
Mereka pun melanjutkan aktifitasnya dengan menonton TV nampak kembali tangan Tian yang tidak bisa diam menyusuri bagian dalam pakaian Tiara yang membuat Tiara risih karena tidak nyaman.
Tiara yang saat itu duduk di depan Tian dan menyender langsung ke tubuh Tian terus mendapat perlakuan dari Tian yang tak mau berhenti, hingga Tiara pun tidak tahan dan menerima beberapa kali ciuman dari Tian yang nakal.
Tian bahkan sempat tidur dipangkuan Tiara dan melakukannya lagi, mencuri-curi celah wajahnya masuk ke dalam pakaian Tiara dan melakukan langsung dengan mulutnya perlahan tapi pasti membuat Tiara merasa kenikmatan.
Wajah Tiara memerah seperti kepiting rebus, tubuhnya menggeliat merasa tubuhnya teraliri listrik dengan tegangan tinggi, tangannya tidak bisa diam meremas rambut Tian acak.
Hingga akhirnya waktu pun berlalu cepat dan Tiara harus segera pulang.
Tian pun mengantar pulang Tiara ke rumahnya sesuai janjinya pada Rika akan mengantarkan Tiara sebelum malam.
Setelah sampai di halaman rumahnya, Tiara langsung turun dari motor Tian begitu pun Tian, mereka masuk berbarengan.
Tiara langsung masuk ke kamarnya dan langsung membersihkan tubuhnya sedangkan Tian sedang bermain basket dengan Andri di halaman belakang.
"Berasa punya anak lagi ya Mah." Ucap Riko yang sedang duduk di mini bar ditemani segelas susu yang melihat kegiatan Tian dan Andri.
"Iya Pah, Tian membawa kebahagian bagi Tiara juga bagi kita semua, sejak ada Tian Tiara sudah tidak murung seperti sebelumnya."
Rika melihat sekilas kegiatan dua laki-laki itu sambil terus fokus dengan kegiatannya di dapur menyiapkan makan malam.
(Ting tong,,, ting tong)
Terdengar suara bell berbunyi, Riko pun ke depan membuka pintu.
"Wah, ada acara apa nih Pah beli makanan banyak banget." Ucap Rika yang senang melihat beberapa kue kesukaan nya dan pizza yang beraneka macam dibawa suaminya saat kembali dari depan rumah.
"Ini kerjaan anak baru kita Mah, bukan Papah. Anak itu memang selalu memberi kejutan yang tak diduga-duga. Papah makin sayang Mah saya dia Mah." Ucap Papah Tiara yang sedikit terharu karena kejutan yang diberikan Tian.
"Oh, kirain kerjaan Papah. Mamah udah geer duluan aja. Mamah juga Pah, makanya kita harus banyak bersyukur lagi Pah, karena ternyata Tian banyak membuat kita tersenyum dan terharu saking bahagianya." Ucap Rika yang tersenyum sampai menitikkan air matanya karena merasa terharu.
Rika yang saat itu memanggil kedua jagoannya yang tak mau berhenti bermain akhirnya mengambil bola basket yang sedang dimainkannya, tampak wajah merah kecapean penuh keringat dan napas tersengal-sengal dari keduanya.
"Kalian mau sampai kapan main huh, kalian udah pada tinggi gitu masih pada loncat aja. Ayo ayo ayo masuk kedalam mandi dan makan." Tika yang kebetulan langsung mendapatkan bola langsung mengehentikan Tian dan Andri.
Andri dan Tian pun bergantian mandi dan Tian yang tidak membawa pakaian cadangan memakai pakaian Andri seusai mandi.
Tiara yang saat itu sudah selesai membersihkan diri langsung membantu ibunya memasak di dapur dan hanya tersenyum melihat kelakuan Andri dan Tian yang sampai ditegor Rika.
Saat Rika menata makanan dimeja makan Tian dan Tiara malah berebut makanan yang ada di meja ruang keluarga membuat Rika mencubit keduanya.
