
Setelah pertemuan mereka selesai, Andri dan pemilik perusahaan A pun langsung pamit undur diri
( Dalam perjalanan pulang)
"Pak, apa bapak yakin mau melakukan pertemuan dengan putri pemilik A". ( Ucap Nita meyakinkan)
"Tidak tahu Nit, saya juga ragu." ( tukas Andri jujur)
"Kalo mau saya bisa mengatur pertemuan nanti agar bapak tidak perlu menemuinya." (Ucap Nita memberi ide)
" kita lihat situasi dan kondisinya nanti, jika memang harus begitu aku akan langsung memberitahumu, tapi jika memang memungkinkan situasi dan kondisinya, aku akan menemuinya langsung." ( Ucap Andri )
"Baiklah." ( Tukas Nita )
Keadaan dalam mobil pun hening, walau sebenarnya Andri tidak memungkiri bahwa situasinya saat itu sedang merasa khawatir.
Dia merasa takut jika pertemuan yang akan terjadi dengan putri pemilik perusahaan A akan berdampak pada hubungannya dengan Gina.
Setelah lamunan yang lama akhirnya dia pun memilih untuk membicarakan situasinya pada Gina.
(Malam harinya sekitar pukul 19.15 WIB )
Andri memulai pembicaraan lewat chatt.
"Sayang kamu lagi apa sekarang? sibuk enggak? kalo ada waktu telepon aku ."
(tulis Andri didalam chattnya)
( 20 menit kemudian)
Andri terlihat harap-harap cemas dalam penantiannya.
drrrrttt,,,,
Hp Andri bergetar, terlihat notifikasi pesan masuk dari Gina
"Tunggu 1 jam lagi, aku masih ada pekerjaan."
( Tulis Gina membalas chatt Andri )
"Baiklah, aku tunggu."
( Balas Andri kemudian dalam chattnya)
"Baiklah,1 jam tidak akan lama." (Ucap Andri dalam gumamnya)
Awalnya dia hanya duduk menunggu, lalu 10 menit kemudian dia melihat jam dinding tak juga berjalan dengan cepat.
__ADS_1
Selama 10 menit lamanya Andri hanya mondar mandir tidak jelas, sambil terus melihat jam dindingnya, namun sayangnya waktu belum juga mau bergerak dengan cepat.
Andri pun bosan, sesekali dia melakukan olahraga kecil agar menghabiskan waktu, namun hasilnya nihil, akhirnya ia memilih menonton TV namun semua channel yang ia putar tidak membuatnya tertarik untuk melihatnya.
Andri pun membanting remote TV sembarang dikursinya.
Akhirnya dia memutuskan untuk pergi keluar untuk menghabiskan waktu dengan berjalan kaki ke sebuah pusat pembelanjaan yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
15 menit kemudian dia sudah sampai dengan hanya memakai sendal rumahan dan pakaian yang tidak terlalu tebal.
Walaupun begitu ia tetap memancarkan pesona karismatik yang bisa membuat para wanita tak karuan dibuatnya.
Betul saja, beberapa kaum wanita pun langsung memperhatikannya, selain karena parasnya yang tampan ia juga memiliki body yang sixpack, lekukan otot yang **** terlihat jelas disana, tatkala ia berjalan jejak wangi aroma tubuhnya sampai meninggalkan jejaknya hingga mungkin itu juga yang membuat kaum wanita menjerit dengan spontan.
Andri yang menyadari bahwa saat ini dia sedang menjadi pusat perhatian mulai merasa risih dan mulai mengitari barang-barang disana dengan wajah kebingungan.
Setelah beberapa menit kemudian ia memutuskan untuk membeli buah-buahan saja.
Dia pun langsung menuju tempat tersebut, namun keadaan tetap saja tidak berubah, ia pun mulai merasa risih hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil buah Apel yang ada dihadapannya.
Tiba-tiba, sebuah tangan wanita terpegang Andri secara tidak sengaja, akibat kecerobohannya tidak memperhatikan situasi.
Andri pun terkejut dan langsung menarik tangannya kembali.
Ia pun replek melihat pemilik tangan tersebut dan langsung meminta maaf.
