CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
KEJUTAN DARI VINO


__ADS_3

Hari itu di bandara, Vino terlihat sudah berada di negara tercinta untuk memberikan kejutan pada keponakannya Tian yang akan berulang tahun.


Vino kembali ke tanah air ditemani Rena, namun Vino dan Rena berpisah di Bandara karena Rena langsung mengunjungi orang tuanya yang berada di luar kota untuk melepas rindu karena sudah lama tak bertemu.


Sedangkan Vino masih berada di Ibu kota dan langsung menuju apartementnya tanpa memberitahu siapapun bahwa ia akan pulang.


Setelah Vino beberapa hari melepas lelah diapartementnya, hari itu dari pagi buta Vino tengah bersiap- siap pergi untuk membeli ini itu untuk memberi kejutan pada Tian juga untuk memberi sedikit bingkisan pada orangtua Rena yang akan di kunjunginya sebelum ke rumah Tian.


Sekitar 5 jam perjalanan menuju rumah Rena akhirnya Vino sampai juga, dia disambut baik oleh orangtua Rena yang kala itu memang sedang ada di rumah.


Setelah Vino banyak mengobrol sana sini dengan Ayahnya Rena, Rena yang saat itu sedang menyiapkan makanan di dapur dengan Ibunya langsung mengajak Vino makan bersama - sama.


Saat malam hari tiba Vino pamit dan meminta ijin pada orangtua Rena untuk dapat menemaninya menuju rumah Tian karena akan memberi kejutan dihari ulang tahun keponakannya.


Saat ijin sudah didapat Vino dan Rena langsung menuju rumah Tian, Vino memang sengaja datang ketika malam menuju perayaan. Dia membawa kue kesukaan Tian, sedangkan Rena menyiapkan beberapa makanan dan minuman untuk mereka makan di rumah Tian.


Namun saat sampai di rumah Tian ternyata suasana rumahnya sangat ramai tidak seperti biasanya, Vino dan Rena langsung masuk tanpa memencet bel atau mengetuk pintu seperti yang lainnya, Vino sangat terkejut hatinya (Vino) ikut bahagia ketika melihat wajah ceria Tian yang biasanya setiap tahun selalu terlihat sedih namun malam itu sangat ceria.


Vino tak ingin menunjukan rasa harunya pada Tian, ia pun langsung berakting dan segera mengedip - ngedipkan matanya agar tidak ada air yang mengalir dan membuat suasana menjadi sedih.


Rena yang saat itu ada disampingnya tahu betul dengan gelagat yang terjadi pada Vino, ia pun langsung memeluk lembut Vino dan menepuk pundaknya tanda rasa pengertiannya.


Terlihat kebahagian dari Tian bertambah lagi saat melihat Vino juga pulang, Tian langsung menyambut Vino yang saat itu baru datang dan Vino pun langsung merangkul keponakan tersayangnya itu.


"Selamat ulang tahun Tian, semoga kamu jadi laki-laki yang kuat dan lebih baik dari paman." Ucap Vino sambil memeluk dan mengecup kening Tian


"Iya, makasih Om. Aku senang sekali Om bisa datang. Tapi ko Om gak bilang mau pulang?" Ucap Tian terharu.


"Kalo Om bilang bukan kejutan dong." Ucap Vino tertawa membuyarkan kesedian.

__ADS_1


Rena juga langsung mengucapkan selamat ulang tahun sambil memberi kue yang sudah siap ditiup oleh Tian.


Suasana di rumah Tian pun semakin ramai, kehangatan dan senda gurau semua orang mulai terjalin ketika semua orang bergiliran berkaraoke dan menari bersama, tak lama kemudian suara bell terdengar dari pintu arah depan.


Bi Enah yang saat itu juga sedang ada disana langsung mengecek tamu yang datang, semua orang mulai bertanya- tanya dengan tamu yang datang.


Ternyata tamunya adalah Andri dan Gina yang juga sengaja datang tanpa memberitahu siapapun untuk memberi kejutan pada keluarganya dan Tian.