"Nih anak ya, kaya kucing sama anjing aja. Tu kan banyak makanan ayo dimakan juga." Rika mencubit keduanya pelan tak begitu sakit membuat keduanya malah cengengesan.
"Aku lagi pengen kue Tante, yang itu buat semuanya aja."Tian beralasan.
"Aku juga sama Mah." Tiara pun tak mau kalah.
"Aduh ini anak berdua aneh- aneh aja, la itu kalo gak dimakan kan kasihan. Tiara Tian ayo makan jangan malah makan yang itu terus." Rika menunjuk ke makanan yang sudah hampir habis.
"Mubajir Mah yang benar bukan Kasihan, kasihan itu kalo Tiara gak dapet uang jajan lebih nah itu baru kasihan." Tiara memperjelas sambil cengengesan usil.
"Iya maksud Mamah itu mubajir, akh kamu yah pinter banget kalo udah ngeles ke jajan." Rika sedikit malu karena salah kalimat.
"Tian makasih ya untuk makanan hari ini, semoga rejeki mu diberi lebih lagi melebihi hari ini oleh-Nya yang Maha Pemberi."Ucap Rika setelah semuanya mulai makan dengan tenang.
"Iya sama-sama Tante Tian senang kalo semuanya bisa menerima pemberian Tian." Ucap Tian sambil mengambil makanannya dari piring.
"Wah kita makan besar nih, emang lagi ada acara apa sih sekarang?"Ucap Andri menyambung yang tak tahu menau.
"Ini acaranya karena Tian lagi membujuk Tiara biar gak ngambek terus Om." Ucap Tian menyindir secara langsung.
Tian yang cemburu karena kejadian tadi siang langsung memesan makanan saat makan malam di rumah Tiara.
__ADS_1
Tapi Tiara yang tahu juga hanya menggelengkan kepala no comment dengan apa yang dilakukan Tian.
"Mampus deh gue Tian pake alasan gue ngambek lagi, bakalan kena semprot omelan Papah Mamah Nih gue." Gumam Tiara dalam batinnya yang nampak tegang dan Kikuk.
"Ra kamu lagi ngambek kenapa sama Tian?" Tanya Rika melotot serta banyak garis tegang diwajahnya dan sedikit menekan tone suaranya.
"Hehehhhheee udah nggak ko Mah sekarang, itu tadi ko Mah tadi, hehe becanda doang, sekarang kita udah baikan ko, ya kan?"
Tiara menginjak kaki Tian dibawah meja sambil menggertakan giginya sambil tersenyum manis melirik Tian dan mencubit pipinya membuat meringis sakit dan tertawa secara bersamaan karena merasa senang mengerjai Tiara.
"Ra lain kali kalo ngambek gak boleh lama-lama gak baik? Rika melirik Andri dan Tiara secara bersamaan.
"Ko Andri juga Mba ." Tanya Andri tak terima.
"Ya kali aja kamu juga punya masalah yang demen di lama-lamain." Rika menyindir secara tidak langsung pertengkarannya dengan Vino.
"Iya Mah," Ucap Tiara
"Baik Mba." Ucap Andri
Tian dan Riko hanya tertawa dan saling tos tangan karena melihat Tiara dan Andri kena semprot.
Semuanya langsung tertawa karena kejadian dimeja makan.
***
Pagi hari semua orang tengah sibuk beberes dipagi hari karena akan melakukan perjalanan weekend.
Andri yang mengajak Gina ikut serta membantu mengisi jok mobil yang kosong, Tian dan Tiara yang berada di jok belakang terlihat kompak dengan baju couplenya yang dibeli secara dadakan, sedangkan di mobil lain Rika dan Riko yang di jok depan telah kedatangan tamu juga yaitu pacar dari Tika yang berada di jok belakang.
Mereka pun berangkat menuju Taman Love di sebuah Kota ss yang memiliki banyak wahana dan taman yang indah dipenuhi banyak bunga yang instagramable.
