CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
ANNIVERSARY


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Tian meminta tolong pada Pak Dirman untuk datang membawa seragamnya ke rumah Tiara, dia masih merasa lelah jika harus bulak- balik ke rumahnya lalu harus menjemput Tiara lagi.


Setelah sarapan mereka berangkat pagi-pagi sekali karena di sekolahnya sedang mengadakan acara ulang tahun. Tian sangat terkejut sekaligus senang saat mengetahui bahwa Andreas ternyata masih duduk di bangku SMP, dia kira kemaren Andreas seumurannya atau malah lebih tua darinya karena tubuhnya sangat berisi dan juga tinggi.


Senyum terus mengukir di wajahnya tatkala ia mengetahui hal yang diluar dugaannya itu, sedari kemaren dia sangat was-was pada sikap Andreas yang manja pada Tiara sampai saat sarapan pagi pun banyak rengekannya.


Awalnya bermula dari dia mengejek tingkah Andreas yang manja di meja makan dan saat Tiara membangunkannya hingga mandi, Tian sangat kesal, karena sikap Andreas sangat tidak sesuai dengan usianya, dia seperti anak kecil yang masih manja sangat kekanak-kanakan sekali, terlebih lagi Tiara sangat memanjakannya.


Kejengkelannya keluar begitu saja dalam gerutunya hingga Andreas spontan menjawab bahwa " Gue emang masih SMP, lalu kenapa?" Ucapnya sambil memasang tatapan tidak suka dengan nada ketus dia sangat dingin dan tidak mau bersahabat. Namun bukan sikap itu yang membuat Tian menganga terkaget-kaget, tapi karena mendengar pernyataannya dia masih di jenjang sekolah pertama.


Tian mulai memberi pengertian di hatinya pada Andreas yang memang sudah dijelaskan Tiara sebelumnya. Bahwa dia hanyalah adik sepupunya yang manja dan juga sama-sama anak tunggal sepertinya.


Tian sekarang paham maksud kata-kata Tiara kemaren yang memintanya pengertian karena memang Andreas lebih muda darinya dan tentu saja Tiara juga tidak mungkin langsung total berubah pada Andreas satu-satunya adik sepupunya yang tumbuh bersama-sama sejak kecil.


Sedangkan Tiara dan Kia merasa heran pada sikap Tian yang sangat ceria tak seperti biasanya. Mereka pun berangkat bersama-sama ke sekolah menggunakan mobil Tian tanpa mau menegurnya sedikit pun.


"Ki, dia gak sakit kan?" Tiara cemas lalu mengirim pesan singkat dari ponselnya.


"Kalo menurut gue sih kayaknya dia sakit deh Ra, mending lo ajak dia ke Dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan 🤣🤣🤣 .." ledek Kia dalam balasannya.


" Gila lo, emang dia sesakit itu?" Tukas Tiara dalam pesannya.


"Ya kan kali aja. Mencegah lebih baik kan dari pada tidak melakukan apapun, antisipasi aja Ra ,,, antisipasi 😁😁😁😁..." jawab Kia dalam balasannya.


"Ah, parah lo bikin gue cemas aja. Entar gue coba tanya deh kalo lagi pas waktunya." Balas Tiara kembali.


"Nah, tuh lo tahu mesti ngapain. Bagus, bagus... biasakan." Balas Kia lalu menyimpan ponselnya kembali.


"Eh, ini aku aja yang ngerasa atau emang bener kalian pada ngobrol lewat handphone sih? Ucap Andreas kepo.


"Kepo...." Ucap Kia singkat. Sedangkan Tiara hanya tersenyum sambil melihat Andreas yang duduk di belakang bersama Kia dari kaca spion.


"Eh, iya de ko kamu sekarang godrong gitu sih. Emang gak ditegur sama guru disekolah. Kalo di sekolah Kakak dulu siswa yang rambutnya godrong kayak kamu udah di pangkas asal lo di depan orang banyak." Ucap Tiara menakut nakuti dan bermaksud mengalihkan topik pembicaraan.