Andri saat itu datang bukan karena dia sebagai bawahan yang baik pada atasannya (Tian atau lebih tepatnya anak atasannya) dan bukan juga karena dia pacar dari keponakannya (Tiara) atau karena tepatnya dia (Tian) adalah calon pewaris dari perusahaan dari tempatnya bekerja sekarang. (Pewaris beberapa perusahaan)


Alasannya bukan lain hanya karena dia merasa pernah mendapat amanah sebelumnya dari Vino untuk menjaga Tian selama Vino berada dinluar negeri.


Saat Andri datang ke rumah Tian memang sengaja tidak memberi tahu siapa pun (pada keluarga Tiara). Itu juga yang membuat semua orang yang ada disana terlihat sedikit terkejut karena melihat Andri yang bisa menyempatkan waktunya untuk datang.


Tiara yang juga terlihat heran hanya menyangka bahwa Omnya disana itu karena sebagai teman dari Omnya Tian saja, yang juga merasa simpati kepada keluarga temannya itu (Vino).


Andri juga langsung menghampiri yang lain untuk melepas rasa rindunya, pelukan hangat terlihat dari kakaknya yaitu Mamah Tiara yang juga sudah sangat rindu pada adik kesayangannya yang jarang berkunjung itu.


Sekejap semuanya terpesona dengan pemandangan keintiman rasa sayang dari dua saudara tersebut.


Tian dan Vino yang saat itu juga merasa takjub, hanya bisa saling tatap karena sejujurnya mereka sedikit merasa iri dengan kehangatan keluarga Tiara yang sangat berbeda jauh dengan kondisi keluarganya itu, mereka hanya bisa tersenyum sambil melihat keakraban yang sedang terjadi.


Malam pun berlanjut hingga semuanya tidak ada yang pulang dan menginap disana.


Berbeda dengan yang lainnya langsung beristirahat, sebagian orang (dewasa) ada yang melanjutkan acara dengan mengobrol ditemani beberapa minuman dimeja.


" Lo, kapan datang?" Ucap Andri pada Vino.


"Gue udah 2 hari disini." Tukasnya sambil tersenyum kecil dan mengisap batang rokok.

__ADS_1


" Ko enggak ngabarin gue? Gue kan bisa jemput lo di Bandara." Ucap Andri kecewa , mengerutkan dahinya.


"Kalo gue kasih tahu bukan kejutan namanya, lagian juga lo kan sekarang sibuk, gue nggak mau ganggu." Tukas Vino kembali.


"Ah, elo. Biasanya juga enggak pernah kayak gitu, masa cuma gara - gara gue sekarang kerjanya kayak gini lo gak mau minta tolong gue lagi." Ucap Andri kesal.


"Yah, enggak gitu juga. Gue beneran emang mau ngasih kejutan aja sama semuanya. Lagian juga emang kalo gue ngabarin mau lo yang langsung jemput kemarin." Ucap Vino penasaran.


"Enggak juga, kayaknya gue bakalan minta supir kantor yang jemput." Ucap Andri sambil tertawa karena baru tersadar bahwa beberapa hari kemaren dia memang sibuk dan tak memungkinkan untuk menjemput sahabatnya itu di bandara.


" Nah, tuh kan. Orang lain juga yang jemputnya, gue lebih tahu kalo lo sekarang enggak bakalan punya banyak waktu santai." Ucap Vino dengan menepuk pelan pundak Andri.


Tak lama dari arah dapur terlihat Rena dan Gina membawa beberapa makanan dan menghampiri kedua laki- laki yang tengah asyik bersenda gurau itu lalu mereka pun mulai mengobrol berganti - ganti topik hingga malam.


****


Tak terasa waktu berlalu dan ternyata saya sudah lama tidak mengirim episode terbaru lagi. 😁😁😁


Mohon banyak dimaklum aja yaaah, karena kondisi saya yang harus meninggalkan dulu sementara, untuk mencari alur ceritanya lagi 😊😊😊.


Hai semuanya terimakasih yang tak terhingga untuk reader yang sudah setia dari awal episode hingga sekarang.


Ditunggu juga like dan Votenya supaya thor juga makin semangat membuat cerita selanjutnya.


Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk beberapa orang yang sudah like dan Vote Novel ini.


Semoga saya tidak mengecewakan kalian yah, i love you pokoknya.


Happy reading all 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2