
"Kenapa kau berubah pikiran dengan syarat yang kau inginkan??" Pertanyaan itu terlontarkan saat Davina masih menulis.
Davina menutup pulpen nya dengan tutup nya setelah ia menulis, mengangkat kepala nya kembali dan menatap Fatur.
"Karena aku orang baik, itu saja..." Balas Davina dengan senyuman di wajah nya. Fatur tahu ia tak akan menerima jawaban yang ia ingin kan.
Ia pun mengangkat tangan nya, pelayan pun datang membawakan makanan yang sudah ia pesan sejak tadi.
Davina yang melihat makanan datang pun lekas tersenyum penuh kekaguman, kedua mata nya seolah mengatakan kalau ia akan segera melahap semua nya.
Fatur mengantar Davina sampai di rumah, Saat wanita itu sudah turun dan berpamitan pada nya, Fatur masih berada disana melihat wanita itu masuk ke dalam rumah, Ia tersenyum melihat wanita itu.
Disisi lain Alan yang juga berada tidak jauh dari rumah Davina melihat semua nya, melihat Davina bersama Dengan Fatur. ada perasaan cemburu yang membuat sesak dada Alan karena nya.
Namun ia tidak menemui Davina saat ini, karena ia tahu ini bukan waktu yang tepat, Alan pun menjalankan mobil nya meninggalkan tempat itu.
•••
Davina masuk ke dalam kamar, melempar Tas nya ke atas tempat tidur, lalu membaringkan tubuh nya ke tempat tidur.
"Lelah sekali." Gumam nya.
__ADS_1
Ia menghela nafas, Membanting tubuh nya ke tempat tidur, mata nya menatap ke langit-langit kamar, mengingat kembali pertemuan ia hari ini dengan Fatur.
Saat ia mendengar cerita tentang ayah nya kisah Fatur, Davina merasa bimbang ketika Fatur mempertanyakan syarat apa yang ingin Davina berikan.
Hingga Davina menyakini diri nya, kalau ia tidak perlu syarat apa pun, ia pun meyakini diri nya, kalau Fatur pasti orang yang baik.
Sementara di rumah
Fatur pun memikirkan kenapa Davina berubah pikiran, Di tengah pemikiran nya itu, Tiba-tiba kakek masuk ke ruangan kerja Fatur.
Fatur pun tersenyum menyambut kedatangan sang kakek.
"Apa kau mencintai nya??" Tanya Kakek.
"Tentu saja kek."Balas Fatur.
Kakek menatap cucu nya, ia semakin tidak bisa menilai kesungguhan atau kepura-puraan saja Di wajah Fatur.
"Jadi besok kita akan bertemu dengan keluarga nya?" Tanya Kakek.
"Iya Kek."Balas Fatur.
__ADS_1
"Bagus lah kalau begitu, lebih cepat lebih baik." Kata Kakek.
"Kalau Begitu, istirahat lah, jangan habiskan waktu mu hanya di ruangan ini, Apa kau tidak bosan."Ucap Sang Kakek, yang terus melihat cucu nya ada di ruangan ini setiap pulang bekerja.
"Baik kek, Kakek juga." Kakek menganggukan kepala nya.
"Aku akan antar kakek ke kamar." Kakek mengangkat tangan nya, menahan Fatur.
"Tidak, tidak usah, Kakek bisa sendiri. kakek harus melatih kaki kakek agar tidak begitu kaku karena duduk di kursi roda terus."Ujar Kakek.
Fatur tersenyum dan mengangguk. ia pun hanya melihat kakek nya berjalan menuju ke kamar dari jauh, untuk memastikan kakek nya baik-baik saja.
•••
Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.
Hi, Terima kasih ya masih terus memb
aca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.
Follow Ig Shanti_san18.
__ADS_1