CINTA TAK BERBALAS

CINTA TAK BERBALAS
MENCOBA MEMPERBAIKI KEMBALI


__ADS_3

Sudah 6 bulan lamanya sejak musibah hujan yang terus menerus datang membuat banjir bandang sangat besar dimana - mana hingga menghambat orang - orang bergerak.


Namun Tian tidak begitu saja diam dan tidak melakukan apa - apa, walau sulit namun dalam beberapa bulan ia sudah berhasil membuat perusahaannya bangkit kembali dan beberapa diantaranya sudah berjalan kembali dengan normal, hingga ia pun merasa terbiasa menjalani semua walau dirasanya berat namun berkat bantuan dari orang - orang yang selalu mendukung dan membantunya semuanya berjalan dengan baik.


Dampak yang ia resahkan sekarang adalah jalinan kasihnya bersama Tiara yang hampir diujung tanduk karena terlalu lama mereka menjalaninya dengan cara yang tidak sehat.


Kali ini Tian memaksakan diri untuk pulang ke kota A, dan menetap kembali disana. Walau tidak dapat dipungkiri perjalanan keluar kota pun masih ia lakukan sesekali.


Tahun ini Tian juga berhasil merampungkan beberapa kerjaannya yang sudah rencanakan dari tahun - tahun sebelumnya.


Beberapa undangan pun singgah padanya dari berbagai perusahaan besar yang mengajaknya bekerja sama, penghargaan dan beberapa undangan dari beberapa universitas. Hanya saja karena ia belum siap untuk muncul dimuka publik, maka semua undangan - undangan tersebut selalu diwakili oleh Andri atau Vino.


Termasuk beberapa hal yang berkaitan dengan Tiara ia selalu dibantu Andri, mungkin karena itu Tian sangat berhutangbudi besar karena Andri banyak membantunya, Andri selalu menjadi penengah diantara Tian dan Tiara jika mereka sudah bertengkar, terlebih Tian selalu bingung dalam menjelaskan beberapa hal pada Tiara.


Prestasi dari sekolahnya pun tahun ini meningkat sangat bagus berkat ide - ide cemerlang Tian yang mampu memberikan fasilitas lengkap dan kerja sama ke beberapa pihak dengan berani.


Siswa - siswi disekolahnya sudah bisa mengimbangi anak - anak sekolah yang ada di kota lainnya, beberapa persahabatan antar sekolah pun dia jalin dengan baik. Sebuah prestasi dan beberapa penghargaan yang selalu dibawa siswa- siswinya membuat sekolahnya terkenal dengan cepat.


Hari ini Tian mulai beraktifitas seperti biasanya, dia menjemput Tiara yang pagi itu memang susah janjian sebelumnya.


Hanya saja kali ini ada yang berbeda dari Tiara, wajahnya tak ceria seperti biasanya dan sorot matanya seperti sangat kesal pada Tian.


Berbeda halnya dengan Mamah Papah Tiara yang selalu ramah pada Tian, Tiara juga sempat ditegur Mamahnya karena bersikap acuh pada Tian.


Namun Tian memaklumi hal itu selama Tiara masih mau pergi bersamanya. Hari itu mereka berangkat seperti biasa hanya saja kali ini Tiara sangat berbeda, tidak ada rangkulan dan pelukan hangat dari Tiara yang selalu bersenda gurau membuat suasana ramai.

__ADS_1


Tian merasa sedih dan hancur saat Tiara memperlakukannya seperti itu. Sesampainya di parkiran.


"Hai, loe kemana aja?" Ucap beberapa orang pada Tian


"Hei, bro. Gue ada ko." Ucap Tian santai namun terlihat wajahnya sangat lesu.


"Hai Ra, " Ucap Kia dari sebrang yang sudah lebih dulu sampai.


Tiara yang merasa diacuhkan Tian lebih memilih mengacuhkannya balik dan menghampiri Kia yang sedang berlari padanya.


"Hei , bro gue cabut duluan yah." Ucap Tian pada beberapa temannya yang saat itu sedang bersamanya.


