
Karena kerumunan itu beberapa petugas dan Manager disana menghampiri kerumunan untuk melihat situasinya.
Hingga saat Manager tersebut melihat ternyata Andri yang berada di kerumunan tersebut, ia pun spontan bertanya.
"Pak Andri, ada apa ini. Apa ada yang bisa saya bantu." Ucap Manajer tersebut.
"deg..."
Andri terkejut kembali karena yang ia khawatirkan terjadi, orang- orang disana pun mulai bergunjing dan beberapa kamera handphone pun mulai menyorotinya.
Kini orang-orang sekitar pun mulai menerka-nerka akan status Andri, dan ingin tahu siapa Andri sebenarnya hingga Manager disana mengenalinya.
Beberapa orang pun terlihat sudah memposting dengan sembarang ke akun sosial media dengan berbagai macam judul.
Untungnya semua postingan tidak mengarah negatif pada Andri, tapi justru malah membuatnya terkenal dalam waktu singkat.
Andri mulai merasa situasinya mulai tidak kondusif lagi, ia pun bermaksud menawarkan diri untuk membantu ibu tersebut dan wanita tersebut untuk diantar pulang saja.
Untungnya mereka juga memahami situasi tersebut dan lebih memilih menyetujui ajakan Andri untuk diantar pulang.
Andri pun dengan sigap langsung menelepon satpam yang berjaga di tempat tinggalnya agar membawakan mobil miliknya ke tempat perbelanjaan kawasan tersebut.
Tak lama kemudian Andri mendapati mobilnya memarkir didepan pintu keluar langsung. Ia pun langsung membantu Ibu dan wanita tersebut untuk masuk kedalam mobilnya.
Setelah perjuangan yang sulit untuk keluar dari tempat tersebut akhirnya Andri kini merasa lega karena sudah berada didalam kendaraannya.
Berkat bantuan beberapa pekerja disana, beberapa Satpam serta Manajer Andri kini bisa mengantarkan Ibu dan anaknya pulang.
Andri pun meminta maaf kembali atas apa yang telah terjadi, selain karena kecerobohannya sudah membuat ibu itu jatuh, juga karena sudah membuat tidak nyaman sampai terjadi kerumunan.
Walau sebenarnya Andri pun merasa sama kagetnya dengan mereka karena ini merupakan hal baru baginya.
Untungnya mereka pun tidak mempermasalahkan hal tersebut, dan malah berterimakasih pada Andri karena mau repot mengantarkan mereka sampai rumah.
Setelah obrolan basa basi didalam perjalanan, 30 menit sudah berlalu mereka pun sampai ditempat tujuannya, yaitu di rumahnya Ibu dan Anak tersebut.
Andri pun diajak mampir untuk ikut masuk kedalam rumah, untuk menjaga tatakrama kesopanannya Andri pun ikut kedalam.
Sambil membantu si Ibu keluar dari dalam mobil, dengan sabar Andri juga membantu memapahnya sampai kedalam rumah.
Hingga tiba-tiba Andri berpapasan dengan si pemilik rumah yang lainnya.
Tak kalah terkejutnya dengan Andri si pemilik rumah pun merasakan hal yang sama.
"Pak Andri." (Sapa pemilik rumah tersebut)
"Oh, Pak Tama." (Sapa balik Andri)
__ADS_1
Mereka pun langsung berjabat tangan dan tertawa bersama, ya, Pak Tama adalah Pemilik perusahaan A yang sebelumnya mempunyai janji ingin mempertemukan Andri dengan putrinya.
"Mamah, Tina, Pak Andri. Ada apa ini?" ( Tanya pak Tama yang masih heran dengan situasinya)
"Oh, ini tadi ada kejadian salah paham sedikit." (Ucap bu tama meyakinkan)
"Oh, begitu." (Ucap pak Tama kemudian)
" Iya pak, tadi saya ....(ucap Andri yang hendak menjelaskan namun terpotong oleh Mita)
"Lah, Papa kenal sama orang ini?" (Tanya Tina sambil menunjuk Andri yang ada di sebelahnya)
"Iya loh, ternyata Papa kenal sama pemuda ganteng ini?" ( Ucap ibu/ istri pak Tama tersebut tak mau kalah ikut bertanya. Agar Andri tidak menjelaskan apa-apa.
"Tentu saja bapak kenal Bu, Pak Andri ini adalah pemuda yang tempo hari aku ceritakan Bu." ( Ucap pak Tama menjelaskan)
"Oh, Ya ampun. Ternyata memang jodoh yah malah langsung bisa ketemu seperti ini." (Ucap bu Tama yang terlihat senang.)
"Wah, beruntung sekali kak Selly bila berjodoh dengan pak Andri ini.". ( Ucap Tina sambil memandangi Andri yang sedari tapi membuatnya terpesona.)
