
Kata-kata bijak Papah
"Setiap awal baru itu harus selalu disambut dengan senang gembira, dinikmati dan disyukuri baik itu sekolah, pekerjaan, jodoh, atau keluarga baru."
Masih jelas terdengar petuah-petuah Papah padaku, saat itu kami sedang berkumpul menonton TV di ruang keluarga, aku hanya menganggap maksud nasehat Papah itu sebagai anggapan karena aku akan mulai masuk ke SMA, dan kak Tika yang sedang bekerja di luar Kota sekarang, Papahku bilang tempat ternyaman di dunia adalah rumah dan setiap libur Papah selalu menyempatkan waktunya untuk quality time dengan keluarga, kak Tika pun selalu diminta wajib pulang setiap libur kerja, sesibuk apapun keluarga harus diprioritaskan makanya aku selalu ketemu kak Tika hanya akhir pekan saja.
Minggu ini terasa akan berbeda karena Ibuku bilang adiknya yang paling dia sayangi akan tinggal bersama kami untuk waktu sementara waktu, aku sangat bahagia mendengarnya karena pamanku om Andri akan tinggal bersama kami, dan tentu saja setidaknya rumah akan semakin ramai.
Hari Minggu pun tiba, quality time kami selalu berbeda beda namun kali ini kami melakukannya di rumah. Sabtu kemaren aku yang baru aja beres MOS dan mulai besok akan memulai pelajaran dengan guru dan teman baru , tentu saja aku sangat antusias karena setiap hari ada yang seseorang yang selalu membuatku tersenyum di sekolah, siapa lagi kalo bukan Tian dan Kia.
Hari Minggu ini adalah waktunya quality time, kak Tika yang sudah datang dari hari Sabtu kemaren sedang sibuk bersama Ibuku di dapur sedangkan aku menemani Ayahku di taman belakang untuk membersihkan rumput liar.
"Sayang, gimana MOS kemaren ? Lancar?" Ayah tiba- tiba menanyaiku soal MOS yang sudah berakhir.
"Lancar yah,,," jawabku singkat sambil tersenyum.
"Kakak kelasnya gimana, baik- baik gak?" Tanya ayahku lagi kemudian.
"Emm , baik ko yah," Jawabku menyakinkan Ayah.
"Baiklah, Syukurlah bagus kalo begitu." Ayahku seperti merasa tenang setengah mendengar jawabku.
"Lalu nanti kamu akan ikut ekstrakulikuler apa aja sayang di sekolah?" Tanya Ayahku lagi kemudian.
"Rencananya Tiara mau ikut organisasi OSIS, Bulu tangkis, dan paduan suara yah." Jawabku pada Ayah menyakinkan.
"Itu gak kebanyakan tuh, kamu juga perlu belajar loh , sayang. Jangan sampe nilai kamu anjlok gara gara banyak mengikuti ekstrakulikuler." Jawab Ayahku dengan tegas
" Iya, yah. Itu juga baru rencana aja ko yah, belum pasti, ko." sambil tersenyum aku pada Ayahku memastikannya kembali.
"Tok tok tok.." suara pintu tiba-tiba terdengar diketuk oleh seseorang. Aku langsung berhenti dari aktifitasku dan berinisiatif untuk membukakan pintu depan.
"Assalamualaikum.." Terdengar ucap salam seseorang dari luar.
"Waalaikum salam.. tunggu sebentar" Jawabku sambil berlari menghampiri pintu depan.
"om Andri..." teriaku girang dan memeluk paman kesayangan Mama itu spontan.
om Andripun langsung memelukku dan menyapaku.
"Tiara udah gede aja, om pangling lo.." sambil menatapku tersenyum ceria.
"Kan aku tumbuh berkembang om," Jawabku nyeplos gitu asa sambil memberi senyum.
"Siapa Tiara? Ko gak diajak masuk." ucap Mamah dari dalam rumah yang mungkin merasa aku terlalu lama diluar.
"Ini lo ada adik kesayangan Mamah," ucapku sambil menghampiri Ibuku di dapur, karena kebetulan ruang tamu dan ruang keluarga masih satu area hanya diberi sedikit sekat aja. Om Andri pun terlihat tidak segan- segan saat masuk ke dalam rumah.
