
Gina pun lalu pamit karena harus kembali keruangannya. Lalu mereka bertiga pun masuk kembali ke ruangan Tian.
Sekitar pukul 05.00 sore Andri mengantarkan Tiara, Kia dan Rena pulang, lalu Andri kembali lagi setelah mandi dan membawa beberapa pakaian untuk Vino.
Sekitar pukul 07.00 malam Andri kembali mengantarkan Gina pulang ke rumahnya yang dia tinggali sendiri, Andri pun hanya duduk dan menunggu di ruang tamu saat Gina masuk ke kamarnya untuk menyimpan tas dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai.
Kemudian Gina menuju ke arah dapur membawa minuman untuk Andri. Andri yang melihat Gina mondar mandir tak ingin mengedipkan matanya. Andri pun langsung minum-minuman yang disajikan oleh Gina karena sedikit haus.
"Ko sepi." Tanya Andri penasaran.
"Aku emang tinggal sendiri." Jawab Gina.
"Sejak kapan?" Tanya Andri menyelidik.
"Mungkin sudah sekitar 1 tahun ." Jawab Gina.
"Apa pernah ada seseorang selain aku kesini?" Tanya Andri ingin tahu.
" Tentu, banyak." Jawab Gina mamanas-manasi Andri.
" Berapa banyak?" Tanya Andri lagi.
"Ehmmm mungkin ada 10 atau lebih " Ucap Gina sambil berdiri meninggalkan Andri.
"Apakah dia lebih baik dariku?" Ucap Andri yang cemburu dan mengekori Gina.
" Mungkin." Ucap Gina yang menikmati api cemburu Andri.
Tiba-Tiba seseorang memencet bell dari arah depan saat Andri menarik tangan Gina dan memeluknya sampai wajah mereka intens sekali. Gina pun langsung kedepan dan menemui orang tersebut.
Andri pun melepaskan pelukannya dan menunggu Gina duduk di bar kecil miliknya itu.
"Siapa, ko kamu sendiri." Tanya Andri merasa aneh dan malah melihat Gina membawa banyak plastik.
"bukan siapa-siapa cuma ojeg?" jawab Gina sambil melewati Andri ke arah dapur.
Andri yang langsung melihat kegiatan Gina hanya memandangnya dari tempat yang sama, lalu tak lama Andri pun berdiri menghampiri Gina yang terlihat kerepotan dengan makanan yang dia pesan.
"Kamu pesan makanan buat siapa, ko banyak banget?" Tanya Andri pada Gina.
"Buat kita." Jawab Gina tersenyum.
Andri pun menghampiri Gina dan merangkul Gina dari belakang, Gina yang tak menolaknya hanya diam dan terus melakukan aktifitasnya tanpa kerepotan dengan tingkah Andri yang menempel padanya.
Kemudian Andri mengecup pudak dan leher Gina beberapa kali, Gina yang merasa geli hanya mengngeliat dan tersenyum.
Sesekali Gina menyuapi Andri dengan pizza dari tangannya, lalu Gina mulai nakal dengan memancing Andri menawari makanan yang ada di mulutnya.
Andri pun terpancing dan merespon maksud Gina, lalu Gina pun berbalik dan memandang Andri sambil mengaitkan tangannya pada leher Andri yang tinggi.
Andri pun mendekatkan wajahnya dan merangkul Gina tepat di pinggangnya. Gina pun membalas perlakuan Andri dan mereka pun bercumbu mesra melepas rasa rindu.
Beberapa kali mereka terhenti untuk mengambil nafas yang habis dan sampai Andri menghentikan aktifitasnya karena mendengar keroncongan dari perut Gina.
Mereka pun menghentikan aktifitasnya dan mulai menyantap makanan dengan duduk saling berhadapan setelah selesai makan mereka mencuci piring bersama dan menonton TV bersama dengan intens.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu nakal?" Tanya Gina yang sedang tidur di dada bidang Andri.
"Sejak ketemu kamu." Jawab Andri gombal.
"Apa benar cuma aku yang kamu nakali?" Tanya Gina memancing.
"Kalo bukan kamu siapa lagi." Ucap Andri gemas sambil menyelunduk ke bagian leher Gina dan membuat tanda kepemilikan disana.
Gina yang menahan untuk menolak tapi tidak dengan tubuhnya yang justru merespon membuat Andri melanjutkan aktifitasnya.
Andri langsung menjamah bagian dalam pakaian Gina dan melepaskan satu persatu yang menempel.
Gina yang hanya diam membuat Andri terus menjamah ke bagian dada dan perut lalu kembali lagi membuat hilang akal sehat Gina yang awalnya hendak menolak dan malah menikamatinya.
Andri pun sangat menikmati setiap gerakan yang Gina rasakan membuatnya terus menerus memberikan kenikmatan pada Gina.
Sampai akhirnya mereka pun bercumbu kembali dan Gina merasakan tangan Andri yang mulai masuk kedalam pakaiannya yang lain sehingga membuatnya semakin tak dapat menolak.
Gina pun hanya mengikuti kata hatinya dan mengikuti permainan Andri yang mulai liar membuatnya menikmati setiap gerakan dari Andri.
Andri pun yang sudah tak tahan sejak melihat pakaian santai Gina yang sangat menggoda membuatnya melepaskan hasratnya pada wanita yang sangat dia cintai.
Andri yang tidak bisa munafik didepan Gina hanya terus mencumbunya dan meninggalkan tanda kepemilikanya pada beberapa bagian tubuhnya.
Hingga akhirnya Gina menariknya kedalam kamar dan melanjutkannya dengan lebih leluasa, Andri yang tak menolak langsung mengikuti Gina ke kamarnya.
