Cinta Wanita Sewaan

Cinta Wanita Sewaan
37 - Salah Memilih Wanita


__ADS_3

"Untuk apa kau datang?." Tanya Fatur.


"Ini, aku buatkan makan siang untuk mu, Ayo makan, dan beri aku nilai."Ucap Davina dengan semangat, ia ingin memastikan selera Fatur yang mungkin saja sama dengan keluarga besar nya, dan ingin tahu juga seberapa layak makanan yang di anggap spesial di keluarga Davina. yang kini sudah Davina masak dan pelajari dari ibu nya itu.


"Aku tidak mau." Ucap Fatur.


"Kau harus Mau Mas Fatur yang tampan, Ini menyangkut harga diri ku sebagai istri mu." Tutur Davina.


"Kalau kau tidak bisa memasak, katakan saja, Meski tak bisa memasak pun, mereka tidak akan bisa merubah apa pun dalam hubungan kita."Tegas Fatur.


"Enak saja dia bicara seperti ini, dia kira aku mau di pandang rendah oleh Bibi nya itu, tidak, tidak akan." Gumam Davina dalam hati nya.


"Ayo makan, kau harus mencoba nya, atau aku tidak akan pulang."Ucap Davina dengan ancaman kecil dan berharap itu berhasil.


Fatur menatap wanita itu, dan Davina terus memaksa Fatur untuk makan, hingga desakan wanita itu pun membuat ia pun menyetujui nya, Semua agar Davina segera pergi dan tidak menganggu nya disini.


"Berikan pada ku."Ucap Fatur.


Dengan semangat Davina membuka makanan nya dan memberikan sendok untuk Fatur setelah laki-laki itu bersedia untuk mencicipi nya.


Satu suapan mendarat di mulut Fatur, Bibir Fatur tersenyum kecil, mesti tidak terlihat oleh Davina kalau ia tidak benar-benar memperhatikan nya.


"Bagaimana, Apa enak?." Tanya Davina.

__ADS_1


"Tidak buruk."


"Ah bukan itu yang ingin ku dengar, Aku hanya ingin tahu enak atau tidak?." Tanya Davina.


"Apa kau harus memaksa seperti itu?."


"Hei, Aku lakukan ini juga untuk diri ku, lagi Pula kalau tidak enak, Aku bisa mengacaukan makan malam kita besok."Ucap Davina.


Tiba-tiba Lucas masuk ke dalam ruangan Fatur. Davina dengan semangat pula memberikan makanan untuk di coba oleh Lucas.


"Kebetulan sekali kau datang Sekertaris Lucas, kau harus coba ini dan beri aku nilai, enak atau tidak."Ucap Davina. Fatur menyandarkan tubuh nya menatap Davina yang kini beralih memaksa Lucas untuk mencicipi nya.


Lucas yang tak bisa menolak permintaan Davina pun mengambil dan mencicipi nya. "Bagaimana?, Apa kah Enak?."


Davina tersenyum.


"Kau itu memang suami idaman, tidak seperti bos mu itu, Suruh beri nilai saja susah nya minta ampun."Ucap Davina menyindir Fatur.


Lucas pun menatap Fatur yang mengangkat kedua alis nya pada Lucas.


"Nona, kebetulan anda disini, Saya ingin memberitahu anda untuk bersiap besok, Karena Bos Fatur akan mengajak Anda ke Undangan."Ucap Lucas.


"Besok?."

__ADS_1


"Aku besok harus memasak."


"Acara nya malam Nona."


"Mau pagi atau pun malam, tetap saja aku sedang tidak tenang, aku seperti sedang akan mengikuti audisi lomba memasak, sampai begitu kalutnya."Batin Davina.


"Baik lah, Gaun apa yang harus ku pakai?."


"Nanti saya akan siapkan Nona." Davina mengangguk kan kepala nya.


"Bersikap biasa saja, tidak usah berlebihan."Tambah Fatur.


"Aku tidak berlebihan, Kau saja yang terlalu kaku."Jawab Davina.


"Sudah lah, Aku harus pulang dulu, habiskan makanan mu, Atau kau jangan pulang ke rumah."Ucap Davina mengancam yang sebenarnya itu hanya candaan nya saja seperti istri istri yang galak pada suami nya. ia lalu berjalan pergi keluar dari ruangan Fatur dengan lirikan sinis pada Fatur.


"Kau lihat dia, dia mengancam ku?, Aku rasa aku sudah salah memilih wanita."Tutur Fatur, di akhiri helaan nafas berat. Lucas diam namun ia ingin tertawa melihat Davina yang sangat berani pada Fatur.


•••


"Melihat raut wajah nya, seperti nya masakan ku tidak begitu buruk."Gumam Davina saat ia duduk di dalam Taxi untuk segera pulang.


"Untung Ada Mama yang mengajari ku, kalau tidak, bagaimana nasib ku yang pasti akan di injak-injak oleh Bibi Sonia itu, di nenek lampir."Batin nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2