"Oh, Andri, ko gak bilang udah dateng di Bandara , mba kan bisa jemput." Ucap Mamah ke om Andri sambil memeluk dan menciup adik kesayangannya itu yang sudah cukup lama tidak bertemu karena kendala jarak, om Andri yang sedang menempuh pendidikan kuliah di luar negeri.
"Gapapa mba, Andri gak mau ngerepotin." ucap om Andri singkat sambil duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
"Eh Ndri, makin ganteung aja Ndri " sapa Papah yang muncul dari arah belakang, aku dan Mamah hanya tersenyum saat melihat om Andri yang jadi salah tingkah karena ucapan Papah itu, tak lupa om Andri langsung mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Ayah tanda bakti adik ipar ke Papah sebagai kakak iparnya.
Tak lama kak Tika juga muncul dan arah belakang, dan langsung menemui om Andri.
"Ayo kita makan dulu."Ucap Mamah pada semua orang, sontak kami pun menuju meja makan, suasana di meja makan saat ini sangat berbeda dengan adanya om andre kami pun makan sambil berbicara santai membuat suasana semakin hangat.
Selesai makan kami menghabiskan waktu di ruang keluarga, menonton TV sambil tiduran dipangkuan Mamah adalah hal yang menyenangkan becanda riang dengan kak Tika yang selalu membuat topik kocak dengan Papah membuat suasana semakin hangat, sedangkan om Andri dan Papah hanya sebentar dan sekarang sedang mengobrol di ruang kerja Papah.
Pagi pun tiba aku seperti biasa bangun pagi dengan tepat, dari arah dapur sudah terdengar ramai karena Mamah yang sudah duluan bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuk kami, Papah hari ini ditemani om Andri Jogging sudah berangkat pagi- pagi sekali, Aku yang sudah siap berangkat sekolah menuju meja makan untuk sarapan, tak lama disusul kak Tika dari arah kamarnya yang juga sudah siap berangkat kerja.
Tak lama Papah dan om Andri datang, dan langsung duduk di meja makan, seketika aku dan kak Tika terpesona saat melihat om Andri yang sangat maskulin bercucurat keringat yang hanya memakai kaos tipis sampai otot dan perutnya yang kotak terlihat.
"Sayang, hari ini berangkatnya dianter om Andri dulu yah, Papah ada meeting " Ucap Papah pada kami.
"Iya Pah, gak papa ko Pah." kami spontan menjawab berbarengan sontak saja semua langsung tertawa karena ekspresi kami.
"Tika, maksud Papah Tiara yang dianter om Andri bukan kamu, nanti kamu berangkatnya bareng Papah yah." Ucap Papahku menegaskan.
"Iya , Pah." Ucap kak Tika sambil menunduk malu karena salah paham.
Kami pun berangkat ke tujuan masing- masing meninggalkan Mamah sendiri di rumah.
Pas tiba di sekolahku, aku dianter om Andri sampe parkiran, tanpa curiga aku hanya pamit dan langsung pergi menuju kelas.
Seminggu berlalu, aku yang masih dianter jemput om ku yang ganteng abis yang bikin anak-anak disekolah hiteris, tanpa menaruh rasa curiga aku hanya menikmati setiap saat.
Dan beberapa hari ini aku merasa aneh dengan Tian yang selalu dingin seperti aku punya salah, Kia yang tiap hari jadi selalu standbye di gerbang sekolah tak kalah capernya dengan yang lain saat om Andri mengantarku dan menjemputku, terkadang Kia juga selalu ikut kalo pas pulang sekolah walau jarak rumah kami berbeda arah.
Guru yang baru itu tak lain dan tak bukan adalah om ku yang ganteng om Andri, seketika kelas jadi heboh oleh suara anak- anak sekelas karena ternyata om Andri adalah guru MTK yang baru.
Perkenalan pun dimulai, aku yang canggung hanya menunduk malu, dan masih bingung harus berekspresi apa.
Istirahat pun tiba seketika setiap langkah om Andri membuat setiap siswi dan guru guru wanita gagal fokus dibuatnya.
Aku pun tak kalah repot dengan perlakuan siswi yang banyak bertanya tentang om Andri, beruntungnya saat itu Kia dan Tian sigap melerai karena melihatku yang sudah tidak nyaman dan kerepotan.
"Tut..tut.tuut.." Bunyi handphone bergetar.
langsung ku liat chatt siapa yang masuk.
" Nanti pas pulang om tunggu kamu di parkiran ya,," Bunyi pesan chattingan dari om Andri.
