
Fatur mengangguk dan membantu kakek nya untuk masuk ke dalam kamar, Sementara Davina tampak merasa serba salah, apa penolakan nya tadi itu akan tetap mendapatkan restu sang kakek?, Atau ia tidak jadi di sewa untuk menjadi istri Fatur.
"Kakek hanya mengetes dia saja, apa kah dia wanita yang mudah untuk di ajak menginap di rumah laki-laki, untuk sementara dia bagus."Kata sang Kakek pada Fatur yang mendorong kursi roda kakek ke kamar.
"Apa kakek setuju aku menikah dengan nya?." Tanya Fatur.
"Dia adalah pilihan mu, siapa pun itu, yang menurut kamu baik."Ucap Kakek.
Fatur tersenyum mendengar ucapan kakek nya.
•••
Diluar Davina masih duduk menunggu Fatur datang dengan perasaan khawatir dan gelisah. seorang wanita paru baya tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan bertanya siapa wanita yang tengah duduk.
Wanita itu yang adalah Bibi Sonia menghampiri Davina, Davina yang melihat bibi Sonia yang tidak tahu siapa wanita itu pun hanya menundukkan kepala menyapa nya dengan sopan.
"Kamu siapa?." Tanya Bibi Sonia.
__ADS_1
"Saya Davina, pacarnya Fatur."Davina memperkenalkan diri nya.
Mendengar hal itu, Bibi Sonia tertawa kecil tak percaya, apa lagi saat melihat penampilan Sonia yang tidak mencerminkan wanita yang berpenampilan baik saat berkunjung ke rumah calon suami nya.
Namun seketika ia, Senyum sinis pun di perlihatkan Bibi Sonia.
"Kamu bahkan tidak terlihat pantas untuk keponakan saya, Apa kamu tidak punya rasa malu datang ke sini dengan pakaian seperti ini?." Ucap Bibi Sonia yang menyindir tajam.
"Menyebalkan sekali."Batin Davina yang hanya berani diam saat diri nya di hina.
"Fatur, Bibi rasa kamu harus lebih seleksi lagi dalam memilih calon istri, lihat lah pakaian nya, tidak ada sopan santun nya." Ucap Bibi Sonia.
Fatur menoleh ke arah Davina, melihat apa yang sedang di katakan bibi nya.
"Seperti nya tidak ada yang salah Bi, Bukan kah yang terpenting saya mencintai nya, dan dia datang juga dengan pakaian yang sopan, tidak hanya memakai dalaman."Kali ini Fatur balik menyindir sang Bibi yang akhir-akhir ini begitu sering mengkritik nya, ia tahu bibi nya ingin menjatuhkan mental nya, dan mengurungkan niat menerus perusahaan Ayah nya.
Suasana di ruangan tamu itu mendadak mencekam bagi Davina, Davina bisa melihat tidak begitu baik nya hubungan Fatur dan Bibi nya itu.
__ADS_1
"Iya, kamu benar, yang penting kamu mencintai nya." Bibi Sonia tersenyum dan menatap Davina dengan lirikan yang tajam.
"Setelah Papa meninggal, Bibi seperti nya sangat sering datang, kakek pasti sangat senang bibi datang mengunjungi nya terus."Ucap Fatur yang terdengar biasa saja, tapi itu adalah sindiran keras untuk bibi nya yang dulu sangat jarang datang kesini.
"Iya, Bibi ke kamar kakek dulu."Bibi Sonia melangkah pergi, tapi masih memberikan lirikan sinis pada Davina.
"Aku kan orang baru, bagaimana dia secepat itu menjadi musuh ku, Lirikan nya seolah siap mengiris ku."Batin Davina.
Fatur menghampiri Davina. "Ayo kita pulang."Ajak Fatur.
"Tapi, bagaimana dengan kakek, apa dia tidak marah?." Tanya Davina. Tapi Fatur tidak menjawab nya dan terus melangkah keluar, Davina pun dengan cemberut hanya mengikuti nya dan masuk ke dalam mobil.
•••
Hi, Terima kasih ya masih terus membaca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.
Follow Ig Shanti_san18.
__ADS_1