergi, namun Kia menolak dengan alasan harus segera pulang.


Tiara yang merasa sedikit kecewa akhirnya terpaksa hanya pergi berdua dengan Tian.


Tian saat itu hanya ingin mengajak Tiara keluar jalan-jalan setelah beberapa hari terakhir yang mengharuskan Tiara berada di rumah karena terluka.


Tak lupa Tian juga menelpon Ibu Tiara untuk meminta ijin, respon yang didapat Tian cukup baik, karena Ibu Tiara pun memberi ijin pada Tian.


"Kamu lagi pengen kemana sekarang?" Ucap Tian yang duduk di motornya menghadap ke arah Tiara bertatap muka langsung.


"Aku lagi pengen makan baso."Ucap Tiara sambil tersenyum pada Tian.


Tian yang yang mengiyakan ajakan Tiara langsung menuju lokasi yang Tiara mau.


Sesampainya di lokasi Tiara dan Tian mengurungkan niatnya karena warung basonya langganan Tiara memiliki tempat duduk lesehan.


Tiara yang belum memungkinkan untuk duduk di lesehan karena kakina yang masih terluka memilih untuk membungkus basonya untuk dibawa pulang.


Dalam perjalanan pulang sesekali Tian dan Tiara mengambil foto bersama saat mendapat spot foto dengan view yang bagus.


Tian menepati janjinya membawa pulang Tiara sebelum pulang, namun kali ini Tian langsung pamit pulang pada Ibu Tiara.


Malam hari Tiara meluangkan waktu untuk menghubungi Kia sebelum tidur.


"Ki, loe lagi apa?" Tanya Tiara.


" Gue baru beres mandi." jawab Kia langsung.


" Ki, loe gak serius kan tadi bilang ke Tian mau ngelaporin semua kegiatan gue." Ucap Tiara kemudian


"Iya ko, gue serius." Jawab Kia cepat


" Ih ko loe gitu sih, loe kan teman gue Ki. masa lebih milih Tian." Ucap Tiara ketakutan.


" Ye, Tian juga temen gue kali, Loe kenapa si takut amat." Ucap Kia santai.


" Gak, gue cuma sedikit takut aja. Karena sebelumnya gue pernah janji bakalan jaga jarak sama cowo lain. Tapi tadi siang Dira malah bersikap kayak gitu ke gue." Tukas Tiara penuh penekanan.


" Ya ,yang itu mah Tian juga udah tahu kale. Kan dia juga ada di sana lihat langsung semuanya." Ucap Kia menjelaskan.


"Ah ,iya gitu Ki? Yang bener loe Ki? ko gue gak liat?" Ucap Tiara ketakutan.


" Ngapain juga gue bohong, gak ada untungnya. Mana bisa liat, orang Tian berdiri dibelakang loe" Jawab Kia PD.


" Pantesan dia bilang mau ngasih hukuman." gumam Tiara dalam hati.

__ADS_1


"Oh, iya udah deh, met tidur ye." ucap Tiara memelas, mengahiri telpon.


"Oke, met mimpi indah ye." Jawab Kia santai.


Setelah menutup telpon, tidak selang lama Hp Tiara berbunyi.


Saat melihat si penelpon bahwa itu Dira Tiara malah menekan tombol silent dengan cepat.


"Drrrrrtttt...drrttt...drrt.." suara telpon Tiara bergetar, Tiara pun mengecek hpnya.


Ternyata ada pesan dari Dira.


" Aku tahu ,aku banyak salah sama kamu aku minta maaf , dan aku ingin kamu tidak memberi jarak padaku, tolong beri aku kesempatan lagi. Kekeliruan dimasa lalu memang tak sepantasnya aku sampai menyakiti kamu. Itu adalah kebodohan terbesarku. Aku harap kamu mau membuka hatimu lagi untukku." Tulis Dira dalam pesannya.


Tiara hanya membacanya kemudian mematikan telponnya. " Untuk apa minta maaf lewat pesan, ih bikin jijik asa. Kenapa juga kelamaan sadarnya setelah ada Tian. kemaren-kemaren kemana aja. nyebelin banget sih. Sorry ya.. hatiku sudah berpaling pada Tian dan tidak ada lagi tempat untukmu." Gumam Tiara kesal sambil berbicara pada Hp nya yang mati.


Sabtu sore Tian datang ke rumah Tiara dan meminta ijin pada ibu Tiara untuk membawa Tiara keluar.


Saat ijin sudah didapat Tiara pun kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


Tak lama kemudian mereka pun pamit dan menuju ke tempat tujuan. Tian rencananya ingin mengajak Tiara bioskop.


Karena jarak tempuh perjalanan yang lumayan memakan waktu Tian pun berinisiatif langsung mengajak Tiara ke bioskop tanpa makan dulu.


Ternyata saat sampai film yang akan ditontonnya masih memiliki waktu beberapa jam lagi penayangannya.


Mulai dari masuk studio foto, ke tempat bermain sampai Tiara harus membawa boneka koin hasil tangkapan Tian.


Tian dan Tiarapun akhirnya dapat menonton film yang sudah ditunggu-tunggu.


