
Acara dimulai dengan sambutan tarian dari para siswa kesenian dan beberapa sambutan dari para guru juga kepala sekolah. Kemudian berlanjut pada acara inti yaitu pertandingan antar sekolah dari mulai lomba bernyanyi, menari, voly, sepak bola, bulu tangkis, dan lain sebagainya.
perlombaan yang paling di nanti- nanti semua murid adalah hadiah beasiswa untuk semua anak berprestasi yang di nilai langsung oleh beberapa guru yang mumpuni dan dipercaya langsung oleh guru- guru lainnya.
Acaranya terbilang sangat meriah karena tahun ini semua perlombaan mendapat uang tambahan untuk para pemenang dan sangat berbeda dari tahun- tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan tropi dan uang yang tidak seberapa, begitupun fasilitasnya sangat lengkap dan nyaman baik untuk para peserta maupun para penonton.
Gosip dari mulut ke mulut tentang sekolah yang sekarang ditanggung jawab Tian mulai tersebar ke masyarakat dengan cepat, berkat kepeduliannya pada Fasilitas yang sebelumnya belum memadai dan kebersihan yang awalnya kurang terjaga hingga mendapat perhatian langsung dari semua kalangan.
Dia akan mendenda siapa saja yang membuang sampah tidak pada tempatnya, baik itu perorangan maupun perkelas. Peraturan berlaku untuk para siswa juga guru-guru, peraturan yang ketat terus dipantau dari waktu ke waktu, selebaran terpasang untuk setiap ruangan, sekolahnya dia ubah dengan seketika menjadi tempat yang sangat nyaman, asri dan menyenangkan.
Peraturan yang diberlakukan sejak beberapa bulan sebelumnya telah terlaksana dan dijalankan dengan baik, Tian pun menambah kegiatan membaca buku bagi para siswa agar semakin giat, disukai hingga banyak peminat dan pengunjungnya.
Dia memberlakukan sewa buku bagi para siswa agar dapat dibawa ke rumah dan menyediakan beberapa kursi dan meja agar membaca lebih menyenangkan, suasananya dia ubah menjadi sangat nyaman dan menyenangkan.
Para pembaca juga mulai bertambah dari para siswa, mereka tidak lagi hanya nongkrong berlama- lama tidak jelas, atau menghabiskan waktu di kantin untuk bergosip hingga waktu istirahat habis.
Kini banyak yang lebih memilih duduk di perpustakaan dan menghabiskan waktunya untuk membaca buku entah itu hanya sekedar komik, Novel atau pelajaran.
Akhirnya kegiatan yang melelahkan telah berakhir dengan lancar, beberapa hal yang harus diurus Tian secara pribadi dengan pihak sekolah juga teratasi dengan baik.
Mereka pun melepas penatnya di rumah Tiara tanpa kehadiran Andreas lagi. Beberapa makanan dan minuman menemani mereka yang membutuhkan tenaga baru karena sudah terkuras habis.
Tian dan Tiara sangat sibuk mengurus ini itu seharian penuh, untungnya ada Kia dan Deni yang perhatian pada mereka saat dibutuhkan, selain membuat mereka semakin dekat Deni juga segan membantu ketika dibutuhkan. Tian yang sudah tak segan lagi pada Kia dalam meminta bantuan apapun. Baik itu masalah yang berhubungan dengan Tiara maupun untuk dirinya sendiri karena Tian menghargai semua jasa Kia tidak cuma-cuma.
Begitu pun sebaliknya dengan Kia yang merasa tercukupi berkat bantuan dari Tian semua kekurangannya yang selama ini tak mampu ia tutupi sekarang dapat dia penuhi. Respon dari Tiara dan Deni juga tidak terlalu mendapat sorotan yang tajam, karena Tian dan Kia selalu merundingkannya tanpa banyak diketahui mereka berdua.
Selama dua hari full mereka kerja seperti tiada rehat, namun semuanya mereka lakukan dengan ikhlas dan bahagia karena acaranya berjalan lancar dan mendapat respon positif dari semua kalangan. Terutama untuk Tian yang ikut andil serta pemilik langsung tempat tersebut yang banyak sekali kontribusinya.
Lelah pun terbayar sudah dan kini mereka sedang mencari tenaga baru untuk esok hari kemudian.
Oh iya, kabar dari Andreas yang juga ikut serta menjadi salah satu murid berprestasi telah mendapat sorotan karena dia terpilih menjadi calon murid yang akan sekolah disana selain itu juga wajahnya sangat oriental dan paling tersorot dari yang lainnya, beberapa piala penghargaan pun dia bawa pulang memenuhi lemari kacanya yang dibuat khusus untuk semua piala dan beberapa piagam lainnya.
