
Baru saja akan memejamkan mata nya, tiba-tiba Mata Davina kembali terbuka saat ponsel nya kembali berdering. Ia menghela nafas berat, lalu mengeluarkan ponsel dari tas nya.
"Jesi." Gumam nya, ketika ia melihat Nama sahabat nya.
"Iya Jes."
"Vin, kamu baik-baik saja kan?."Tanya Jesi.
"Iya, kenapa kenapa memang ny." Davina mengerutkan kening mendengar pertanyaan sahabat nya itu.
"Tentu saja aku khawatir sama pria tadi, siapa dia Vin?." Tanya Jesi.
"Oh, Aku baik baik saja, dia bukan orang jahat Jes, Besok aku akan menceritakan pada mu."Jawab Davina.
"Bagus lah, Aku merasa lebih tenang, orang tadi aku rasa sangat menyeramkan."Ucap Jesi. Davina pun tertawa.
Setelah pembicaraan itu, Davina pun kini benar benar memejamkan mata nya dan tidur.
•••
Malam hari pun tiba.
Davina pun telah bersiap bersama ayah dan ibu nya menyambut kedatangan keluarga Fatur.
__ADS_1
"Kenapa mereka belum datang ya Pa, padahal udah jam 7." Ucap Bu Asna yang sudah tidak sabar menyambut kedatangan calon keluarga baru untuk putri nya itu.
"Sabar Ma, paling sebentar lagi." Ucap Pak Winto.
Setelah mengucapkan itu untuk menenangkan istri nya, Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah.
"Tuh kan mereka sudah datang." ucap Pak Winto.
"Iya Pa, ayo Pa." Bu Asna segera menarik Davina dan mengajak putri nya keluar untuk menyambut kedatangan Fatur.
Davina berdiri di samping ibu nya dan melihat Fatur turun dari mobi, lalu di ikuti pintu lain yang terbuka, Davina melihat Bibi Sonia pun ikut datang bersama Mereka.
Fatur dan Lucas membawa kakek turun dari mobil dengan hati-hati, dengan di bantu tongkat, Kakek perlahan berjalan ke pintu utama.
"Kakek pun menganggukan kepala nya. dengan senyuman ia menerima saat Pak Winto.
Sementara Bibi Sonia yang di sapa hanya dengan senyuman dingin mengangguk.
Melihat senyuman Kakek, Davina pun merasa heran, karena saat bertemu dengan nya, tidak ada senyuman Kakek untuk nya. walau pun hanya senyuman tipis saja tidak ada.
Fatur menatap Davina yang tampak anggun malam ini, bahkan perhatian Fatur benar-benar penuh menatap wanita itu, saat Davina tersenyum lebar pada nya.
"Aku tahu aku cantik Mas."Balas Davina. Fatur tersenyum mengelengkan kepala, sosok Davina benar-benar mampu membuat ia tersenyum walau hanya senyuman tipis.
__ADS_1
•••
Di meja makan.
Pak Winto tampak semangat mengajak Kakek bicara bersama Fatur. sementara Davina hanya bisa diam ,sesekali ia membalas tatapan Bibi Sonia yang tampak seperti nya tidak menyukai nya.
Setiap Fatur membuka mulut nya bicara dengan ayah nya dan Ibu nya Davina terus menatap pria itu, Ia merasa lebih nyaman menatap Fatur dari pada menatap bibi Sonia.
Melihat pria itu terlalu lama, Davina tiba tiba saja membatin.
"Wajah nya tidak begitu buruk."Batin nya.
Fatur yang tahu Davina menatap nya pun, lekas memandang wanita itu, Ketahuan tengah melihat nya, Davina jadi salah tingkah dan segera mengalihkan pandangan nya.
•••
Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.
Hi, Terima kasih ya masih terus memb
aca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.
Follow Ig Shanti_san18.
__ADS_1