
Vino dan Andri langsung merebahkan tubuhnya di kursi lipat yang juga bisa dijadikan kasur, mereka menarik bagian bawah kursi dan melebarkannya.
Keduanya tertidur terlentang dan terlelap karena sama-sama kelelahan mengendarai mobil berjam-jam dari luar kota.
Tian pun tidur pulas tak bangun sampai pagi membuatnya istirahat sangat total.
Selama Vino dan Andri tidur mereka berbagi selimut bersama dan kadang saling memeluk dan saling tumpang tindih satu sama lain. Heheheeee
Pagi harinya, Andri bangun lebih dulu dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, lalu dia pergi ke mushola Rumah Sakit untuk melaksanakan sholat subuh.
Setelah itu Andri mencari makanan untuk sarapan dan membawanya kembali ke ruangan Tian untuk sarapan bersama Vino.
Tapi saat sampai, Andri melihat Vino sudah bangun tapi tak melihat batang hidungnya Andri pun lebih memilih sarapan duluan karena mengira Andri sedang di kamar mandi.
Tapi setelah beberapa menit kemudian Andri merasa tidak mendengar aktivitas dari arah kamar mandi Andri pun mengecek kamar mandi memastikan.
"Loe lagi ngapain celingak celinguk?" Tanya Vino dari belakang Andri yang sedari tadi sudah melihat Andri seperti orang yang mau nangkep maling.
"Gu,, gue lagi mastiin lo didalem." Jawab Andri yang sedikit kaget langsung membalikan badannya dan menjawab agak gagap.
"emmmm..." Ucap Vino berdehemm sambil tersenyum jail.
Andri pun tersadar sudah dikerjai Vino lalu memilih menghindari Vino dan berjalan ke tempat duduk dengan hati dongkol.
"Lagian orang dari tadi gue udah disini loe malah celingak celinguk" ucap Vino sambil mengekori Andri duduk.
"Ya kan gue gak lihat, gue kira loe ditoilet. Emang loe abis dari mana?" Tanya Andri penasaran.
"Kenapa kepo, kawatir ya gue ilang?" Jawab Vino becanda yang sambil cengengesan usil.
"Ye, geer loe . Kagak, yeeee.. emang loe siapa gue, udah tuh sarapan entar keburu dipatok Ayam makanannya." Andri malah salah tingkah karena ucapan Vino yang menggodanya.
"Iya,, iyaa,,, makasih ya udah mikirin gue. So sweet banget sih lo." Ucap Vino becanda lagi.
"Ye sama-sama, jangan lupa tuh ntar lo bersih-bersih didalam." Ucap Andri mengingatkan.
"Oke, makasih ya. Disaat begini lo malah lebih mengesampingkan ego lo dan lagi-lagi gue ngerepotin lagi." Ucap Vino merasa malu pada Andri yang malah tertunduk diam.
"Iya, wajarlah gue juga bisa lihat sikon kali, ini juga kalo bukan karena ponakan gue, gue belum tentu ya...mau nemenin loe. Ini karena gue gak mau lihat ponakan gue disini aja, karena gue tau lo mau nemenin Tian makanya gue suruh dia pulang aja." Andri memberi alasan yang menurutnya masuk akal.
"Ye, lo segitunya ke gue Dri gue juga gak demen kali sama anak SMA an, terus gue mau apa-apain ponakan loe gitu, ih gila loe ya. Lagian gue juga lihat sikon lagi . Gak bakalan gue apa-apain juga kan dia pacar ponakan gue." Jawab Vino yang sibuk memasukan makanan karena lapar.
"Jadi yang bener tadi lo abis dari mana?" Tanya Andri yang masih ingin tahu.
"Ha ha ha ha.. loe masih aja kepo, dari mushola terus pulangnya gue nanyain ke perawat yang jaga kapan diperiksa dokter ponakan gue. Terus langsung kesini deh lihat loe lagi kayak mau nangkep kecoa hahahaha..." Vino tertawa lagi-lagi membuat Andri akhirnya memberikan simpul senyumnya.
