Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
28 - Nenek Sihir


__ADS_3

Davina di dapur tengah menyiapkan makanan ringan untuk di bawah keluar, Bu Asna membiarkan Davina melakukan nya, agar ia terlihat sebagai wanita yang rajin.


Sementara di ruangan keluarga, Keluarga Fatur tampak berbincang kecil dengan Ayah dan Ibu nya. tiba-tiba Davina di hampiri Bibi Sonia.


"Davina, Kamu sedang apa?." Tanya Bibi Sonia.


"Membuatkan makanan ringan."Balas Davina dengan sopan dan senyuman.


"Davina, Kalau boleh tahu, dimana kamu mengenal keponakan ku?." Tanya Bibi Sonia yang berdiri di belakang Davina yang tengah sibuk dengan kerjaan nya.


Pertanyaan itu membuat tangan Davina berhenti melakukan aktivitas.


"Em, Di kampus."Balas Davina.


"Fatur ke kampus mu, bagaimana bisa??" Tanya Bibi Sonia lagi.


Davina yang merasa ia salah menjawab pun memejamkan mata nya, menyesal menjawab kampus.


"Iya, Nama nya cinta Tante, bisa datang dari mana saja."Balas Davina.


"Huh, apa yang kau katakan Davina, begitu pede kau mengatakan cinta. siapa yang mengajari mu." Davina bergumam di dalam hati nya.

__ADS_1


"Cinta yang unik, kamu tahu kan Davina, keluarga kami bukan orang sembarangan, pasti kamu harus memiliki keextraan setelah menikah dengan Fatur, bahkan kesalahan sekecil apa pun yang kamu lakukan, akan menarik perhatian semua orang." Tutur Bibi Sonia.


Kini Davina membalikkan tubuh nya menatap Bibi Sonia. dengan senyuman yang lebar ia mengatakan kan.


"Tentu Bi, Sebelum Bibi mengatakan nya, Dari jauh hari saya sudah memikirkan semua nya, Karena Fatur mencintai ku dan menerima ku, aku pun agak berusaha menjadi yang terbaik untuk nya."Balas Davina.


Bibi Sonia dengan senyuman yang di paksakan karena Davina sosok wanita yang tak muda di takutin pun mengangguk kepala.


"Apa kau sudah selesai membuat makanan nya?, Kamu tidak punya banyak waktu terus disini."Kini nada bicara Bibi Sonia pun mulai ketus.


"Akan segera siap Bibi."Balas Davina. Bibi Sonia lalu berjalan keluar dari dapur dengan wajah yang menahan kesal pada Davina.


Tanpa Davina dan Bibi Sonia tahu, Fatur yang tadi nya ingin meminjam toilet menghentikan langkah nya saat ia melihat Bibi Sonia menghampiri Davina, Ia tersenyum mendengar jawaban Davina yang sangat berani.


"Kau memang berbeda."Batin Fatur, sembari berjalan pergi dari sana, melanjutkan langkah nya.


•••


Bibi Sonia yang baru saja sampai ke rumah nya sendiri. melempar tas nya dengan kesal saat ia memasuki kamar. Membuat suami nya yang tengah bekerja di depan laptop nya pun menatap istri nya heran.


"Ada Apa Sonia, kau terlihat kesal sekali?." Tanya Paul suami nya.

__ADS_1


"Aku sangat kesal kenapa Papa masih menginginkan Fatur melanjutkan perusahaan kakak.


Mendengar hal itu, Paul pun menghela nafas.


"Itu lagi yang kamu bahas, sudah lah Sonia, itu bukan hak mu, perusahaan itu besar juga karena Ayah nya Fatur, sangat wajar ia mewariskan pada Anak nya, Bukan kah lebih baik kamu fokus pada perusahaan kita."Ucap Paul yang tidak tertarik dengan ambisi istri nya.


"Iya, tapi berkembang karena bantuan Papa juga, kalau Papa tidak membantu nya, mana mungkin bisa sebesar sekarang." Bibi Sonia masih tidak terima.


"Lebih baik kamu cuci muka dan istirahat, kau terlihat lelah."Ucap Paul.


Dengan kesal, karena Suami nya tidak memihak pada keinginan nya, Bibi Sonia pun masuk ke kamar mandi dengan kesal, melangkah dengan kasar. Paman Paul hanya menggelengkan kepala nya, dan kembali pada pekerjaan di laptop nya.


•••


Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.


Hi, Terima kasih ya masih terus memb


aca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.


Follow Ig Shanti_san18.

__ADS_1


__ADS_2