"Tentu saja." ( Ucap Mamah sambil tertawa renyah)
" Baiklah-baiklah karena sekarang Pak Andri sudah disini, bagaimana kalo langsung ketemu saja dengan Sellynya yah." (Ucap pak Tama penuh semangat)
"Iya, iya iyaa.... sebentar yah aku panggilkan kak Sellynya." ( Ucap Tina yang langsung bergegas ke kamar Selly)
"Kak Selly,"
Panggil Tina yang langsung membuka kamar Selly tanpa permisi
"Ada apa sih, kamu tuh suka rusuh deh." ( Ucap Selly yang heran melihat tingkah adiknya yang gerusak gerusuk)
"Kak ayo ke bawah dipanggil Papa Mama kak." (Ucap Tina sambil menarik tangan Selly)
"Emang ada apa sih, ko kamu cengengesan enggak jelas gitu sih. Curiga deh, orang biasanya juga paling kalo manggil cuma sampe pintu doang." (Ucap Selly menggoda Tina)
"Ih, ayo ada kejutan. Kakak pasti suka." (Ucap Tina membuat Selly penasaran)
"Kejutan?" ( Ucap Selly yang langsung terlihat penasaran dan tersenyum senang)
"iya, kak. Kejutan." (Ucap Tina meyakinkan)
Selly pun akhirnya turun dari kasurnya dan meletakan buku novel yang sedang dibacanya, ia pun langsung bergegas turun untuk menemui Papah Mamahnya
"Pah, Mah ada kejutan apa sih?" (Ucap Selly lantang tanpa menaruh curiga sedikit pun)
Tina yang sudah dulu berada disana hanya tersenyum lucu melihat tingkah kakaknya.
__ADS_1
"Nak, sini nak." (Ucap pak Tama memanggil Selly yang malah celingak-celinguk melihat sekitar rumahnya)
Saat melihat keruang keluarganya juga ia tidak menemukan apapun disana hanya melihat kedua orangtuanya sedang duduk di sofa bersama adiknya.
Andri yang saat itu masih tidak terlihat oleh pas bunga dan beberapa benda lainnya membuat Selly dengan santainya berjalan menemui kedua orangtuanya.
Selly yang penasaran hanya mengikuti suara Papahnya.
"Pah, Mah. Mana sih kejutannya kata Tina ada kejutan buat aku." (Ucap Selly sambil berjalan hingga ia menemukan Andri disana dan saling bertatapan)
"Astagfirullah aladzim, Tinaaaaa kau nakal yah"( teriak Selly kencang sambil berlari kembali ke kamarnya.
Tina hanya tertawa, melihat kakaknya berhasil dikerjai olehnya.
"Aduh, maaf yah nak Andri Tina memang suka jail." (ucap bu Tama karena merasa malu)
"hmmmh,,,, iya enggak apa-apa bu." (Jawab Andri sambil tersenyum)
"Duh,, manisnya...." (Ucap Tina Spontan)
Pak Tama pun terlihat menepuk kaki Tina pelan sambil tertawa renyah saat melihat kejailan anak bungsunya pada Selly dan cara sikapnya pada Andri.
Tina yang memang terlihat dekat dengan pak Tama hanya terlihat tertawa puas dan malah memiringkan tubuhnya pada Papahnya itu karena merasa malu.
Mereka pun malah tertawa bersama, karena kecanggungan yang terjadi.
Tak lama Selly turun kembali, dengan balutan kerudung menutupi dadanya dan jaket yang menutupi bagian lengannya, sebelumnya ia hanya memakai pakaian tidur pendek saja membiarkan rambutnya yang lebat hitam dan panjang terurai indah.
Andri sekarang paham maksud teriakan Selly sebelumnya yang membuatnya kaget, awalnya dia kira Selly tidak menyukainya saat melihatnya.
Selly pun duduk diapit diantar Papah Mamahnya, tak sekalipun terlihat ia memandangi Andri.
Perkenalan pun dilakukan oleh Papah Mamahnya, Andri yang saat itu masih merasa bingung hanya merespon sewajarnya.
Setelah beberapa menit berlalu, Andri pun pamit untuk pulang.
"Baiklah, saya pamit dulu pulang karena sudah malam." (Ucap Andri)
" Iya, baiklah. lain kali main lagi kesini yah." (Ucap bu Tama)
"Baik tante, nanti kalo ada waktu saya main lagi kesini."(jawab Andri)
Setelah tahu Andri sudah membelakangi mereka Selly baru menampakan wajahnya dan memandanginya sampai Andri sudah tak terlihat lagi siluetnya.
Tina yang menyadari kakaknya itu langsung menggodanya dengan kalimat
" Cieeee.... cieeee.... kak. suka yah , suka yah..."
__ADS_1
Selly yang mendengar kalimat godaan dari adiknya hanya tersenyum senang, bercampur malu.