"Oh, iya deh iya gue tadi emang sedikit takut karena gue kira loe gak bakalan bangun sepagi ini kan, jadi gue penasaran ngecek loe di kamar mandi. Jadi kapan kata perawatnya dokternya kesini?" Pengakuan Andri membuat Vino terus tersenyum lucu campur kagum karena disamping bencinya masih ada rasa sayang dan peduli dari Andri padanya.
"Nanti sekitar jam 7 pagi katanya." Ucap Vino yang terus makan.
Andri pun bangun dan masuk ke kamar mandi membersihkan wajahnya, lalu disusul Vino setelah beres sarapan pagi.
Setelah itu kemudian Andri pamit untuk pulang duluan.
" Oke, thanks yah buat semalam udah nemenin gue disini." Ucap Vino yang masih tersenyum kaku karena masih belum yakin dengan kemarahaan Andri sudah mereda padanya.
"Ya, nanti sore gue balik lagi ko." Ucap Andri tanpa senyum lalu berlalu pergi.
__ADS_1
Vino merasa sesaknya sedikit berkurang dengan melihat masih ada kepedulian sahabatnya itu padanya.
Awalnya saat Vino melihat kembali sahabatnya di lorong Rumah Sakit, dia sangat bahagia dan ingin sekali menyapa dan memeluknya karena sudah lama sekali dia tidak bertemu.
Namun karena melihat wajah Andri yang acuh dan mungkin masih menyimpan luka dimasa lalu, Vino pun mengurungkan keinginannya itu.
Vino tak pernah memiliki sahabat seperti Andri yang mau berbagi suka dan dukanya, Vino yang sering kali terpuruk selalu dibantu Andri yang tak pernah melihat latar belakang Vino seperti apa, dari keluarga mana, kaya miskinkah dia seperti orang lain selalu memberi pandangannya begitu pada Vino, berbeda sekali dengan Andri yang apa adanya, sangat baik dan penuh kehangatan. Vino berteman dengannya mengalir begitu saja tanpa pamrih atau karena status sosial.
Vino dan Andri adalah teman baik semasa Kuliah di luar negeri namun bisa dibilang mereka datang dari jalur yang berbeda.
Andri bisa meneruskan kuliahnya karena mendapatkan beasiswa sedangkan Vino tidak dia melanjutkan kuliah karena memang orang tuanya berkecukupan walaupun memang Vino selalu lulus dengan nilai cum laude.
Vino yang diawal tahun tak pernah mau terlalu terbuka akhirnya mendapatkan jati dirinya kembali setelah bertemu Andri.
Vino selalu merasa jadi dirinya sendiri saat sedang dengan Andri, selain sosok yang tidak pernah pelit Andri juga selalu berbagi segalanya dengan Vino.
Hingga saat akhir semester kami, pacar Andri yang bernama Gina calon seorang Dokter dimasa depan harus bertunangan dengan Vino karena alasan bisnis orang tuanya.
Dan Vino tak bisa berbuat apa-apa yang sangat menuruti orang tuanya itu, hingga akhirnya pertunangan itu terlaksana dan Andri mengetahuinya dimedia masa.
Bahwa ternyata Vino dan Gina adalah anak orang kaya yang membuatnya merasa terkhianati Andri pun memilih pergi dan tidak ingin menjalin hubungan apapun lagi.
Dari sanalah hubungan mereka retak dan tak pernah bertemu lagi hingga kejadian Tian sakit membuatnya bertemu sahabat lamanya itu.
Dan Vino masih penasaran dengan hubungan Andri dan Rena, karena sebenarnya Rena juga adalah pacar Vino yang berakhir karena pertunangannya dengan Gina.
Rena adalah karyawan Vino saat Rena masih kuliah dulu, hubungan mereka yang backstreet harus kandas saat pertunangan Vino dan Gina berlangsung.
