
Keesokan hari nya.
Davina yang tidak kuliah karena hari ini hari libur pun uring-uringan menonton Drakor di ponsel nya.
"Vina." Jesi membuka Pintu Kamar Davian lalu melenggang masuk.
"Hei, Kau tak bilang mau datang?."
"kau tak bisa di hubungi." Cemberut Jesi.
Davina segera mengambil ponsel nya dan melihat baterai nya habis, ia pun menyenggir lalu mencolokkan charger ke ponsel nya.
"Nonton apa sih?."
"Drakor." Balas Vina.
Jesi mengambil Snack yang Davina sodorkan pada nya, dan memakan nya sembari tertuju mata nya ke laptop Davina.
"Ketahuan jomblo ga ada pesan masuk, ketahuan dech belum bisa move on."Ucap Jesi pada Davina saat Davina memeriksa ponsel nya.
"Sok tahu banget sih, Aku udah punya pacar kali." Ucap Davina reflek, tentu hal itu lansung menimbulkan tanya di benak Jesi.
"Benarkah, siapa?." Tanya Jesi.
"Oh, Apa laki-laki yang menjemput mu di kampus kemarin?."
"Aku baru ingat, kau punya hutang cerita pada ku Vin, Ayo ceritakan, kenapa pria itu menarik mu untuk mengikuti nya??" Tanya Jesi dengan Antusias.
__ADS_1
Davina mengaruk kepala nya, Sebelum akhir nya ia menceritakan pada Jesi.
"Apa, Kau akan mebikah dengan nya?, kau serius Vin?." Mata Jesi terbelalak, seolah tak percaya dengan apa yang di katakan Davina saat ini.
"Kapan kalian berpacaran?, Aku bahkan tak pernah mendengar cerita mu dekat dengan laki-laki lain."Tanya Jesi lagi.
Davina yang selalu berkomunikasi dengan nya selama ini meski mereka berjauhan, tidak pernah sekali pun ia mendengar kalau Davina telah memiliki kekasih, tapi kini ia mendengar kalau Davina akan segera menikah, itu sangat mengejutkan.
"Cerita nya Panjang, Aku belum bisa cerita sekarang jes." Balas Davina.
"Yang pasti pernikahan kami bukan karena Cinta." Lanjut nya lagi.
"Aku mengerti kalau kau belum siap cerita, Aku akan menemani mu."Balas Jesi. Davina pun tersenyum mendengar hal itu.
•••
Dengan kesal Jesi turun dari mobil untuk memarahi si pemilik mobil, Namun saat ia tahu, kalau orang itu adalah Alan, Jesi membeku, langkah kaki nya terhenti saat itu juga. Alan yang tadi ada di dalam mobil di sebrang jalan melihat nya Jesi keluar dari rumah Davina, Jesi yang adalah teman baik Davina sejak dulu tentu saja mengenal alan dengan baik, hanya saja sejak Davina di hianati, Jesi pun tidak lagi pernah bertemu Alan.
"Jesi."
"Kau sudah gila ya, Kamu ingin membuat aku celaka?." Pekik Jesi dengan kesal.
"Maaf Jes, Aku ingin bicara dengan mu tentang Davina, Beri aku waktu sebentar."Ucap Alan.
Meski Jesi masih kesal dengan Alan yang berhenti mendadak di depan mobil nya, Tapi Jesi mengiyakan saat Alan ingin meminta waktu nya.
Kedua pun duduk di sebuah cafe, saling menatap, Jesi menunggu Alan memulai percakapan.
__ADS_1
"Jes, Aku tahu kau juga pasti marah pada ku, Tapi aku benar-benar tidak melakukan apa pun dengan sekertaris ku, semua hanya salah paham, dia berusaha mengodaku saat itu."
"Kamu harus nya jelaskan ini pada Davina, bukan dengan ku."
"Aku sudah berusaha, tapi Davina tak ingin mendengarkan."
"Yah, semua karena rasa kecewanya pada mu." ketus Jesi.
"Jes, tolong bantu aku untuk bicara dengan Davina, dia terus menghindari ku."Ucap Alan.
"Aku tak bisa."
"Tolong Jesi, aku mohon."
Melihat Alan yang begitu memelas dan kasihan, Jesi menghela nafas berat.
"Aku akan coba, tapi aku tidak janji."Balas Jesi.
Alan tersenyum senang. Meski Jesi mengatakan tidak yakin bisa mempertemukan mereka, Tapi paling tidak, ada sedikit harapan yang samar-samar untuk bicara dengan Davina.
•••
Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.
Hi, Terima kasih ya masih terus memb
aca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.
__ADS_1
Follow Ig Shanti_san18.