Aktifitas mereka pun berlanjut hingga mereka puas dan tertidur bersama.
Pagi hari Andri bangun lebih dulu dan mendapati wanita yang sangat dia rindukan dipelukannya, Andri pun mengecup kening Gina hingga terbangun.
"Hai, pagi sayang." Ucap Andri lembut lalu mengecup bibir Gina lembut.
"Hari ini aku antar kamu yah, gak akan ada yang marah kan?" Ucap Andri jahil.
"Boleh, aku juga kebetulan gak ada yang punya tuh, emang kamu gak kerja?" Ucap Gina yang masih ingin tertidur.
"Gak aku hari ini lagi libur." Ucap Andri yang mulai mencumbu Gina kembali, Gina pun terbangun dan membalas perlakuan Andri padanya.
Mereka pun akhirnya bangun dan melanjutkan aktifitasnya di kamar mandi.
Kemudian tidak lama kemudian setelah sarapan mereka pun berangkat ke Rumah Sakit.
Andri yang saat itu mengantar Gina sampai masuk tak terlihat kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan Tian
Tian yang sudah terbangun terlihat lebih sehat dan infusnya pun sudah dicopot oleh perawat.
Sedangkan Vino masih tertidur setelah terbangun tadi pagi karena masih merasa kantuk.
Andri pun membangunkan Vino untuk sarapan bersama Tian. Vino pun terbangun dan mendapati Andri ada di sana.
"Lo gak sarapan?" Tanya Vino pada Andri.
"Gua tadi udah sarapan ." Jawab Andri
Tak lama kemudian Gina datang dengan satu perawat dibelakangnya, kemudian Gina melihat Andri dan Vino sedang duduk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
__ADS_1
Andri pun langsung menghentikan aktifitasnya dan berdiri mendekati ranjang Tian, begitu pun Vino. Gina yang mulai menanyakan tentang kondisi pasien pada perawatnya langsung mengangguk mengerti.
"Kamu masih ada keluhan? Ucap Gina pada Tian memastikan.
"Nggak ko dok." Ucap Tian.
Setelah Gina mengecek kembali kondisi Tian baru lah di memutuskan hasilnya.
"Oke baguslah, kamu hari ini udah boleh pulang yah, tapi ingat jaga makanannya, minum obatnya juga yah, dan jangan sampai stress juga yah." Ucap Gina mengingatkan pada Tian.
"Baik, Dok. Akan saya ingat." Ucap Tian.
Andri yang melihat Gina tanpa berkedip dengan melipatkan kedua tangannya yang berada di seberang Gina, membuat Gina sedikit canggung.
Gina yang saat itu memilih pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya sampai lehernya pun tertutupi, karena banyak sekali tanda yang tak layak diperlihatkan.
Kemudian Gina meminta perawat keluar duluan dan menunggunya. Perawat itu pun menurut dan keluar tanpa bertanya.
Setelah perawat itu keluar dan Tian sedang di kamar mandi untuk mengganti pakaiannya Andri pun mendekati Gina dan memeluknya tanpa malu di depan Vino.
Vino hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Andri yang tak tahu malu, Andri mengecup dengan cepat bibir Gina, Gina yang kaget langsung melepaskan pelukan Andri namun Andri terus menarik Gina dan memeluknya.
"Kamu kenapa sih ko manja banget, malu tahu aku juga lagi tugas." Ucap Gina canggung.
"Gak papa dong, kan cewekku ini, bentar aja ko." Ucap Andri memelas.
"Gak bisa, aku bisa dipecat gara-gara melalaikan tanggung jawabku " ucap Gina sambil mengelus wajah Andri yang terus menempel.
" Baiklah kamu boleh pergi tapi lain aku gak bakal mau melepas kamu." Ucap Andri yang lalu melepas Gina dan Gina pun cepat keluar menyusul perawatnya.
"Gila lo Dri, serindu itu kah pada wanitamu?" Tanya Vino menyindir sambil fokus pada Laptopnya.
"Akh loe, kayak gak rindu juga sama cewek loe." Jawab Andri menyindir balik Vino.
"Justru gue rindu banget makanya loe jaga perasaan gue dong, tega banget bikin gue iri dan juga gue kan gak bisa melepas rindu pada cewek gue sendiri kayak 'lo ke Gina." Ucap Vino merasa tersiksa.
" Hahahaa haha ya itu derita loe, Ntar siang kan dia kan pulang kenapa loe gak jemput dia aja sekalian mumpung lo ada disini, jadi lo bisa tersalurkan juga kan rindunya." Ucap Andri memberi solusi.
Vino pun tersenyum penuh kesenangan mendengar apa yang dikatakan Andri.
Mereka pun akhirnya dalam perjalanan pulang setelah selesai melakukan pembayaran terakhir.
Gina pun turut mengantar mereka sampai ke parkiran yang kebetulan sudah selesai dengan tugasnya.
Setibanya di rumah, Tian tidak melakukan banyak aktifitas hanya berada di tempat tidurnya dan bertukar pesan dengan Tiara.
Tiara pun yang senang dengan kabar yang diberikan Tian langsung menuju rumahnya saat pulang sekolah dengan Kia.
Tiara membawakan beberapa makanan kesukaan Tian dan Tian langsung menyantap makanan yang sudah sangat lama ingin dia makan itu.
Sedangkan Andri dan Vino menjemput kekasih mereka masing-masing dan menghabiskan waktu mereka untuk melepas rindu.
***
Hai reader jangan lupa vote, like dan favoritkan novel ini yaah
__ADS_1
Untuk pembacanya diharapkan sudah cukup usia yah
Happy reading all 😘😘😘😘