Vino ingin mengejar Rena kembali saat pertunangannya dengan Gina berakhir, Tapi karena hilangnya kontak dan jejak akhirnya Vino sulit mendapatkan keberadaan Rena sampai saat pertemuan kemaren Vino sangat terkejut saat mendapati Rena di gandeng Andri yang membuat dadanya sesak.
Namun karena salah pahamnya dengan Andri pun belum selesai Vino lebih menahan diri walau hatinya sangat cemburu dan ingin marah saat wajah Rena sudah tak mau melihatnya lagi dan lebih berjalan mesra dengan Andri.
"Vino,,,," Sapa Gina saat masuk ruangan.
"Gin..." Sapa balik Vino yang langsung berdiri karena sedikit terkejut.
"Loe ngapain disini?" Tanya Gina penasaran.
"Gue nungguin keponakan gue ,Gin." Jawab Vino santai.
"Oh gitu,, oke oke..jadi yang sakit keluarga lo" Ucap Gina yang tak henti tersenyum
"iyah.. "Jawab Vino yang mulai tersenyum santai.
" Hai Tian, pagi. gimana keadaannya sekarang? ada yang sakit gak?" Tanya Gina yang langsung menghampiri Tian dan memeriksa kondisi Tian.
Tian yang sudah bangun sejak jam 6.30 hanya menonton TV tapi fokus pada handphonenya, ngerti gak yah maksudnya kalo bucin pasti paham apalagi kalo lagi falling in love jangan kan TV orang aja suka diacuhin karena saking fokusnya mainin HP atau chattingan sama gebetan 😄😄😄
iya kan, iya kan, iya khaaann....
Lanjut......
Oh iya, sekilas info Tian pagi itu langsung menghubungi Tiara dan menanyakan kapan ke Rumah Sakit lagi.
Tian yang merasa kesepian hanya langsung terpikirkan Tiara diotaknya, tapi sayangnya Tiara baru bisa menjenguk Tian saat sore hari setelah pulang sekolah.
Tian yang merasa bosan hanya langsung beralih menonton TV dan terdiam, dia merasa kesal karena harus menunggu Tiara sampai sore hari.
__ADS_1
Oke reader kita kembali ke Tian sama Dokter Gina Yah,,,
"Sudah agak mendingan Dok, cuma tinggal pegel dan lemas saja." Jawab Tian tersenyum.
"Ya sudah, baguslah. Kalo kamu stabil sampai besok kamu sudah boleh pulang yaah, tapi kalo masih memiliki stress itu akan lain ceritanya." Ucap Gina memberi penjelasan pada Tian.
"Iya Dok, saya usahakan untuk tenang." Jawab Tian semangat.
" Nah, gitu dong. Hindari stress yah, usahakan kalo pun lagi banyak masalah cari teman untuk berbagi dan jangan sampai lupa makan dan minum." Ucap Gina penuh motivasi dan semangat.
" Iya Dok, makasih Dok." Ucap Tian tersenyum dan begitu pun Gina.
" Jadi apa penyakit keponakan Gue sebenarnya Gin?" Tanya Vino yang melihat Gina yang sudah selesai mengobrol dengan Tian.
"Tian hanya stress aja ko, hanya kekurangan cairan dan makan yang tidak teratur itu menyebabkan tubuhnya demam karena pencernaan didalamnya tidak ada aktifitas, aku cuma saranin untuk membuat Tian berada di lingkungan yang bisa memahami kondisinya supaya ada teman saling berbagi atau setidaknya mengurangi beban yang dia pikul." Ucap Gina panjang lebar.
"Aku paham maksud kamu, dia memang sendiri selama ini bahkan lebih parah dari aku. Aku usahain, kedepannya gak terulang, makasih ya Gin." Ucap Vino yang saat itu tepat didepan Gina
" Oke, Ya udah gue pamit yah. dan semoga cepat sembuh yah Tian." Ucap Gina yang melihat ke Vino sekilas lalu melihat ke Tian juga sambil berjalan menuju pintu.
