
Sepulang sekolah Tian langsung membersihkan diri dan menuju tempat yang beberapa bulan terakhir ini dia kunjungi dan menjadi aktivitasnya secara rutin.
Ruangannya terlihat cukup nyaman untuk Tian berkonsentrasi mengerjakan beberapa pekerjaan yang selalu dia dapat belakangan ini.
Ruangannya itu hanya dibatasi oleh sekat rak buku dengan kamarnya. Tempat itu ia desain khusus agar memudahkannya saat harus bekerja dan beristirahat, waktunya pun tidak banyak terbuang dengan percuma.
Tian melakukan beberapa pekerjaan yang datang padanya setiap hari melalui virtual digital dan ada beberapa orang juga yang akan berkunjung kerumahnya setiap minggunya.
Tian yang sebelumnya dibantu Vino menyelesaikan semua pekerjaannya, kali ini dengan terpaksa ia harus membantu Andri yang menggantikan Vino menghandle banyak pekerjaannya karena beberapa hal.
Tian memang tidak diharuskan untuk terjun langsung membantu Andri memperbaiki beberapa tempat usahanya yang telah mengalami kerusakan dan beberapa kekacauan yang terjadi akibat bencana alam beberapa bulan yang lalu.
Namun untuk mengambil beberapa keputusan dan ide-idenya dalam pekerjaannya, Tian cukup andil membantu Andri.
Bi Enah pun sudah paham dengan situasi Tian sekarang, ia terlihat leluasa langsung menghampiri Tian dengan beberapa makanan yang ia bawa dari dapur ke ruangannya Tian.
Saat laptop mulai menyala dan berfungsi, terlihat banyak pekerjaan menantinya.
Ia pun dengan sigap menyelesaikannya satu persatu.
Hingga saat pagi menjelang, Tian terbangun oleh suara nada dering dari handphonenya, padahal ia baru terlelap beberapa jam yang lalu, lantas ia pun berusaha terbangun dari tidurnya dan mencari sumber suara yang mengganggunya.
"iya, Om." Ucap Tian dengan suaranya yang masih parau saat berhasil menjawab panggilan teleponnya
"Iya, hallo Ian." Ucap Andri dari arah panggilan lainnya.
"Ada apa Om?" Tanya Tian kemudian
"Maaf sebelumnya Om membangunkanmu pagi-pagi sekali."Ucap Andri dari seberang teleponnya
"Iya, enggak apa-apa Om. Memang ada apa Om?" Tanya Tian kembali
"Kebetulan ada beberapa berkas yang harus kamu lihat sekarang, Om kebetulan sudah mengirim datanya via email. Om harap kamu bisa melihatnya segera karena pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB akan dijadikan bahan meeting di kantor." Ucap Andri menjelaskan
"Baik, aku lihat dulu berkasnya." Jawab Tian kemudian
Mereka pun mengakhiri pembicaraannya, dan Tian pun bangun dari tempat tidurnya dan langsung berjalan menuju ruangan yang berada disebelah kamarnya itu.
Tian pun mulai membuka laptopnya dengan mata yang masih merasakan kantuk.
Setelah Tian memahami berkas yang Andri maksud ia pun langsung memberikan keputusannya dengan cepat dan memberikan balasan email pada Andri.
Andri yang sedang harap-harap cemas terlihat bersemangat kembali setelah menunggu dan akhirnya mendapatkan tanggapan dari Tian.
__ADS_1
Andri pun langsung mengintsruksikan Nita untuk memberikan bahan meeting tersebut pada setiap Kepala bagian atau Manager disana yang akan melakukan rapat hari itu dengan karyawan lainnya.
Pagi harinya sekitar pukul 7.00 saat Tian masih sibuk dengan kegiatannya diruangan olahraga, ia kembali mendapat panggilan dari Nita (Sekretarisnya Andri)
Ternyata panggilan kali ini hanya untuk mengingatkan Tian bahwa akan ada beberapa rapat penting yang harus dia hadiri secara virtual dan akan berlangsung sekitar satu jam setiap kliennya, meeting yang akan dimulai sekitar pukul 8.00 WIB s/d selesai.
Lantas Tian pun segera bergegas menghampiri laptopnya untuk melakukan panggilan kembali dengan Andri, setelah ia selesai membersihkan tubuhnya dan melakukan kegiatan lainnya.
Tak selang lama Tian pun dihubungi kembali oleh Andri yang sudah siap dengan beberapa klien didepannya.
Begitu pun dengan Tian yang saat itu sudah menunggu Andri menghubunginya.
Meeting pun dimulai dan Tian pun menyaksikan langsung presentasi dari beberapa orang yang datang.