"Dasar ABG." Ucap Andri saat melihat kaca spion Tian dan Tiara mesra berfoto tanpa canggung dibelakang.
"Ih apa sih om, dasar om-om sirik aja" Ucap Tiara tak mau terima dikata-katai.
"Apa?" Ucap Gina yang tak enak hati mendengar kesombongan kekasihnya itu.
"Maksudnya aku om-om gini, tapi masih ganteng kan?" Andri membenarkan kata-kata sebelumnya. Tiara dan Tian tertawa kemenangan karena Andri kena tegur Gina.
"Uh pintarnya kekasihku ini mengalihkan pembicaraan." Gina mencubit pipi Andri gemas. Andri hanya meringis tersenyum walau tidak kesakitan.
Tiara dan Tian dibelakang yang mesra-mesraan meniru kelakuan Gina pada Andri membuat Andri geram
"Awas yah kalian, gara-gara kalian om kena semprot," Andri mengancam tak serius pada kedua anak yang membuatnya iri tersebut.
"Kasian ada yang gak bisa mesra-mesraan ." Tian meledek Andri tertawa senang sambil memeluk Tiara dari belakang.
"Ih kata siapa nih, om juga bisa mesra-mesraan." Tangan Andri langsung memegang tangan Gina dan menunjukannya pada kedua anak ABG ababil yang dibelakang.
"Tapi gak bisa kayak gini kan, mana dingin lagi om?" Tunjuk Tian sambil mencium pipi Tiara dan memeluknya.
" Ayo dong guys, kalian tega banget sama om, Om kan juga normal mana tahan om lihat kalian begitu terus sedangkan Om kan harus fokus menyetir." Andri yang juga ingin bermanja-manja pada Gina sangat jengkel pada anak yang ababil di jok belakang.
Gina yang melihat Andri gelagapan hanya tertawa melihat ke arah luar sambil melihat pemandangan indah yang hijau dengan udara segar yang masih penuh kabut.
Sedangkan Andri yang memang sangat iri dengan tingkah Tian dan Tiara hanya bisa berdehemm menahan keinginannya pada Gina.
di sisi lain Tika dan pacarnya yang bernama Jerry hanya duduk tenang dan sesekali membuka handphone saling berkirim pesan.
Rika dan Riko pun belum bisa terlalu banyak membuka pembicaraan karena takut ada apa-apa dalam perjalanan dan lebih memilih banyak diam untuk bisa fokus.
"Jangan tegang, Mamah sama Papah orang baik ko." ketik Tika.
__ADS_1
"Iya 😊, aku hanya sedikit cemas saja." ketik Jerry.
Sesampainya di tempat tujuan kedua mobil langsung mencari tempat parkiran kosong. Lalu semuanya mulai menjelajahi berbagai tempat memanjakan mata dengan suasana yang penuh keindahan dan berfoto Ria dengan banyak gaya di berbagai tempat.
Rika dan Riko terlihat mesra tanpa canggung pada semuanya dan sesekali mereka pun mengambil foto berdua.
Andri dan Tian yang sudah standbye dengan kamera banyak mengambil foto bagus dan mereka pun sesekali bertukar pikiran dalam hal fotografi.
Setelah cukup lama berkeliling dan merasa puas mereka pun kembali pulang dengan sedikit berbeda posisi karena sekarang Jerry menggantikan Riko untuk mengendarai mobilnya.
Sedangkan Riko dan Rika yang terlihat cukup kelelahan sudah tertidur pulas di jok belakang.
Sesekali Tika dan Jerry pun berbincang, tersenyum malu-malu mencuri-curi pandang dan berpegangan tangan.
Sedangkan di sisi lain Tian dan Tiara juga tertidur dalam perjalanan pulang sambil berpegangan tangan dan posisi Tiara menyender ke bahu Tian dan Tian sebaliknya.