"Ah, Kak Rara ngeles aja. Di sekolah aku juga sama ko, cuma kalo aku emang lagi ada keperluan pemotretan aja, jadi pihak sekolah memaklumi." Ucap Andreas menjelaskan.


"Hehehee...Oh, gitu. Ya udah syukur deh. Jangan jadi anak bandel aja yah de." Pesan Tiara kawatir.


"Iya kak, emang kalo aku bandel kenapa?" Andreas penasaran.


"Kalo kamu bandel Kakak gak mau nolongin kamu lagi kalo kamu lagi perlu bantuan bikin alasan aneh-aneh ke Papahmu, Kakak juga bakalan blokir no kamu biar gak bisa ganggu-ganggu Kakak lagi, Kakak juga gak mau ketemu kamu lagi, gak mau nerima curhatan kamu lagi dan juga gak bakalan mau nemenin kamu maen lagi." Ancam Tiara jahil.


Berbeda dengan Tian yang mendengarnya langsung tersenyum penuh kesenangan. Tiara pun mulai curiga bahwa perubahan di wajah Tian ada hububgannya dengan Andreas.


"Waduh, serem amat. Kak Rara sadis."Ucap Andreas tak terima.

__ADS_1


"Biarin aja biar kamu gak ada temen lagi, biar sendiri aja kalo mau ngapa-ngapain."Ucap Tiara tegas.


"Ya udah, iya ,, iya,, aku gak bakalan bandel. Aku bakalan baik deh." Ucap Andreas pasrah.


"Nah, gitu dong. Anak pintarrr.." Ucap Tiara senang.


"Eh, iya. Emang lo jadi model apa? Tanya Tian penasaran sambil melirik spionnya.


"Gue model majalah remaja. Emang lo gak pernah lihat gue?" Andreas mulai narsisnya.


"Gak, emang lo terkenal?" Tanya Tian lagi ketus.


Kia dan Tiara langsung tertawa dengan tingkah Andreas yang seperti model terkenal sedangkan Andreas merasa sedih karena Tian tidak mengenalinya sebagai orang yang beberapa kali selalu berada di majalah remaja dan beberapa brand pakaian.


"Pantesan lo kemarin langsung ketus sama gue, ternyata lo emang gak pernah tahu gue." Ucap Andreas yakin dan Tian hanya acuh.


"Yeee emang situ terkenal? Dia emang gak kepo ke hal-hal yang gak penting kayak lo kaleee." Ucap Kia pada Andreas nyinyir.


"Ih, apaan sih lo. Gue kapan suka kepo?" Andreas beralasan.


"Deuh , gaya lo. ngeles aja kayak bajaj. dasar munasikin lo." Ucap Kia sebal melihat tingkah Andreas yang cengengesan.


Sesampainya di sekolah suasana sudah ramai mulai dari gerbang sampai parkiran orang-orang mulai berdatangan dari pagi dari berbagai tempat untuk berpartisipasi menghadiri undangan dari pihak sekolah yang menyelenggarakan beberapa perlombaan untuk tingkatan SD dan SMP.


Beberapa acara pun dia tambah dengan sangat apik untuk memeriahkan acara yang akan berlangsung dia hanya berkordinasi langsung dengan Kepala sekolahnya saja tanpa ada yang tahu.


Tian juga ikut serta menjadi salah satu panitia penyelenggara untuk memastikan acara yang akan berlangsung beberapa hari kedepan.


Tian dan Andreas pun menjadi pusat perhatian saat mereka turun dari mobil, para siswa hanya menggunakan motor sebagai alat transfortasinya sedangkan saat ini Tian terlihat berbeda dari yang lainnya karena menggunakan kendaraan yang biasa digunakan para guru dan staf TU lainnya.