Andri yang saat itu juga terhubung langsung dengan Tian melalui handsfree, menyampaikan langsung pendapat Tian pada beberapa presentasi dari kliennya itu, yang dianggapnya bagus jika ada yang berkenan dihatinya dan langsung menolaknya jika ada yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Ya, Tian saat itu sedang mencari beberapa arsitektur yang akan mendesain beberapa tempat usahanya yang mengalami kerusakan dan berencana membangun beberapa tempat wisata yang akan ia bangun dibeberapa tempat miliknya seperti diperkebunan teh dan beberapa tempat lainnya.
Pertemuan itu dia lakukan setiap hari Sabtu saja, dengan minimal pertemuan sebanyak 5 orang, hingga sebulan sudah lamanya ia dan Andri mencari desain yang cocok.
Hingga akhirnya setelah Andri dan Tian mendapatkan beberapa desain yang mereka sukai, mereka pun bersepakat langsung menghubungi beberapa Arsitek tersebut untuk segera mewujudkan keinginannya.
Andri pun melakukan pertemuan kembali dengan beberapa Arsitek tersebut diperusahaannya dan langsung menandatangi kontrak kerja bersama Arsitek tersebut.
"Hallo" Ucap Andri saat melakukan panggilan telepon bersama Tian
"Iya, hallo Om." Jawab Tian kemudian
"Ian kita ada masalah pembangunan yang ada di daerah Puncak Bogor, kemungkinan akan ada kendala dan keterlambatan dari target yang ditentukan, Om perlu mengecek kembali keadaan di sana karena kabarnya ada oknum yang berusaha menghentikan pembangunan disana". Ucap Andri menjelaskan
"Memang apa alasannya mereka melakukan itu". Tanya Tian kemudian heran.
"Kabarnya mereka menghasut masyarakat disana dan mengira bahwa pembangunan yang akan dilakukan hanya akan memberikan dampak negatif pada masyarakat sekitar". Tukas Andri menjelaskan
"Baiklah, aku paham. Lebih baik kita cek sama-sama saja, nanti aku juga akan kesana berkunjung akhir pekan ini untuk melihat situasinya." Ucap Tian kemudian.
Mereka pun mengakhiri pembicaraannya itu, lalu Andri dan Tian pun mulai memikirkan strategi yang akan ia lakukan nanti.
***********
KANTOR
……………………………………………………………
__ADS_1
Pagi harinya Andri terlihat sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk dimejana.
Pekerjaannya membuatnya terlihat kelelahan beberapa bulan ini.
"Tok, tok, tok," suara pintu dari luar
"Masuk" Ucap Andri dari dalam ruangannya
Terlihat Nita sekretarisnya membawa berkas untuk Andri.
"Pak, ini ada berkas-berkas yang harus Bapak tanda tangani segera." Ucap Nita sambil menyimpannya dimeja Andri.
"Iya, nanti saya pelajari." Jawab Andri yang masih sibuk dengan map yang sedang dia kerjakan.
Nita pun juga menyampaikan beberapa kegiatan Andri lainnya hari itu, seperti beberapa pertemuan dengan supplier diluar kantor dan meeting dengan beberapa staf yang harus dia hadiri dan berbagai macam pekerjaan lainnya.
Tanpa sempat memalingkan pandangan dari map yang ada dihadapannya Andri hanya mencerna suara Nita dengan seksama dan meresponnya dengan anggukan.
Hari yang melelahkan itu Andri lalui setiap harinya, sering kali ia pun masih mengerjakan pekerjaannya hingga hari menjelang malam.
Beberapa karyawannya pun terkadang terlihat menemaninya hingga saat Andri pulang. Terkadang Andri pun lebih memilih makanan siap antar dan makan di kantor bersama beberapa karyawannya daripada harus sengaja keluar mencari makanan.
Beberapa kali dia pun pernah mengajak beberapa karyawannya yang juga saat itu lembur untuk makan bersama diluar kantor.
Hingga suatu hari saat Andri memiliki janji temu dengan salah satu kliennya, pagi itu Andri diberitahu Nita bahwa Andri ada janji temu dengan pemilik perusahaan A untuk memperbaharui kontrak kerja sama yang akan diperpanjangnya.
Tak lama kemudian mereka pun bertemu, hingga akhirnya secara tiba-tiba klien tersebut bertanya perihal masalah pribadi Andri tentang statusnya, Andri pun menjawab seadanya, kemudian ia pun menawarkan salah seorang putrinya untuk dikenalkan dengannya.
Andri pun mulai bingung, namun ia akhirnya menerima tawarannya itu, dengan meminta syarat hanya sebatas perkenalan saja.
Beliau pun menyetujuinya, hingga akhirnya Andri pun bertemu dengan salah satu putrinya itu di sebuah kafe.
***
Hai semuanya,,
Mohon maaf sebelumnya karena baru update lagi
Semoga kalian tetap setia menunggunya, ditunggu juga komentarnya yah
I Love You semuanya 😘
Happy reading
__ADS_1