Tidak ada kecurigaan Tiara sama sekali dari Tian saat itu hingga saat lampu dimatikan Tian mulai memegang tangan Tiara lembut.


Tiara yang masih sedikit kaget hanya menatap Tian dengan senyuman, dan menikmati tangan hangat Tian. Tian kemudian mengakat tempat minum yang menjadi penghalang kami berdua.


Tangan Tian pun melingkar ke bahu Tiara, dan menarik lembut sampai kepala Tiara menyender ke bahu Tian yang tegap.


Lama kelamaan tangan Tian turun ke bawah sampai dipinggang Tiara, Tiara pun langsung memegang tangan Tian karena takut terjadi hal-hal aneh, Tian pun mulai berbisik kalo dia akan menepati janjinya untuk memberi hukuman pada Tiara.


"Deg.." Dada Tiara hanya langsung berdebar, tubuhnya kaku karena langsung teringat dengan kejadian kemaren.


Antara menyesal dan senang hanya Tiara masih bersyukur karena posisi mereka duduk sangat gelap dan berada dipojokan.


Kursi samping pun terlihat kosong karena memang tidak terlalu banyak yang menonton.


Sehingga kemungkinan tidak ada yang memperhatikan mereka saat ini.


Saat Tiara memalingkan wajah, Tian tak bergerak dari posisinya, otomatis mereka langsung bertemu pandang dengan jarak hanya beberapa centi saja.

__ADS_1


"Cup.." Dengan cepat Tian mengambil kesempatan mendapatkan ciuman pertama Tiara dengan menahan leher Tiara.


Tiara yang saat itu hanya diam dengan wajah memerah, tak diabaikan Tian untuk mengambil kesempatan kedua untuk mencium kembali bibir Tiara yang lembut.


Tiara yang hanya menerima dan menikmati ciuman pertamanya dan langsung memejamkan matanya sampai beberapa menit.


"Itu untuk membantu mengingatkan kamu dengan janji yang kamu ingkari." Ucap Tian berbisik saat melepaskan Ciumannya.


" Apa hukuman nanti, kalo aku tidak sengaja mengingkari lagi." Ucap Tiara bertanya dengan pelan.


"Yang pasti akan lebih dari ini." Ucap Tian singkat.


Tiara hanya tersenyum saat mendengarnya,


Tian pun merasa puas karena Tiara tidak melakukan penolakan, Tiara yang begitu bahagia malam itu hanya ternyum tanpa henti.


Malam setelah selesai menonton Tian mengajak Tiara makan dulu sebelun pulang, saat itu Tian memberikan jam couple pada Tiara.


Tiara yang tidak menyangka Tian sampai sebegitunya, rasa senang Tiara yang double-double hanya terpancar dari senyuman yang terus menerus dipancarkan.


" Pakai ini setiap hari yah, jangan lupa kamu punya janji pada pemberi jam ini." Ucap Tian saat memakaikan jam couplenya pada Tiara.


"hmm.. emm.. pasti." Ucap Tiara singkat sambil menganggukan kepalanya pelan.


Tian pun segera mengajak pulang saat selesai makan, Tian tidak ingin mengecewakan orang tua Tiara dan mendapat image jelek karena membawa pulang Tiara telat.


Minggu pagi saat Tiara sedang membereskan tanaman bunganya Tian datang berkunjung sambil membawa beberapa macam bibit bunga.


Senyum indah Tiara langsung mengembang saat Tian yang selalu penuh kejutan membuat Tiara kehilangan kata-katanya.


"Ko kamu tahu aku lagi butuh bunga." Tanya Tiara penasaran, "Apa mamah yang ngasih tau Tian." gumam Tiara dalam hati namun Tiara menepisnya karena itu tidak mungkin.


" Apa sih yang aku gak tau tentang kamu." Jawab Tian sambil mencubit hidung Tiara yang mancung.


Seakan dirumah sendiri Tian yang sudah tak sungkan berada dirumah Tiara langsung masuk dan bergabung untuk berbaur dengan yang lain yang sedang melakukan aktifitas masing- masing.


Tian saat itu memilih untuk membantu Papah dan Tiara membereskan tanaman bunga di halaman belakang.


"Om Tian mau titip tanam bunga yah, nanti kalo sudah berbunga mau Tian ambil untuk dibawa pulang , boleh kan Om?" Ucapan Tian penuh makna dan seperti mengisyaratkan sesuatu.


Ayah Tiara pun menanggapi nya dengan hangat karena langsung mengerti maksud pembicaraan Tian, karena selama ini Tian pun terlihat memberi pengaruh positif pada anaknya.


Tiara pun yang mendengarnya langsung tersenyum bahagia, karena tak pernah menyangka Tian sampai seberani itu pada Ayahnya.


" Boleh dong, jika saatnya tiba nanti pasti om akan mengijinkan nak Tian membawanya." Jawab Ayah Tiara hangat.


Tian yang mendengar pernyataan respon positif dari Ayahnya Tiara langsung merasa lega, Tian langsung menatap Tiara tanpa ragu dan memberinya senyum tanpa malu.

__ADS_1


__ADS_2