"Iya, tidak apa-apa . Salah saya juga yang kurang memperhatikan keadaan." (Ucap wanita tersebut sambil tersenyum malu karena juga merasa bersalah pada Andri.)
Terlihat berbeda jelas dengan si wanita yang justru kegirangan dan dibuat salting seketika olehnya, wajahnya memerah, senyumnya terukir tak jua ingin berhenti.
Sesekali ia terlihat mengibas-ngibaskan tangannya pada wajah yang sekarang terasa panas.
" Oh, iya. Baiklah kalo begitu." (Ucap Andri sambil membalas senyuman wanita itu)
Mereka pun langsung mengendalikan situasi masing-masing dan mulai memilih buah Apel yang ada didepannya sekarang.
Beberapa wanita disekitar dibuat iri dengan adegan tersebut, hingga terdengar beberapa jeritan dan ucapan yang keras terdengar oleh keduanya.
Beberapa menit kemudian wanita itu bertanya kembali.
"Apakah kamu publik figure?" (Ucap wanita yang sedang bersama Andri itu )
"hmmh,,, bukan. Saya hanya warga biasa, memang kenapa?" (Tanya Andri kemudian merasa heran.)
" Oh, begitu. Masalahnyaaa saat ini saya merasa berbeda karena tidak seperti biasanya saya berbelanja dengan tenang, namun sekarang saya merasa banyak orang sedang memperhatikan kita." (Ucap wanita tersebut sambil melihat keadaan sekitar dengan senyuman risih )
"Oh, begitu yaa, ha ha ha ha.. " ( Ucap Andri menyadari maksud wanita tersebut sambil tertawa terpaksa)
__ADS_1
Sambil tertawa terpaksa kedua hanya saling pandang lalu mempercepat gerakannya. Keduanya pun langsung mengambil arah yang berbeda dan kerumunan pun bubar.
Hingga beberapa saat berlalu untuk yang kedua kalinya.
"Brakk.." (tubuh Andri menabrak sesuatu akibat pandangannya yang lengah tidak fokus melihat jalan)
Seorang ibu paruh baya jatuh tertabrak Andri saat ibu tersebut sedang memilih buah- buahan juga disana, Andri pun kaget dan semakin menjadi pusat perhatian karena kejadian itu.
Wanita tadi pun terlihat berhenti untuk memperhatikan kejadian itu dan dengan cepat ia lari kearah kejadian sambil berteriak.
"Mamah"
Andri pun gelagapan dan langsung meminta maaf akibat kecerobohannya itu pada Ibu tersebut sambil membantunya berdiri.
Namun syukurnya ibu tersebut tidak marah dan hanya tersenyum pada Andri.
Andri langsung membantu membereskan buah-buahan yang berserakan terlihat beberapa orang disana juga ikut membantu sambil curi-curi perhatian pada Andri
Wanita yang sebelumnya bersama Andri juga juga menghampiri mereka dan berkata.
"Mah, Mamah enggak apa-apa?" (Tanya wanita tersebut)
"Mamah enggak apa-apa, tenang. Mamah baik-baik aja." (Ucap Ibu paruh baya tersebut)
Dengan wajah cemas Andri langsung mencari sumber suara tersebut.
"Deg."
"Hah, Mamah." (Gumam Andri dalam batinnya)
Andri terkejut kembali melihat orang yang ia tabrak ternyata ibu dari si wanita tadi.
Andri pun langsung menghampiri keduanya dan meminta maaf kembali.
"maaf, maaf yah. Aku betul-betul tidak sengaja menabrak ibumu." ( Ucap Andri dengan wajah yang cemas )
"Iya, iya. Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Sudah- sudah jangan cemas saya baik-baik saja." ( Ucap ibu tersebut menenangkan )
(Wanita tersebut terlihat khawatir)
"Betul, tante baik-baik saja." (Ucap Andri menyakinkan.)
"Iya, betul. sudah jangan cemas saya tidak apa-apa." (Ucap Ibu tersebut kembali menyakinkan)
"Begini saja mari saya antar tante ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa." (Ucap Andri berusaha memberi tawaran)
"Tidak usah, sudah jangan. Saya baik-baik saja ko" (Ucap Ibu itu kembali meyakinkan.)
__ADS_1