Gina pun berlalu keluar dan melanjutkan tugasnya untuk memeriksa pasien lagi. Vino langsung teringat Andri yang mungkin nanti sore balik lagi dan akan bertemu Gina.
Tapi semua itu langsung ditepisnya, dan lebih memilih langsung fokus pada Tian yang belum makan tapi sayangnya Tian tidak menghabiskan makanannya karena belum kembali indra perasanya.
Vino pun tidak ingin memaksa, melihat keinginan untuk sembuh dari Tian saja Vino sudah bersyukur.
Tidak lama saat jam besuk tiba, Rika datang menjenguk Tian lagi dan membawakan makanan untuk Tian dan Vino, sesekali Tian mengeluh menginginkan makanan yang hadapan Vino yang terlihat nikmat dan menggiurkan.
"Om apa seenak itu?" Tanya Tian yang menginginkan makanan yang sedang disantap Vino dengan nikmat.
"Ehmmm,,, Om sampai gak tau harus berterimaksih atau harus meminta ijin untuk dapat sesekali bisa berkunjung ke rumahnya Tiara, karena Om sudah lama banget gak pernah makan-makanan seenak ini." Jawab Vino yang sedikit menyindir karena sangat terlihat lahap dan Rika merasa senang jika memang Vino menyukainya.
"Kalo nanti Tian sembuh Tanteu masakin semua kesukaan Tian nanti ajak juga om Vino ke rumah Tante juga yah, tapi untuk sekarang makanannya yang lembut dulu yah kasian perut kamu." Ucap Rika merayu dan menasehati Tian dengan suara lembutnya yang hangat.
"Iya pasti Tante, pokoknya nanti Tian bakalan makan sampai puas." Ucap Tian bercanda, Rika dan Vino pun tertawa bersama.
Vino sangat takjub saat melihat kelembutan dan kehangatan yang diberikan Rika pada Tian sampai membuat Tian menjadi penurut seperti sekarang.
"Bu,, sa.." tiba-tiba terpotong oleh Rika.
"Panggil Mba aja, saya adalah kakaknya Andri, dan kayaknya kamu juga masih seumuran dengan Andri jadi kamu bisa memanggil saya mba juga."Ucap Rika menegaskan.
"Iyah baik mba, saya hanya mau berterimakasih karena sudah memberi kehangatan pada kami, mba pasti mungkin belum tahu kalo kami kekurangan ka..." ucapan Vino terpotong lagi saat Rika bilang.
"Sudah jangan membahas itu sekarang, saya ikhlas menyayangi dan peduli pada Tian, kamu pun bisa kapan saja datang kerumah kami, untuk sekarang kita jangan sedih-sedih dulu yah, supaya Tian cepet sembuh juga." Ucap Rika memberi kode pada Vino dan Vino pun langsung paham maksud Rika yang sekilas melihat Tian.
"Oh iya, Tadi ada titipan dari Andri katanya buat kamu." Ucap Rika sambil memberikan paper bag pada Vino.
Vino hanya menerimanya dan saat melihat isinya Vino tidak menyangka bahwa Andri masih sepeduli itu padanya.
*****
Hai kakak-kakak reader maaf yah sebelumnya kalo launching epidose yang ini agak agak lama dari kemaren, mohon dimaklum saya kemaren ada sedikit kesibukan yang mengharuskan saya off dulu karena tidak bisa fokus 😊😊😊
untuk selanjutnya, Insyalloh akan update seperti biasa.
Pada reader-reader baru saya ucapkan selamat datang dan mohon maaf bila masih banyak kekurangan tolong juga dukungan dari semuanya untuk mengklik like, Vote dan jadikan Novel ini Favorite biar nanti updatenya langsung ada link ke kamunya 😊😊😊😊
__ADS_1
Oke deh, happy reading all 😘😘😘