
Beberapa hari yang lalu Nita sekertaris Vino mengabari Tian perihal alat-alat fitness yang dia minta pada Vino supaya dikirim kerumahnya.
Ternyata barang-barangnya sedang dalam perjalanan menuju rumahnya, tak lama beberapa orang datang dengan alat-alat olahraga yang diminta Tian.
Tian pun langsung menunjukan ruangan yang akan menjadi tempat olahraganya, sisanya mereka yang mengerjakannya sampai beres.
Setelah semuanya tersetting dengan baik Tian pun mulai mencoba dengan memanggil instruktur untuk membimbingnya melakukan semua dengan alat olahraganya.
Tian pun semakin terlihat berkarisma karena olahraga yang dia lakukan memberikan hasil, Tubuhnya terlihat lebih berisi dan berotot.
Beberapa wanita pun mulai lebih agresif karena pesona tubuh Tian yang semakin membuat para ABG klepek-klepek.
Setiap langkahnya pun mulai mendapat jeritan- jeritan dari para murid wanita, sampai saat latihan basket semua wanita memenuhi kursi penonton.
Tiara yang mulai risih dengan wanita-wanita yang mengejar Tian karena sudah tidak menghargainya sebagai pacar.
Bahkan tak jarang Tian mendapat tarikan tangan, cubitan pipi,tangan bahkan beberapa wanita sampai berani mengaitkan tangannya pada tangan Tian yang terang-terangan dimata Tiara.
Tian pun mulai tidak nyaman dan ingin hidup damai seperti sebelumnya belum lagi ditambah Tiara yang sering ngambek padanya membuatnya frustasi.
Pagi itu Tiara yang sedang marah pada Tian dari hari sebelumnya meminta Kia menjemputnya.
Dan saat Tian sampai di rumah Tiara, Tian tidak melihat Tiara di teras seperti biasanya. Tianpun mengetuk pintu untuk memastikan.
Namun saat Rika membuka pintu, Rika malah terlihat heran saat melihat Tian yang tidak biasanya malah mengetuk pintu.
Tanpa mau basa-basi Tian pun pamit dan berlalu dengan cepat. Saat sampai di parkiran sekolah Tian tidak juga mendapati Tiara dan malah dikerumuni murid-murid wanita dengan beberapa sampai memberikan makanan untuk sarapan dan beberapa coklat.
Tian pun langsung menghindari area parkiran dan sedikit berlari menuju kelasnya, saat masuk Tiara terlihat senyum ceria dengan Kia dan beberapa wanita dan laki-laki juga.
"Tiara memang berangkat ternyata, tapi kenapa tidak mengabariku, dan malah mengabaikanku saat datang, tadi dia sama siapa berangkat ke sekolah?" Gumam Tian dalam hati.
Tiara pun terlihat acuh dan tak mau menengok ke arah Tian sedikit pun, Tian pun kemudian menghampiri Tiara untuk menanyakan kejadian pagi ini setelah dia menyimpan tas dan beberapa pemberian tadi di mejanya.
Kia yang langsung spontan mendekati meja Tian yang penuh makanan langsung membuka satu- satu tanpa permisi.
Tian juga terlihat santai dan memilih langsung menghampiri Tiara yang mengacuhkannya.
Tiara yang malah duduk di kursi Kia tak bergeming sedikit pun. Tian pun duduk di kursi Deni teman semejanya dulu yang sekarang menjadi teman sebangku Kia
"Kamu tadi berangkat sama siapa?" Tanya Tian pada Tiara yang masih cemberut.
Kia masih acuh tak mau menanggapi Tian.
Tian pun masih sabar karena memang dari kemaren Tiara sudah marah padanya.
"Kamu udah sarapan?" Tanya Tian lagi khawatir karena tadi Tiara pasti pagi sekali berangkatnya untuk menghindar darinya.
"Kamu dari kemaren kenapa ngacuhin aku? Tanya Tian lagi yang masih sabar menghadapi Tiara.
Namun Tiara yang masih diam lalu Tian mun menyentuh tangannya yang lembut. Dan Tiara spontan menghentakan tangan tanpa bersuara juga.