__ADS_1
Tiara yang saat itu menjadi satu-satunya keluarga yang hadir sangat terharu sekaligus bangga akan prestasi yang Andreas dapatkan, dia juga tak lupa membagikan moment itu pada Mamah Papahnya Andreas melalui Handphone Tiara yang dibantu Kia langsung ditayangkan secara ekslusif pada keluarganya.
Begitu juga dengan keluarganya yang sedang jauh darinya sangat bangga padanya yang banyak memberikan prestasi baik dari hobinya maupun dari kemampuannya di sekolahnya.
Andreas sangat senang hingga meluapkannya pada Tiara yang saat itu langsung dipeluknya begitupun dengan Tiara yang memeluk Andreas kembali, suasana langsung menjadi sangat penuh haru biru hingga Tian yang berada di samping Tiara tidak merespon dengan penuh emosi seperti sebelumnya, tapi lebih calm dan mengerti situasinya.
"Hei, tumben lo gak marah? Ucap Andreas dengan nada sedikit mengejeknya.
"Oh jadi, lo maunya gue marah?" Tanya Tian balik dengan ketus, Tiara pun mencubit perut Andreas hingga menggeliat.
"Adeudeudeu Kak, sakit. Ampun, ampun... " Ucap Andreas manja.
Tian hanya melirik sekilas lalu kembali berpaling.
"Bukan gitu, maksud gue cuma..." Kalimat Andreas terpotong karena Tiara.
"Dia becanda aja ko, jangan diambil hati. Maaf yah dia emang suka garing bercandanya." Ucap Tiara membela.
" Tenang aja, gue gak marah ko." Ucap Tian santai sambil memberikan senyumannya.
"Yang bener?" Tanya Andreas sambil cengengesan senang.
"Bener,,,,"Ucap Tian menyakinkan, senyum dari wajah Tiara juga terlihat penuh kelegaan karena Tian sudah mau memberikan pengertiannya.
Andreas langsung memeluk Tian yang sudah terlihat santai dan memaklumi kelakuan manjanya pada Tiara itu.
Berbeda dengan Tiara yang hanya diam dan tersenyum melihat kelakuan Andreas pada Tian.
Tak lama Tiara dan Tian mengantar Andreas ke parkiran mengantarnya pergi sore itu bersama teman- temannya juga guru- gurunya. Andreas melambaikan tangan tak henti - hentinya pada Tiara hingga bus mealaju meninggalkan jejaknya di area sekolah.
Andreas tersenyum bahagia karena berhasil mendapatkan beberapa penghargaan dan dapat membanggakan orang- orang tercintanya.
__ADS_1
Begitu sampai di rumah Andreas sudah mendapati Ibunya berada di rumah dan menyambutnya penuh suka cita, Andreas juga tak lupa mengabari Tiara yang sedang menunggunya mendapat kabar.
Tiara terdengar lega setelah mendapat kabar dari Andreas yang sudah sampai dengan selamat di rumahnya, dia pun langsung bergegas masuk kerumahnya yang saat itu, juga baru datang ke rumahnya.
Kia dan Tian yang juga ikut masuk ke rumah Tiara langsung merebahkan tubuhnya yang kelelahan di kursi dengan asal setelah mendapatkan posisi yang nyaman mereka pun terlelap hingga beberapa saat kemudian mereka bangun dan mendapati cuaca kini telah berubah menjadi gelap karena mentari telah meninggalkan tempatnya.
Tiara tersadar bahwa beberapa pintu belum dia kunci dan beberapa kordeng belum dia tutup, dia langsung bergegas ke beberapa tempat agar tidak terjadi hal- hal yang diinginkan.
Kia yang juga membantu aktivitas Tiara dan langsung mendapat respon dari Tian juga, mereka pun menyelesaikannya dengan cepat berkat kerjasamanya.
Tian juga langsung memesan makanan secara online seperti biasa karena perutnya sudah merasa lapar sekali.
" Hari ini kita makan makanan dari luar lagi aja yah?"Ucap Tian sambil memilih beberapa menu di ponselnya.
"Oke",
"Aku juga enggak masalah," lantas ucap Kia
" Oke, kalo gitu kalian mau pada makan apa?" Ucap Tian kembali menawarkan.
"Aku ikut kamu aja." Ucap Tiara singkat.
"Gue pengen jus mangga sama baso ada enggak?" Ucap Kia sambil cengengesan.
Tian menscroll handphonenya dengan santai dan ternyata pesanan yang Kia mau ada, masih bisa diorder.
"Ada nih, lo seriusan kan mau ini?" Ucap Tian memastikan.
"Wah, beneran ada. Iya deh gue mau itu aja." Ucap Kia kegirangan.
Mereka pun membersihkan diri secara bergantian hingga akhirnya pesanan makanannya datang. Mereka pun segera melahap makanannya karena penghuni perut sudah kosong terlalu lama.
__ADS_1