Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
47 - Mengubah penampilan


__ADS_3

Fatur kembali keluar setelah membersihkan diri nya dengan Piyama tidur nya, Ia tidak menemukan Pakaian Biasa yang santai untuk ia kenakan.


"Sayang, Nanti kita jalan jalan ya."Ucap Davina pada Fatur. Fatur mengerutkan kening nya.


Bibi Sonia yang saat ia mendengar pun ikut mengerutkan kening nya, Menatap Davina dengan sinis.


Saat Bibi Sonia akan membuka mulut nya untuk menyindir Davina yang tidak mengerti kalau Fatur lelah karena bekerja, segera di hentikan kakek sebelum satu kata pun keluar dari mulutnya.


"Iya Fatur, Ajak istri mu belanja pakaian Yanny akan kalian pakai di luar negeri, Sekarang musim Dingin, berikan dia mantel yang tebal."Ucap Kakek pada Fatur.


Fatur menelan Saliva nya mendengar ucapan kakek nya. Namun ia hanya membalas dengan anggukan sembari menatap Davina yang tersenyum lebar menatap nya.


"Bagaimana kakek sekarang bisa begitu dekat dengan mu?." Tanya Fatur Saat mereka berdua sudah ada di dalam mobil.


"Aku sudah pernah bilang, Aku bisa mengambil hati siapa pun, termaksud kamu sayang."Ucap Davina lalu tertawa.

__ADS_1


Meski itu hanya perkataan candaan. Tapi itu membuat Fatur salah tingkah. namun ia membuang muka nya segera ke arah luar jendela agar tak terlihat oleh Davina.


Saat sampai di sebuah toko pakaian, Davina memilih pakaian yang akan ia bawa saat berlibur berkedok bulan madu bersama Fatur. lalu berjalan terus memilih pakaian yang lain.


"Itu kan pakaian laki laki, untuk apa kamu mau membeli nya?." Tanya Fatur.


"Siapa yang bilang ini pakaian perempuan, Aku akan belikan untuk mu."Davina mengepalkan di punggung Fatur.


"Pakaian ku banyak di lemari, tidak perlu beli lagi."Ucap Fatur.


"Sudah diam saja."Balas Davina.


Saat Fatur keluar, Davina tersenyum karena melihat penampakan yang begitu berbeda dari seorang fatur.


"Ini baru keren."Ucap Davina.

__ADS_1


"Tapi ini terlalu anak muda."Ucap Fatur.


"ingat lah, Kau juga belum terlalu tua, Ini sudah standar gaya untuk seumurmu, ini hanya baju oblong putih dan celana panjang hitam, tidak usah berlebihan."Kata Davina.


Davina lalu memilih beberapa pakaian lagi untuk dikenakan Fatur nanti. Fatur pun hanya menurut saja, karena ia melihat diri nya di cermin tidak lah buruk, Penolakan tadi hanya menutupi gengsi nya saja. di dalam hati Fatur tertawa karena ia begitu bersikap bodo.


Setelah berbelanja, Davina dan Fatur berjalan jalan menyusuri Mall, beberapa wanita menoleh ke arah Fatur dan tersenyum padanya. Fatur pun hanya cuek saja.


Davina lalu memegangi tangan Fatur, membuat Fatur melihat tangan kedua nya yang berpegangan. Namun Davina memegangi karena ingin menarik nya ke sebuah kedai yang menjual es krim.


"Kau ingin makan es krim?."tanya Fatur. Davina menganggukan kepala nya.


"Lihat disana."Ia menunjuk ke arah antrian yang begitu ramai.


"Mereka mengantri untuk pasangan nya, kau harus mengantri untuk ku, Aku akan duduk disini."Ucap Davina.

__ADS_1


Fatur tidak mengatakan ia, Namun Davina sangat memaksa, Ia mendorong tubuh Fatur untuk bergerak ke antrian. Laki laki itu hanya bisa mengiyakan tanpa memberi jawaban.


Davina lalu duduk dan tersenyum melihat laki laki itu. Fatur pun di dalam hati nya ikut senang melihat senyuman wanita itu. ia merasa konyol di pertemukan dengan wanita macam Davina, namun hal itu juga yang membuat Hidup nya terasa tidur begitu hampa dan datar, karena Davina yang suka mengoceh dan sindiran yang membuat diri nay memperbaiki diri.


__ADS_2