Seketika jeritan histeris para wanita mulai terdengar sepanjang mata memandang, Tian yang selalu acuh dan dingin hanya fokus pada langkahnya menuju tempat yang hendak dia tuju berbeda dengan Andreas yang sangat narsis dan justru terlihat so cool.


Karena teman-temannya belum terlihat batang hidungnya Andreas terpaksa hanya mengekori jalan Tiara saja.


Sedangkan Tian dan Tiara yang saat itu menuju tempat yang sama untuk menghadiri rapat sebelum acara dimulai dan langsung memasuki salah satu ruangan, terlihat beberapa rekannya sudah banyak yang hadir dan menunggu waktu dimulainya acara.


Andreas seketika berhenti dan celingak celinguk mencari keberadaan Kia, dia langsung mengekori Kia saat melihatnya.


Tak lama Pembina OSIS masuk dan memberikan beberapa arahan agar terselenggaranya acara yang akan berlangsung selama beberapa hari yang akan datang.


"Lo ngapain?" Ucap Kia risih dengan tingkah Andreas yang gelendotan.


"Judes amat Kak Kia, temenin gue dulu yah sebelum temen-temen gue dateng." Ucap Andreas memelas.


" Ih ogah, emang gue baby sister lo." Ucap Kia menghindar dan berlari kecil hendak meninggalkan Andreas.

__ADS_1


"Kak Kia tunggu ." Ucap Andreas yang sadar Kia menghindarinya.


"Lo mau kemana sih?" Tanya Andreas kepo yang berhasil menyeimbangi langkah Kia.


"Kantin." Ucap Kia singkat.


"Oh, eh ngapain?" Tanya Andreas ingin tahu.


"Katanya lo gak pernah kepo." Ucap Kia nyinyir.


"Ih siapa juga yang kepo, gue cuma pengen tahu." Andreas mengeles.


"Ngeles aja lo kayak bajaj, itu sama aja dodol." Ucap Kia jengah.


Sesampainya di kantin Kia menghampiri Deni yang sudah menunggunya, Andreas juga ikut duduk bersama Kia tanpa canggung.


"Siapa?" Tanya Deni.


"Oh iya, kenalin ini ini Andreas adik sepupunya Tiara, Andreas kenalin ini Deni pacar gue." Ucap Kia jelas.


Mereka pun bersalaman lalu memesan beberapa minuman, beberapa mata tertuju pada Andreas yang tidak seperti anak SMP karena tubuhnya yang terlihat dewasa.


Lalu beberapa siswa menghampiri meja Kia, Deni dan Andreas untuk menggoda Andreas yang saat itu sangat cuex.


Mereka meminta Kia mengenalkan Andreas pada mereka karena ingin mendekatinya, lalu tiba-tiba Tiara datang bersama Tian memecah suasana.


"Hei kalian mau ngapain?" Tanya Tiara tiba-tiba galak.


"Ya elah Ra, lo galak amat, kita cuma mau kenalan aja ko. Lagian juga lo kan udah punya Tian. Masa yang ini juga mau lo embat." Ucap salah satu temannya jengah.


"Emang kenapa kalo iya, udah deh kalian cari yang lain aja yang ini punya gue." Ucap Tiara protektif.


"Maruk amat lo Ra," Ucap yang lainnya kesal.


"Biarin." Ucap Tiara cuex.


Mereka pun akhirnya pergi dan Tian sekarang malah lebih soft dan calm tidak seperti sebelum-sebelumnya. Dan Andreas merasa kesenangan karena Tiara berhasil mengusir wanita-wanita yang kecentilan tadi membuatnya sangat risih.


****


Hai sahabat Reader yang selalu setia menunggu kisah selanjutnya dari Novel ini, saya ucapkan banyak sekali terimakasih karena kalian selalu setia stay disini.


Saya mohon dukungannya dari para temen-temen semua untuk Vote dan likenya yah, supaya saya lebih semangat lagi mecari insprirasinya


Happy reading guys 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2