
Setelah selesai sarapan, Fatur pun mengakhiri sarapan nya, ia berjalan ke kamar nya untuk mengambil tas nya yang tertinggal. Davina melihat itu pun lekas ingin menghampiri suami nya.
"Saya sudah selesai kek. bibi."Ucap Davina lekas berdiri. Bibi Sonia menatap heran Davina yang begitu gelisah.
Ia dengan buru-buru menghampiri Fatur. Saat Fatur berbalik ia melihat Davina masuk dan menutup pintu nya.
Fatur menatap Davina, menunggu wanita itu mengatakan apa yang ingin di katakan.
"Aku ingin ke rumah Ibu ku, apa boleh?."Tanya Davina.
"Pergi saja, aku tidak melarang mu."Balas Fatur.
"Kalau begitu, kau harus mengajak ku, Kalau Bibi dan kakek mendengar aku ingin pergi sendiri, dia pasti akan memarahi ku."Ucap Davina memasang wajah memelas.
"Lagi pula, Bukan kah kita baru menikah, agak aneh pasti di pikiran bibi mu itu melihat kita sudah berpisah di hari pertama menjadi suami istri."Ucap Davina sembari memainkan kelopak mata nya.
"Kau ingin mengatur ku?."Tanya Fatur.
"Hei Tuan, Apa kau lupa kita menikah untuk saling membantu, lalu apa salah nya dengan permintaan ku."Ucap Davina.
__ADS_1
Fatur menatap wanita itu lalu melewati wanita itu begitu saja. Davina pun cemberut melihat Fatur menghiraukan nya.
"Aku tunggu di depan dalam 2 menit, aku akan meninggalkan mu kalau kau lama."Ucap Fatur sebelum akhir nya ia benar benar meninggalkan Davina.
Davina tersenyum senang, ia lansung menyambar tas nya dan ia sudah menyusul Fatur yang sudah sampai di meja makan.
"Kek, Kami pergi dulu."Ucap Fatur.
Kakek menatap heran Fatur yang di ikuti Davina. Fatur lalu memegangi tangan Davina, seolah memperjelas hubungan mereka di depan kakek dan bibi nya.
"Kami akan keluar bersama."Ucap Fatur.
Kakek menganggukan kepala nya, begitu pun Bibi Sonia dengan wajah tidak senang.
"Entah wanita macam apa yang di nikahi cucu kesayangan Papa itu."Ucap Bibi Sonia. sesaat Davina dan Fatur meninggalkan meja makan dan berlalu dari pandangan nya.
"Kita baru 1 hari mengenal nya, jangan terlalu cepat memberi orang nilai."Ucap Kakek.
"Karena itu istri nya Fatur saja, Makanya Papa bilang nya begitu."Ketus Bibi Sonia. Kakek pun hanya diam dan kembali melanjutkan makanan nya. sementara wajah bibi Sonia kesal, karena tak pernah sekali pun Ayah nya itu tidak membela sesuatu yang berhubungan dengan Fatur.
__ADS_1
••••
"Apa kau tidak bisa bersikap biasa saja??" Tanya Fatur saat masuk ke dalam mobil.
"Memang nya apa salah ku?."
"Kamu tidak menyadari nya???." Davina mengelengkan kepala nya.
"Jangan berlebihan bersikap menjadi istri ku."Ucap Fatur dengan tegas.
"Hei, dengar ya, Aku ini profesional, Aku selalu totalitas kalau soal ini."Ucap Davina.
"Ya, terserah kau saja."Balas Fatur yang rasa nya malas bicara lebih jauh lagi pada Davina yang selalu saja ingin menang dalam perdebatan.
Sementara Lucas tampak diam dan mendengarkan perdebatan kedua orang di belakang nya. Hal yang sangat jarang ia lihat sang atasan bertengkar dengan wanita.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya semua. Makasih banyak 🙏❤️
__ADS_1