Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
13 - Makan Malam


__ADS_3

Davina dan kedua orang tua nya pun pergi ke restoran langganan mereka untuk merayakan kepulangan ayah nya kembali.


Di dalam mobil, Davina bertanya pada ayah nya.


"Pa, Apa yang di lakukan Fatur untuk membebaskan Papa??" Tanya Davina penasaran.


"Papa juga tidak tahu nak, tapi Papa di bebaskan karena atasan Papa mencabut laporan nya, kata Nya Papa tidak bersalah dan ini hanya kesalah pahaman saja. Tapi Papa tahu, ini semua karena Tuan Fatur yang berperan penting di belakang membebaskan Papa." Tutur Pak Winto.


"Apa Fatur itu sangat berkuasa Pa?." Tanya Davina.


Pak Winto yang mendenga pertanyaan itu pun tertawa. "Sayang, Bukan kah kamu dan Fatur berpacaran, Apa kamu tidak pernah melihat dan merasa kan betapa beerkuasa calon suami mu itu."Ucap Pak Winto.


"Papa sudah tahu??"


"Tentu saja, Mama yang memberitahu Papa."Saut Bu Asna.


"Dia terlihat biasa saja Pa, aku tidak memperhatikan."Jawab Davina.


"Setelah kalian hidup bersama, Kamu akan tahu nak, itu sebab nya, kamu harus bisa menjaga diri mu, karena jika kamu melakukan kesalahan, Nama suami mu jadi taruhan nya." Tutur Pak Winto.


Davina masih tidak mengerti, namun mungkin setelah menikah nanti ia akan mengerti, seperti kata ayah nya.


Di restoran, Davina duduk memesan makanan di buku menu, setelah menyebut apa yang ingin ia makan, Davina pun menoleh keseimbangan arah sembari menunggu ayah dan ibu nya memesan, Alangkah tak di sangka oleh Davina, Fatur juga berada disana.


"Ini Gila."

__ADS_1


Davina lansung menundukkan kepala nya, pura-pura memainkan ponsel nya, berharap Fatur tidak melihat diri nya.


"Tuan, Ada Nona Davina dan keluarga nya sedang makan malam."Ucap Lucas pada Fatur.


Fatur pun melihat ke arah yang di tunjuk oleh Lucas, ia tersenyum saat melihat Davina menyembunyikan wajah nya, pasti dari nya.


"Biar kan saja." balas Fatur dan berjalan pergi.


Melihat Fatur pergi, Davina menghela nafas lega.


"Dia seperti melihat ku tadi, kenapa dia tidak menghampiri ku?." Batin Davina.


Fatur sampai di rumah dan di sambut Oleh Pak Endra yang setiap hari memang menyambut kepulangan nya.


"Malam Tuan." Sapa Pak Endra.


"Sudah Tuan."


"Apa hari Bibi Sonia ada datang?." tanya Fatur ketika ia mengingat sosok bibi nya yang selalu datang akhir-akhir ini.


"Tidak Tuan Muda."


"Pak Endra , kalau Ada bibi Sonia datang, tolong jangan tinggalkan kakek."Kata Fatur.


"Saya mengertia Tuan muda, pasti saya akan slalu menjaga nya."Balas Pak Endra.

__ADS_1


"Terima kasih kerja kerasnya Pak Endra."Kata Fatur tersenyum kecil, Pak Endra pun menganggukan kepala nya.


"Apa anda ingin makan Tuan?." Tanya Pak Endra lagi.


"Tidak, aku sudah makan, istirahat lah Pak." Balas Fatur.


"Terima kasih Tuan Muda."Balas Pak Endra mengkahidi pembicaraan mereka.


Fatur pun masuk ke dalam kamar dan kembali teringat pada Sosok Davina, ia tersenyum saat mengingat Davina tadi menghindari nya.


"Padahal aku tidak akan menelan mu, ke apa kau begitu takut pada ku?." Ucap Fatur tertawa kecil.


Ia lalu melepaskan kemeja nya, melepaskan 1 demi satu kancing baju nya, sebelum ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Ia menyala kan shower dan membasahi dirinya di bawah shower.


Rasa nya ia ingin berendam tapi ia mengurungkan niat nya dan mengunakan shower untuk segera menyelesaikan mandi nya.


Setelah selesai mandi, ia pun masuk membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, dan perlahan kantuk mengantar nya menutup mata dan tidur.


•••


Hi, Terima kasih ya masih terus membaca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.


Follow Ig Shanti_san18.


•••

__ADS_1


Keesokan harinya.


Davina sudah bersiap untuk menunggu


__ADS_2