"oke, om. " aku langsung balas cepat.
rasanya hari ini terasa berat dan ingin segera pulang.
" Kamu gapapa kan?" Tanya Tian dengan nada lembut.
"Siapa yang ngirim pesan Ra?" Tanya Kia kemudian.
" Iya gak papa ," Jawabku pada Tian.
__ADS_1
"Itu tadi om Andri Ki," ucapku lagi
Tiba-tiba raut wajah Tian berubah dingin dan pergi gitu aja, aku pun langsung heran dibuatnya. Aku takut salah bicara atau salah sesuatu yang tak ku sadari padanya. Sepulang sekolah aku pulang bareng om Andri lagi sesuai yang dijanjikan sebelumnya, ku liat Tian dan Kia yang juga sudah berada diparkiran motor bersiap-siap untuk pulang.
Spontan aku tersenyum dan melambaikan tangan pada keduanya, namun yang ku dapat adalah ekpresi acuh Tian yang sangat dingin, hanya Kia yang saat itu membalas lambaian tanganku. Malamnya Kia mengirim pesan padaku.
"Pink, Ra loe dah tidur?" bunyi chatt kia padaku. Aku pun langsung bangun dari pangkuan Mamah dan menuju kamar. Karena takutnya Kia mau telponan dan butuh privasi.
"Belum, kenapa ? Ada apa nih, tumben. Loe mau curhat ya, besok aja la. Kan besok juga kita ketemu Ki." Bunyi balasan chatt ku untuk Kia bermaksud untuk mencari solusi.
"Kagak, bukan itu Ra, gue mah lagi gak punya yang mau di curhatin ke loe Ra, ini masalahnya Tian Ra." Bunyi dari balasan Kia untukku sontak aku langsung berhenti dan senyum- senyum sendiri.
"Kenapa tu anak emang Ki?" Aku tiba- tiba merasa penasaran dengan Tian, sampai senyumku terus mengembang karena akhirnya Tian sepertinya sudah tidak marah lagi.
"Tadi pas balik tu, gue kan dipanggil tu sama Tian di koridor yang pas mau ke arah parkiran, terus dia bilang minta no Loe Ra, gitu Ra" Kia menjelaskan duduk perkaranya.
" La , terus loe bilang apa sama dia?" Aku mulai penasaran dengan maksud Tian, aku langsung loncat kegirangan sampai Mamah datang melihatku kawatir, sontak aku langsung berhenti dan senyum tidak karuan takut ditanya aneh aneh sama Mamah.
"Kamu kenapa, sayang. Ko loncat- loncat gitu?" Mamah langsung kawatir dan menghampiriku.
"Emm, gapaa pa..a ko mah,hemm,,, " aku berusaha membuat senyum baik-baik saya supaya mamah tidak kawatir.
"Bener?" tanya mamah menyakinkan
"Bener, Mah." Jawabku menyakinkan Mamah
"Ya udah, kalo begitu mamah keluar ya ," ucap mamah sambil menghampiri pintu kamarku.
" Iya, ma, hmmm..." Aku malu sendiri dan senyum tak karuan. Saat mamah sudah menutup pintu kamarku, aku langsung mengecek handphone dan terdapat banyak pesan dari Kia.
"Gue bilang, gue gak bisa ngasih, maaf. Tapi, kalo loe mau tungguin gue ijin dulu sama Tiara, nah nanti baru deh gue kasih ,kalo loe juga ngasih Ra ya. Gitu kata gue ke Tian, sekarang gimana? Loe mau ngasih gak no Loe ke Tian, gue besok pasti ditanyain nih." chatt 1 Kia
"Ra, gimana mau ngasih atau gak nih, ko loe gak bales sih,," chatt 2 Kia.
"Hallo,,, Tiara, loe kemana?" chatt 3 Kia
" Loe tidur ya Ra?" chatt 4 Kia.
"Iya ,iya ,iya . Maaf, maaf, maaf, Ki. gue tadi ada nyokap ke kamar . Jadi gak bisa langsung bales chatt loe deh, gpp kasih aja kasih Ki besok no gue ke Tian, oke ." Bunyi bales chatt ku untuk Kia yang terakhir.
***
Terimaksih untuk semua pembaca
Semoga kalian menikmatinya
Dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisannya
Karena ini novel pertama saya
Mohon komentar dan sarannya supaya saya bisa lebih baik lagi
__ADS_1