Tian lantas mengejar Tiara dan memanggil namanya sampai berulang - ulang kali, namun Tiara malah acuh dan terus menarik Kia yang saat itu menoleh ke arah Tian sedang melambai - lambaikan tangannya.


Tian pun tak mau menyia - nyiakan kesempatan dan terus mengejar Tiara dan Kia sampai akhirnya dia bisa menyeimbangi langkah Tiara yang cepat.


Sesampainya di kelas Tian pun kewalahan mengatur napasnya, Tiara yang terlebih duu sampai masih diam tak mau bersuara dan tak memperdulikan Tian yang menghampirinya. Semua mata tertuju pada Tian, mereka mulai berbisik dan membicarakannya. Tian yang mengetahui hal itu tak membuatnya terusik dan memilih lebih fokus pada Tiara.


Sedangkan Tiara sesaat cemas dan merasa takut jika sesuatu terjadi pada Tian. Ia pun melirik Tian untuk memastikan keadaannya, saat mereka bertemu mata saling pandang Tiara menyadari sesuatu yang berbeda pada Tian, wajah Tian terlihat lebih tirus dari terakhir kali mereka bertemu, Tian terlihat tak menunjukan rasa risih karena teman di kelasnya sedang membicarakannya, Tiara pun mulai memandangnya lebih lama hingga akhirnya Tiara menyadari sesuatu dan langsung menundukan matanya, Tian yang awalnya senang karena bisa melihat kembali wajah Tiara yang peduli dan cemas padanya sekeyika menjadi cemas karena melihat wajah Tiara malah semakin sendu .


Tian mulai bingung karena mata Tiara mulai turun dan tangannya mulai menggenggam tangan Tian sambil tertunduk. Tiara tak tahan menahan air matanya hingga akhirnya air matanya terjatuh.


Tian mulai bingung karena Tiara tidak mengucapkan satu kata pun dan hanya seperti menahan tangis dan dalam waktu yang sama berusaha tersenyum.


" Kamu kenapa?" Tanya Tian sambil menghapus air mata Tiara lembut.

__ADS_1


Tanpa bersuara Tiara hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis membuat Tian semakin bingung.


" Apa aku punya salah lagi?" Ucap Tian sambil menggenggam tangan Tiara lembut.


Namun Tiara belum juga membuka suaranya dan hanya menggelengkan kepalanya lagi, Tian semakin bingung lalu ia pun memanggil Kia dan memintanya membeli air mineral.


" Jangan, aku enggak apa - apa ko." Ucap Tiara akhirnya bersuara.


"Lo sakit Ra?" Tanya Kia kemudian.


"Enggak, gue sehat. Gue cuma agak pusing aja sedikit karena kurang tidur." Ucap Tiara beralasan.


" Boong lo, orang semalam lo tidur jam 09.00 malam juga, masa kurang tidur sih." Ucap Kia spontan.


"Kamu jujur deh, kamu kenapa?" Tanya Tian yang mulai tahu kalo Tiara sedang berbohong.


"Aku beneran enggak apa - apa, cuma agak pusing aja ko." Ucap Tiara mulai gelagapan.


"Ya udah kalo gitu, sekarang kita ke UKS aja yu." Ucap Tian sambil berdiri dan menarik tangan Tiara.


"Eh, ko ke UKS sih, enggak , enggak, enggak, aku masih kuat ko. Beneran. Aku baik - baik aja." Ucap Tiara meyakinkan.


"Lo aneh deh Ra." Ucap Kia mulai cape dengan tingkah Tiara.


" Ya udah, kalo kamu tetep maksa mau disini enggak apa - apa. Tapi, kalo nanti mulai ngerasa enggak enak bilang yah." Ucap Tian sambil memandang Tiara dan masih menggenggam tangannya.

__ADS_1


Tiara hanya mengangguk dan tersenyum seperti biasanya, walaupun Tian belum tahu pasti penyebab Tiara menangis, tapi setidaknya Tiara tidak marah lagi dan sudah kembali seperti dulu lagi.


__ADS_2