
Saat matahari terbit.
Davina telah bersiap untuk pergi ke kampus. Ia menuruni anak tangga dan tampak ibu nya sudah sangat di sibukkan dengan dapur.
"Vin, mau kemana?." Tanya Bu Asna.
"Mau ke kampus Ma." Balas Davina sembari meneguk susu yang sudah di sedia kan untuk nya.
"Jangan lupa nak, makan malam kita hari ini. pulang lah lebih awal." Ujar Bu Asna mengingatkan Putri.
"Iya." Jawab Davina dengan ragu.
Fatur mau pun Lucas benar-benar tidak memberitahu nya tentang makan malam hari ini, mereka benar-benar melupakan hal ini. Tak ingin terlalu banyak ambil pusing, Davina pun segera keluar dari rumah dan mencari Taxi untuk sampai ke kampus lebih cepat.
Namun lagi-lagi ia di paksa membuang nafas berat, saat Alan kembali muncul di hadapan nya. betapa sial nya ia rasa, ketenangan nya hilang setiap pagi semenjak bertemu Alan kembali.
"Vin. beri aku waktu untuk bicara Vin."Ucap Alan memelas.
__ADS_1
Davina tak ingin bicara dengan Alan, Ia pun berjalan melewati pria itu begitu saja, tentu Saja Alan segera menyusulnya.
"Vin, Tolong Vin, kamu harus mendengar penjelasan ku."Kata Alan lagi. Ia seperti tidak akan melepaskan Davina sebelum Davina mendengar kan nya, Tapi Davina tetap pada pendirian nya, kalau ia tidak mau berhubungan dan bicara lagi dengan Alan.
Saat Alan masih terus mengejar Davina yang berjalan di trotoar, Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping Davina, Membuat langkah Davina terhenti.
Lucas keluar dari mobil dan menghampiri Davina. "Nona, Silakan masuk ke mobil." Ucap Lucas.
Davina tanpa memikirkan apa pun lagi, Demi bisa menghindari Kejaran Lucas, Ia pun segera masuk ke dalam mobil, sementara Langkah Alan di hentikan Lucas yang menatap nya dengan tajam dan dingin.
"Sekertaris Lucas, Kenapa kamu tidak memberitahu ku, Kalau malam ini ada makan malam dengan keluarga Fatur??" Tanya Davina terealisasikan setelah sejak kemarin ia bertanya tanya dalam hati.
"Maaf Nona, Saya sudah memberitahu orang tua Anda untuk menyampaikan hal ini pada Anda."Ucap Lucas.
Mendengar hal itu, Davina pun semakin binggung, apakah orang tua nya terlalu semangat, hingga melupakan itu. tidak ingin ambil Pusing Davina pun hanya mengangguk saja.
"Nona, Apa anda terganggu dengan pria yang menghampiri anda??" Tanya Lucas.
__ADS_1
"Iya, Aku sangat tidak suka melihat nya, Kalau dia di depan ku, rasa nya ingin ku lempar dia dengan heels ku." celoteh Davina kesal memikirkan Alan yang menganggu nya.
"Apa anda butuh pengawal Nona??" Lucas pun dengan serius bertanya hal itu.
"Pengawal?, Tidak, Itu terlalu berlebihan, Aku bukan orang kaya, aku tidak butuh itu."Balas Davina menolak. ia merasa sangat konyol dengan perkataan Lucas yang ingin memberinya pengawal. Bahkan rasa nya Davina ingin tertawa mendengar nya, namun ia tahan.
"Lagi pula, bahkan Tuan mu itu tidak punya pengawal, lalu untuk apa aku punya, lagi pula aku bisa mengatasi nya." lanjut Davina. Lucas yang menyetir pun memgangukan kepala nya mengerti.
•••
Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.
Hi, Terima kasih ya masih terus memb
aca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.
Follow Ig Shanti_san18.
__ADS_1