Lalu Tian mencoba membelai rambutnya agar mendapatkan jawaban.
"Diam, jangan ganggu aku." Ucap Tiara melotot sambil meninggalkan Tian di kelas
Kia dan Deni yang terlihat sibuk dengan makanannya di meja Tian hanya melongo melihat Tiara yang keluar dari kelas dan dikejar Tian.
Mereka pun hanya saling pandang sekilas dan melanjutkan makannya kembali, Tian saat itu langsung menarik tangan Tiara untuk menghentikannya.
Tapi lagi- lagi Tiara menghempaskan tangan berulang kali, hingga Tian pun mulai emosi lalu menarik dan menggengam tangan Tiara dengan keras ke aula basket supaya bisa berbicara bebas.
Tiara yang kalah besar tenaga dari Tian kewalahan dan memilih pasrah mengekori Tian karena tangannya terasa sakit.
Tiarapun langsung didorong ke dingding kaget dan merasa agak sakit pada bagian tangan yang digenggam Tian karena langsung di dorong kebelakang dan menarik pinggang Tiara secara bersamaan.
Tangan yang lainnya pun ditahan Tian di dingding kemudian diperlakukan sama diletakang dengan cepat di bagian pinggang Tiara di belakang.
Tiara pun terkunci dan tidak bisa berkutik, hingga Tian mendaratkan bibirnya dengan kasar di bibir Tiara.
Tiara pun merasa sakit yang bersamaan di tubuhnya, hingga akhirnya Tian melepaskan bibirnya saat Tiara merespon bibir Tian dan tubuhnya tidak memberontak lagi.
Tian pun menarik lembut Tiara ke bangku penonton untuk berbicara baik-baik.
"Kamu tadi berangkat sama siapa? Tanya Tian ingin tahu.
"Sama Kia." Jawab Tiara.
"Terus kenapa menghindari aku?" Tanya Tian penasaran.
__ADS_1
"Gak apa-apa." tukas Tiara singkat.
"Kamu mau seperti tadi lagi atau mau bilang kenapa dari kemaren kamu marah sama aku?" Ucap Tian sambil duduk menekuk dan menindih salah satu kakinya mengarah langsung ke Tiara.
"Aku cuma gak suka sama kamu yang dikerumuni cewe- cewe terus dan kamu jadi bahan pesona mereka." Tiara hanya menunduk dan cemberut.
"Oh, kamu cemburu?" Ucap Tian tertawa sambil mencubit pipi Tiara gemas menggoda.
"Nggak, aku cuma marah gak cemburu." Ucap Tiara sinis melihat Tian.
" Oh iya, iya, iya, maaf. Aku salah ya, ya udah jangan marah lagi yah, aku kan sayangnya cuma sama kamu. Lagian juga mereka aja yang kegatelan yang nggak bisa lihat cowo keren dikit langsung pada nempel." Ucap Tian yang gombal sambil menyombongkan dirinya.
"Ih, tuh kan kamu gitu." Ucap Tiara kesal sambil mencubit perut Tian gemas yang berotot itu.
"Iya, iya, iya, maaf. maaf. maaf. Aku cuma becanda" ucap Tian sambil meringis kesakitan sambil memeluk Tiara.
"Ya udah jangan marah lagi, nanti lagi aku lebih jaga jarak pada mereka oke. Sekarang kita masuk kelas yu, bentar lagi pelajaran guru killer aku gak mau ya..saat jam istirahat nanti dihukum panas- panasan harus hormat pada bendera karena gak ikut pelajarannya." Ucap Tian mengingatkan.
"Oh iya," Ucap Tiara terlihat ceria kembali.
Mereka pun kembali ke kelas sambil bergandengan tangan membuat sebagian para siswi kecewa melihatnya.
Tian pun merasa lega sekaligus senang karena Tiara cemburu pada wanita- wanita yang tak berarti untuk Tian itu dan sekarang Tiara sudah terlihat senyum manisnya kembali.
Tiara yang awalnya ingin duduk terpisah dari Tian sekarang bisa duduk bersama lagi, hingga saat bell istirahat berbunyi.