" Ni anak- anak gak lagi hidup gak lagi pingsan mesra terus, gak tahu apa aku juga pengen gak mau mentoleransi diri aku kan juga normal." Ucap Andri sambil menggerutu tersenyum miring melihat kelakuan Tian dan Tiara dari kaca spion.
"Sabar dong, kamu juga harus ngerti mereka kan masih ababil. Kita aja yang banyak memaklumi." Gina berusaha membuat pengertian pada Andri yang uring-uringan terus.
"Mungkin karena aku lama menahan hasratku kali yah efeknya pas ada kamu pengennya nempel mulu gak mau lepas, terus kalo lihat ada yang mesra kayak mereka langsung bawaannya gerah gak enak." Andri mengkode ke Gina dengan menarik satu alisnya dan senyum nakal dengan mengipas-ngipas tubuhnya dengan bajunya.
"Bisa aja ngelesnya kayak bajai," Ucap Gina mencubit perut Andri , Andri pun mengeliat geli dan tertawa nakal merespon tingkah Gina.
Sebelum ke rumah masing-masing mereka mampir untuk mengisi perut di sebuah tempat makan yang pemiliknya tidak lain tidak salah lagi seorang anak ababil yang bikin iri Andri.
Andri yang dulu sering diajak Vino ke tempat itu hanya tahu bahwa ini tempat favorite mereka berdua sedangkan Gina yang lebih tahu pemilik tempat itu hanya diam dan tak mau banyak bicara.
Andri pun membangunkan kedua anak ABG yang saling memberi kehangatan satu sama lain itu, sampai mata Tian mengernyit karena tempat yang sekarang mereka kunjungi adalah miliknya.
Tian pun segera menyadarkan tubuhnya dan mengeluarkan handphone untuk mengirim pesan pada Managernya agar tidak memberikan pelayanan khusus.
Tian yang mulai turun dari mobil ditemani Tiara disampingnya masuk kedalam Cafe Vanilla miliknya saling bergandengan tangan.
Dengan fasilitas didalamnya yang sangat semi formal dan sangat instagramable membuat semua orang melihat setiap sudut ruangan dibuat takjub.
Tian sebagai pemilik dan salah satu pendesain juga merasa senang mendengar semua pujian yang terlontar dari semua orang.
Beberapa kali mereka mengambil spot foto yang chic dan fashionable. Setelah puas mereka pun memilih salah satu meja yang diperuntukan khusus untuk keluarga atau tamu yang memang ingin berada di tempat yang sama dengan kapasitas orang banyak.
Ruangannya pun sangat romantis diiringi penyanyi dan suasana romantis membuat semua orang ingin berlama-lama disana.
Berbeda lagi dengan ruangan lain yang hanya khusus para pemuda pemudi yang dimabuk kasmaran dengan meja yang yang hanya untuk pasangan.
Manager yang melihat kehadiran Tian langsung menghampirinya dan semua mata langsung terasa dibuat special karena mendapat pelayanan khusus dari sang Manager.
Tidak halnya dengan Gina yang tidak merasa kaget karena Manager itu seperti itu karena Tian.
Tian yang berwajah datar membuat kode pada Managernya itu dengan menunjukan sebuah handphone.
Tak lama Tian pun mendapat balasan dari Managernya dengan menanyakan pembayaran.
"Kita lihat nanti, sekarang layani saja dulu semuanya jangan sampai membuat semua orang gaduh karena melihatku." Pesan Tian.
"Baik Mas." Balas Managernya
Managernya pun langsung bertindak cepat dengan mengumumkan pada bawahannya untuk bersikap normal.
Semua orang banyak melontarkan pujian mulai dari harga yang bersahabat sampai rasa makanan yang sesuai selera.
***
Hai reader semua, ditunggu Vote dan likenya yah, jangan lupa favoritekan Novel ini juga.
__ADS_1
Jika masih banyak typo-typo mohon dimaklum, semoga semua episode membuat puas para pembaca.
Happy reading all 😘😘😘😘