CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
KEJUJURAN TIAN DAN TIARA


__ADS_3

Pagi itu jam pelajaran dimulai sekitar pukul 7.30. Semua langsung tertib saat salah seorang guru baru masuk dan memberi salam.


Semua anak langsung ramai karena mereka mendapati guru baru pada pelajaran kali ini, hari itu adalah jam pelajaran untuk materi bahasa inggris karena gurunya baru jadi mereka melakukan pengenalan diawal untuk pelajarannya.


Guru sebelumnya adalah guru yang sama untuk semua angkatan, karena keterbatasan pelamar dan daerah yang terpencil hampir satu tahun lamanya mereka tidak mendapati seorang guru yang basicnya di bidang bahasa English.


Beberapa guru sebenarnya sedang menjadi perhatian Tian karena ada beberapa guru yang hanya mengajar asal- asalan seperti cara mengajar yang hanya fokus pada satu orang di setiap kelasnya dan dia akan melanjutkan materinya disaat anak tersebut sudah terlihat paham dengan materi yang diberikan.


Guru lainnya adalah salah satu guru lama di sana dan mempunyai jabatan sebagai pembina salah satu ekstrakulikuler, prilakunya dalam mengajarnya seperti tidak serius seperti contoh dia terkadang suka membawa segelas susu ke dalam kelas selama pelajaran berlangsung.


Terkadang dia juga lebih banyak menyampaikan kekesalannya ketika mengajar, karena memang ada beberapa anak nakal yang berani menggunjingnya atau yang berusaha memberontaknya dalam bersikap.


Dan beberapa sikap lainnya yang sudah menjadi gosip umum karena dalam kegiatan ekstrakulikulernya dia selalu menjadikan uang sebagai alasan pada siswa yang membangkangnya, dia juga lebih fokus pada anak yang memiliki paras cantik dan pintar.


Tian melihat semua itu sangat tidak efisien dalam forum belajar mengajar, dia pun akan bertindak cepat saat seorang guru yang cukup baik sudah bisa ia dapatkan.


Sudah 1 jam mereka melakukan pengenalan, hingga akhirnya mereka masuk pada jam pelajaran kedua lainnya.


Sekitar pukul 10.00 pagi mereka mendapati kelas yang hanya diberi materi dan tugas dari salah satu guru karena beliau sedang berhalangan hadir untuk mengajar.

__ADS_1


1 jam pertama kami sudah selesai menyelesaikan materi yang diberikan guru tersebut, dan di 1 jam lainnya seperti biasa mereka menggunakannya untuk bermacam - macam kegiatan.


Termasuk Tian dan Tiara yang saat itu ia gunakan untuk membahas hal yang sebelumnya terjadi.


" Ra, kamu lagi ngapain?" Tanya Tian karena melihat Tiara asyik membaca buku tebal sambil memasang headset di telinganya.


Tiara yang mendengar Tian bertanya hanya menunjukan bukunya sambil tersenyum, sedangkan Tian yang saat itu tubuhnya sedang menghadap tepat pada Tiara dan berharap menahan respon dari Tiara sambil memandangi Tiara dan menahan kepalanya dengan kepalan tangan.


Mendapat respon yang nihil, karena tiara terus asyik dengan kegiatannya, Ia pun menggapai tangan Tiara yang sedang asyik memegang lembaran buku yang dibacanya.


"Ada apa?" Tanya Tiara saat tangannya di genggam Tian.


"Kamu tadi kenapa nangis? Apa bener karena kamu sakit atau karena aku punya salah yang tidak sengaja membuat kamu sakit hati?" Tanya Tian dengan suara yang sangat rendah sambil berusaha memandangi wajah Tiara yang masih sembab.


"Aku beneran enggak apa - apa ko, aku cuma terbawa emosi aja karena sekarang - sekarang ini kita jarang ketemu." Ucap Tiara sambil tersenyum manis dan merespon genggaman Tian.


"Iya, maafin aku yah." Ucap Tian tertunduk.


"Iya aku maafin," Ucap Tiara sambil mengelus pipi Tian lembut.

__ADS_1


" Kamu tahu apa yang membuatku selalu kesal, karena aku selalu mendapat alasan yang ambigu dari kamu, tapi saat tadi aku lihat kamu aku tersadar dan merasa senang karena akhirnya kamu ada disini lagi, aku tadi hanya berusaha menahan egoku dan aku ingin kita kembali seperti dulu lagi. Aku baru sadar, bahwa kamu berubah, dan kamu sedang menutupi sesuatu yang akan membuat aku cemas, sekarang aku cuma mau kamu jujur sama aku dan jangan berbohong atau menutupi dengan alasan yang tidak masuk akal lagi." Ucap Tiara penuh penjelasan dan harapan.


"Oke, kalo gitu aku mau jujur sama kamu. Tapi sebelumnya aku mau tahu dulu apa maksud kamu aku berubah. Aku merasa tidak pernah berubah dan selalu berusaha menjadi diri aku sendiri." Tanya Tian memastikan.


"Aku tahu hati kamu memang tidak berubah tapi dalam bersikap aku merasa kamu banyak berubah dan aku bisa melihat perubahan besar pada tubuh kamu yang banyak kehilangan berat badan. Sebenarnya apa yang terjadi selama ini kenapa kamu menghilang dan baru muncul sekarang, kenapa juga saat kita sedang bertengkar mulai dari om Andri sampai Mamah Papah selalu ada di pihakmu, bagiku semuanya terasa janggal dan tidak masuk akal, karena mereka ataupun kamu tidak pernah memberi alasan yang jelas yang bisa aku pahami." Ucap Tiara sambil meneteskan kembali air matanya.


Setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari Tiara, Tian menemukan alasan kembali yang bisa dia pakai.


"Jujur saja aku memang sedang sakit dan dalam masa pengobatan. Tapi kamu jangan khawatir karena sebentar lagi aku akan sembuh, aku hampir selesai melewati beberapa pertemuan lagi dengan dokternya. Aku harap kamu juga jangan bilang sama om dan tante, aku enggak mau melihat mereka mengasihaniku dan menghawatirkanku Aku lebih suka mereka yang sekarang yang apa adanya dan tidak pernah membedakan aku sama kamu. Aku juga minta maaf untuk masalah om Andri, sebenarnya aku selama ini dibantu om Andri dalam masa pengobatan dan aku juga yang memintanya untuk tetap merahasiakan penyakit aku ke kamu, ke Om dan juga ke tante. Aku sayang sama kalian semua dan aku enggak mau kalian cemas dan kawatir." Ucap Tian yang berusaha meyakinkan Tiara.


****


Hai semuanya terimakasih yang tak terhingga untuk reader yang sudah setia dari awal episode hingga sekarang.


Ditunggu juga like dan Votenya supaya thor juga makin semangat membuat cerita selanjutnya.


Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk beberapa orang yang sudah like dan Vote Novel ini.


Semoga saya tidak mengecewakan kalian yah, i love you pokoknya.

__ADS_1


Happy reading all 😘😘😘


__ADS_2