Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
40 - Ciuman Kening


__ADS_3

Setelah bersiap, Davina dan Fatur pun ke meja makan, dimana Tante Sonia dan Kakek juga baru akan ke meja makan, Seolah memiliki alarm nya sendiri semua keluarga berkumpul untuk makan.


Bibi Sonia menyungging kan senyuman sinis nya melihat makanan yang di sajikan Davina. Davina pun tampak tegang, namun ia percaya masakan nya enak.


"Seperti nya Masakan nya enak."Ucap Kakek.


"Ini Kek, Silakan dimakan." Davina dengan sopan menyajikan makanan itu untuk kakek, Ini pertama kali nya ia melayani keluarga ini, sebagai seorang istri dan dengan masakan nya sendiri.


Fatur yang menyicipi masakan Davina pun tersenyum kecil, Sementara Davina gugup sendiri, seperti sedang mengikuti kompetisi untuk mendapatkan penilaian tentang masakan nya


"Bagaimana Tante?."Tanya Davina.


"Yah tidak buruk, Cukup enak."Balas Bibi Sonia singkat saja. Meski begitu singkat, Davina sedikit lega karena tidak mendapatkan penghinaan dari wanita yang menyebalkan dir depan nya saat ini..


"Masakan kamu enak Davina, Ternyata kamu sangat pandai memasak."Ucap Kakek. Davina tersenyum dan Mengangguk dengan sopan.


Setelah selesai masak, Davina masuk ke kamar dengan perasaan puas karena Masakan nya tidak buruk.


"Apa kau senang sekarang?." Ucap Fatur pada Davina.


Davina menoleh ke arah Fatur yang memasuki kamar. "Tentu saja aku senang, itu adalah masakan pertama ku memasak makanan semewah itu, Dan tidak buruk, itu sudah cukup untuk ku."Balas Davina.


Fatur menyungging kan senyuman dan mengangguk.

__ADS_1


•••


"Aku akan ke kantor dulu, jangan lupa nanti Malam, saat aku kembali kau harus sudah bersiap."Ucap Fatur.


"Oh iya, Aku hampir melupakan acara nanti malam."Ucap Davina.


Saya Fatur akan berbalik pergi, Davina menarik tangan Pria itu Kembali.


"Tunggu!."


Fatur menatap Davina Yang mendekati nya dan berdiri di hadapan nya.


"Lihat dasi mu tidak rapi."Ucap Davina sembari memperbaiki dasi Fatur yang tidak rapi.


Fatur pun melihat wanita itu beberapa saat, melihat wanita memasang dasi nya.


Fatur tersenyum ingin tertawa kecil, karena ucapan Davina membuat ia segera mengalihkan pandangan nya. Ucapan wanita itu membuat ia salah tingkah.


Davina pun tertawa karena berhasil membuat Fatur salah tingkah, Hati nya yang sedang senang membuat nya reflek mengajak laki-laki itu bercanda.


"Sudah, Aku akan mengantarmu ke depan." Davina mengandeng tangan Fatur untuk mengajak nya keluar dari kamar bersama.


"Kau seperti nya menikmati peran mu sebagai seorang istri ya."Ucap Fatur dengan suara kecil sembari berjalan beriringan dengan Davina.

__ADS_1


"Tentu, Kau bisa menyewa ku lain kali, karena kau sudah tahu sepandai apa aku berakting."Ucap Davina.


Fatur menggelengkan kepala nya, tak menyangka ucapan nya akan berbalas seperti itu.


Tante Sonia melihat kedua nya dari jauh, Melihat bagaimana sikap mereka satu sama lain sebagai suami istri. Davina dan Fatur pun melihat nya.


"Sayang, Kau jangan pulang terlalu malam, jangan lupa makan siang ya."Ucap Davina lagi semabri merapikan jas Fatur dengan mengelus nya dengan 5 jari nya. semua untuk menyakinkan peran nya.


"Terima kasih sayang, Aku pergi dulu." Fatur mendekati wajah Davina, Sontak membuat wanita itu nadi nya berdetak sangat cepat.


Fatur lalu mencium kening Davina. "Menyentuh ku, Ini tidak masuk dalam perjanjian."Ucap Davina dengan suara pelan. namun masih mempertahankan senyuman nya.


"Lebih menyakinkan akting mu."Balas Fatur.


Lucas yang berdiri di samping mobil melihat pemandangan itu pun hanya menunduk dan tersenyum kecil.


Davina menahan kesal nya, namun dengan senyuman palsu nya ia menatap Fatur. Fatur tidak peduli karena ia memang sengaja untuk mengerjai Davina. melihat wanita itu tampak kesal, Fatur pun dengan senang berjalan masuk ke dalam mobil.


"Bye sayang." Davina masih melambaikan tangan nya pada Fatur, walau sebenarnya ia ingin mengunakan 5 jari nya memberikan cao 5 jari ke wajah laki-laki itu.


Setelah Fatur pergi, Davina berbalik melihat Bibi Sonia masuk kembali dengan kesal.


"Dasar Buaya darat, bisa bisa ia mengambil kesempatan dalam kesempitan."Gumam Davina kesal. Namun ia hanya bisa menyadarkan diri nya walau baru saja dahi nya ternodai.

__ADS_1


Di dalam mobil, Fatur tersenyum puas karena berhasil membuat Davina kesal.


"Kau melihat dia tampak sangat kesal saat aku melakukan nya. dia sangat pandai berakting, dia cocok menjadi artis."Ucap Fatur. Lucas hanya tersenyum kecil mendengar perkataan bos nya.


__ADS_2