
"Sepi gimana, orang rame gini?" Ucap Tian sambil becanda dan menunjuk mereka yang sekarang ada di depannya.
" Kalo kita emang ngumpul tapi pada kangker ( kantong kering), beda lagi kalo udah ada lo, dunia terasa hidup kembali." Celetuk salah seorang dengan gayanya yang sok puitis.
"Bisa aja lo Bambang." Ucap Tian mengejek. Semua pun tertawa.
"Tapi lo bakalan main basket lagi kan?" Ucap Teman yang lainnya
"Gue lihat situasi dulu yah." Ucap Tian singkat sambil tersenyum.
Tak lama Tiara dan Kia datang membawa makanan dan Tiara pun tak segan mengusir anak laki- laki yang berkerumun di tempat Tian berada.
"Misi ya guys, kita mau makan. Udahan dulu yah ngobrolnya." Ucap Tiara sambil menghempas- hempaskan tangannya.
"Entar disambung lagi yaa , gue lapar banget nih mau duduk juga kalian pergi dulu yaa..." Sambung Kia lagi
"Kamu mau lanjut basket lagi?" Tanya Tiara pada Tian. Sambil melirik Tian yang lahap menyantap makanan didepannya.
"Ehmmh ,,, belum tahu. Tapi kangen juga sih." Ucap Tian santai sambil terus mengunyah makanannya. Tiara yang terlihat jengah dengan jawaban Tian lalu melirik Kia.
"Apa enggak lebih baik kalo kamu stop dulu aja, kan sekarang kamu juga udah sibuk banyak kegiatan ini itu." Ucap Tiara dengan nada lembut dan penuh hati-hati sambil melihat Tian yang sedang lahap menyantap makanannya.
"Aku juga belum tahu sebenernya, kita lihat aja nanti yah." Ucap Tian sambil tersenyum pada Tiara.
Tiara hanya terlihat mengangguk dan tersenyum kecil sambil terus memain-mainkan makanannya yang terus dia putar-putar, saat Tiara melihat wajah Tian ada noda makanan dia pun langsung mengambil beberapa tissue yang ada didepannya.
Dengan sigap Tiara langsung menyeka noda yang terlihat di wajah Tian, karena cara makannya yang terburu-buru.
"Pelan-pelan makannya." Ucap Tiara.
"Iya, makasih yah" ucap Tian sambil tersenyum kecil dan mengambil Tissue dari Tiara.
Tiara pun menghentikan gerakannya lalu melanjutkan kegiatannya kembali menyantap makanan yang ada didepannya.
__ADS_1
Kia yang mendengar pembicaraan mereka berdua tak mengerti sama sekali dan memilih terus fokus pada makanannya.
Tian yang terlihat sudah selesai dengan makanannya langsung berdiri sambil membawa mangkuk yang ada didepannya.
Tiara yang sangat peka, langsung melirik Tian dan tidak berhenti memandangi tubuh Tian dari tempatnya.
"Ssttt, kalian ngomong apa sih. Bikin pusing yang denger tahu enggak?" Tanya Kia penasaran saat Tian sudah beberapa langkah menjauh dari meja tempat mereka duduk.
"Kepo." Ucap Tiara sambil tersenyum dan melahap kembali makanannya.
" Ih mulai deh nyebelinnya, lagian siapa juga yang enggak aneh lihat lo yang murung 😒 dari pagi huh,, tadi pagi mewek, terus balik lagi jadi senyum-senyum happy, dan sekarang malah sok jaim lo sama gue. hemmmhhh kayak bunglon loh Ra, awas aja yah kalo ntar lo pengen curhat enggak bakalan gue dengerin." Ucap Kia kesal dan sedikit mengancam.
"Iya, iya ,iya. maaf, maaf, maaf. Ih ngambekkan ."Ucap Tiara sambil menggoda Kia dengan memegang beberapa kali dagunya karena Kia cemberut.
"Ya udah cerita dongs makanya, kayak gue siapa aja deh, heran ah." Ucap Kia cemberut.
"Iya,iya nih gue cerita. Jadi sebenarnya Tian itu lagi sakit, dia kemaren menghilang itu karena lagi menjalani pengobatan Ki. Makanya kenapa tadi gue minta dia enggak cape-cape dulu, gitu maksudnya." Ucap Tiara dengan suara pelan.
"Gue juga belum tahu, dan belum berani nanya. Tapi kayaknya sih parah, makanya lo bantu gue buat semangat lagi Tian yah Ki, gue malah takut dia kenapa-kenapa kalo terlalu banyak beraktivitas." Ucap Tiara sambil memegang tangan Kia.
"Pantesan gue lihat dia kurus banget dan kayak cape gitu mukanya Ra." Ucap Kia yang mulai meneteskan air mata.
"Lo jangan nangis dong." Ucap Tiara cemas.
"Gue sedih Ra." Ucap Kia yang mulai menangis terisak- isak.
"Kia kenapa Ra?" Tanya Tian yang sudah kembali lagi.
"Iya, enggak tahu nih Kia tiba- tiba sedih, hehehe" Ucap Tiara gelagapan dan malah cengengesan.
"Ki, lo kenapa?" Tanya Tian cemas
Sayangnya Kia malah semakin menjadi dan membuat Tian dan Tiara kebingungan.
__ADS_1
Mereka kaget melihat Kia yang tidak juga mau menjawab dan malah terus menangis semakin menjadi, Tiara terus berusaha menenangkan Kia dan berbisik.
"Udah dong nangisnya Ki, kita udah diliatin satu kantin nih." Ucap Tiara sambil memeluk Kia.
Kia pun mulai mereda dan langsung melihat sekitar dan benar saja apa yang dikatakan Tiara bahwa ternyata dia sedang jadi tontonan orang-orang karena tidak bisa mengontrol emosinya.
Tiara pun dengan cepat mengambilkan tissue yang ada dimeja dan menyeka air mata Kia yang terus mengalir.
Kia pun mulai mengontrol napasnya dengan teratur sampai tangisannya mereda, Tiara yang saat itu ada di samping Kia terus memberi Kia tisu agar wajahnya tidak belepotan dengan air mata.
"Ian, gue minta maaf yah kalo gue banyak salah?" tiba - tiba Kia mengucapkannya sambil menangis.
"Apa sih Ki, lo kenapa sih?" Ucap Tian heran.
Saat melihat Tiara yang memberinya kode untuk mengiyakan, Tian pun langsung menurutinya.
"Iya, iya gue maafin, sekarang lo jangan nangis lagi soalnya gue masih lapar nih." Ucap Tian sambil bercanda dan tersenyum pada Kia.
Kia pun terlihat ceria kembali dan mulai menghentikan tangisannya.
Tian yang saat itu masih belum paham hanya melihat Kia heran, sesaat Tian dan Tiara juga bertemu mata saling memandang dan memberikan kode heran.
*****
Hai semuanya terimakasih yang tak terhingga untuk reader yang sudah setia dari awal episode hingga sekarang.
Ditunggu juga like dan Votenya supaya thor juga makin semangat membuat cerita selanjutnya.
Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk beberapa orang yang sudah like dan Vote Novel ini.
Semoga saya tidak mengecewakan kalian yah, i love you.....😘
Happy reading all 😘😘😘
__ADS_1