Semua murid langsung berhampuran meramaikan area sekolah dengan berbagai kegiatannya.
Begitu pun dengan Tian dan Tiara yang diekori Kia dan Deni di belakang menuju kantin sekolah.
Terlihat pemandangan berbeda saat tiba di kantin dengan kebersamaan Dira dengan seorang wanita yang terlihat sangat dekat.
Dira yang saat itu bermaksud membuat Tiara cemburu tidak mendapat respon dari Tiara karena malah acuh pada kegiatan Dira.
Lalu Dira melihat Tian yang sinis penuh kemenangan. Namun Dira tak mau terpancing walau hatinya tidak bisa berbohong kalo dia sangat kecewa.
Tian yang saat itu tepat di samping Tiara malah merangkul pinggang Tiara dan mengecup pucuk kepala Tiara untuk diperlihatkannya pada Dira.
Selama di kantin mereka terus- terusan seperti itu, hingga saat semunya kembali ke kelas masing-masing.
Kelas terlihat sudah gaduh oleh anak-anak yang saling lempar kertas yang dijadikan bola-bola kecil hingga saat Tiara terlempari Tian langsung melindunginya dengan langsung memeluk Tian.
Awalnya Tiara dan Tian masih bingung karena belum tahu sedang terjadi apa hingga kelas sangat gaduh.
Ternyata salah satu murid kelas Tiara dan Tian sedang berulang tahun dan akan mengadakan makan besar di sebuah Cafe Vanilla.
Tian pun terkejut dan langsung menghubungi Pak Edi sebelum berangkat untuk memastikan keadaan nanti disana.
Semuanya pun langsung menuju Cafe Vanilla yang jaraknya menempuh waktu sekitar 1 jam dari area sekolah.
Saat sampai di area Cafe semuanya langsung masuk ke ruangan yang khusus yang sudah di pesan.
Dira juga terlihat hadir bersama wanita yang saat di kantin sebelumnya terlihat sangat dekat.
Kesalnya Tiara karena wanita itu duduk pas di samping Tiara dan terlihat sangat manja pada Dira.
Dira yang merasa punya kesempatan langsung bermanja-manja seperti pasangan yang dimabuk kasmaran.
Tian yang melihat ketidak nyamanan Tiara pun tak mau kalah mesra dari Dira lalu Tiara pun melakukan hal yang sama agar membuat Dira terskakk Matt.
Saat Dira memang kesal karena tidak berhasil juga membuat Tiara memandangnya bahkan enggan meliriknya sedikitpun.
Dira pun melakukan cara lain dengan naik ke atas panggung dan memberikan beberapa statement lalu mempersembahkan sebuah lagu Rasa dari DOT.
Rasa yang ku pendam ini aku tak tahu
Sampai kapan aku bisa menahannya
Kau beri indahmu
Kau beri hangatmu
Walau ku tahu pilihanmu bukan untukku
Kan ku coba tuk bertahan untuk hatiku
Kau beri indahmu
Kau beri hangatmu
__ADS_1
Chorus:
Ku rasakan dalam hati
Hati yang tak terungkap
Dan aku tak bisa
Melihat semua terjadi
Antara kau dan dia
Hatiku terluka
Bimbang dalam tuk berfikir aku tak tahu
Sampai kapan aku bisa menahannya
Kau beri indahmu
Kau beri hangatmu
Chorus:
Ku rasakan dalam hati
Hati yang tak terungkap
Dan aku tak bisa
Melihat semua terjadi
Antara kau dan dia
Hatiku terluka
(Solo)
Kau beri indahmu
Kau beri hangatmu
Chorus:
Ku rasakan dalam hati
Hati yang tak terungkap
Dan aku tak bisa
Melihat semua terjadi
Antara kau dan dia
Hatiku terluka
Ku rasakan dalam hati
Hati yang tak terungkap
Dan aku tak bisa
Melihat semua terjadi
Antara kau dan dia
Hatiku terluka
Ohh.. oh..
(dan aku tak bisa... )
Ohh.. oh..
(hatiku terluka... )
***
Hai semuanya ditunggu like dan votenya yah 😄😄
__ADS_1
Happy reading all 😘😘😘